Medan, MPOL -Kordinator Wilayah (Korwil) Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara (Sumut), Drs
Gandi Parapat menilai hal yang bodoh kalau menginginkan rekonsiliasi Mega dengan Jokowi.
Baca Juga:
"Apa masalah rupanya sehingga rekonsiliasi, kami memahami rekonsiliasi itu ada permusuhan yang salah sehingga yang salah itu diaminkan.
Yang terlihat antara Mega dengan Jokowi seperti anak dengan ibu. Ketika anak sukses dan berkuasa diingatkan ibu, tapi anak merasa segalanya dan ibu tidak mau terjerumus sehingga anak diingatkan dinasehati dan dibujuk agar tidak rakus dan si anak merasa segalanya karena pintar namun kepintarannya tidak dibenarkany oleh banyak orang dan banyak yang menginginkan agar Jokowi diadili atas perbuatannya", kata
Gandi Parapat, Sabtu (14/12/2024).
Dikatakan, masalah Mega dan Jokowi itu secara kebetulan, karena mungkin akibat partai, dan tidak perlu ada orang atau kelompok untuk membujuk agar rekonsiliasi.
"Dipecat Mega Jokowi dan keluarganya dari PDIP baru-baru ini, menurut kami itu sudah terlambat, namun Mega merasa kasihan. Sekarang Jokowi ditampung di
Golkar padahal ada
PSI yang selama ini dia bina secara tertutup karena anaknya Ketua Umum. Jadi jangan ada merasa lebih hebat dari Mega dan Jokowi apalagi mau melibatkan Presiden Prabowo", ujarnya.
Sebab kata
Korwil PMPHI Sumut itu, tugas Prabowo sekarang bagaimana biar NKRI tetap jaya, tidak perlu membela Jokowi secara keluarga atau pribadi.
" Kalau Pengadilan mengadili Jokowi dan keluarganya itu lebih baik biar tudingan atau kecurigaan terjawab", tutup
Gandi Parapat dalam suasana Natal dan mengucapkan Slamat Natal bagi Umat Kristen.**
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News