Ops Ketupat Toba 2026, Polrestabes Medan Ungkap 119 Kasus, 184 Tersangka : Naik 24 Persen
Pada Operasi (Ops) Ketupat Toba 2026, Polrestabes Medan mengungkap 119 kasus berbagai tindak kejahatan diantaranya narkotika, kejahatan jala
Sumatera Utara
Tanjungbalai, MPOL- Puluhan wartawan dan aktivis menggelar unjuk rasa solidaritas di depan Mapolres Tanjungbalai, dan memberikan hadiah berupa pakaian dalam kepada Kasatresnarkoba AKP Bringin Jaya yang dinilai menghalangi kerja jurnalistik, Selasa (5/8/2025).
Baca Juga:
- Sempat Diperiksa Propam-Jadi Pamen Yanma Poldasu, Kompol Johannes Napitupulu Dipromosikan Jabat Kanit Ditreskrimum
- Bawang Impor Ilegal Masih Marak, Pemuda Barisan Karo Desak Menteri Perdagangan, Gubernur Sumut hingga Kapolda Bertindak
- Polda Sumut Selalu Tertutup Berikan Informasi Penerimaan Polri Kepada Wartawan
Hadiah pakaian dalam milik kaum hawa berupa bra dan celana dalam (CD) wanita itu sebagai bentuk protes karena Kasatresnarkoba tidak mau menemui dan memberikan klarifikasi terhadap puluhan wartawan dan aktivis yang berunjuk rasa.
Dalam orasinya, Ramadhan Batubara mengatakan AKP Bringin Jaya dinilai menghambat tugas jurnalis dengan meminta surat permohonan data kepada salah satu wartawan senior Kota Tanjungbalai saat melakukan tugas jurnalistik.
Ironis, ketika permohonan data secara elektronik disampaikan melalui Kasi Humas, Kasat Narkoba juga tidak menanggapi. "Wartawan tidak pernah bersurat, melainkan cukup wawancara kepada narasumber. Kita menilai permintaan surat itu hanya cara untuk menghambat kerja jurnalis demi menutupi kinerja yang lemah," kata Ramadhan.
Apa yang dilakukan Kasatresnarkoba tersebut, sebut Ramadhan, bertentangan dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008. "Kedua undang-undang ini menjamin kebebasan pers dan hak masyarakat untuk memperoleh informasi," teriaknya.
Ramadhan juga menyoroti bahwa sikap AKP Bringin Jaya tidak sejalan dengan jargon "Polri Presisi" yang mengedepankan prinsip transparansi. Selain itu, tindakan ini dianggap melanggar Pasal 28F UUD 1945 serta Pasal 4 Ayat (1) dan (3) UU Pers yang menjamin kemerdekaan pers.
Atas nama peserta aksi, orator lainnya, Syafrijal Manurung, Aldo, Andrean Hanif dan Nuraini Andhani berharap pimpinan Polri, termasuk Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, menyikapi serius persoalan tersebut. Mereka meminta agar AKP Bringin Jaya dievaluasi dan dicopot dari jabatannya.
Kesal karena Kasatresnarkoba tak kunjung menemui pengunjuk rasa untuk memberikan klarifikasi, AKP Bringin Jaya dihadiahi pakaian dalam wanita berikut spanduk bertuliskan kecaman yang diletakkan di depan pintu gerbang pintu masuk Mapolres Tanjungbalai.
Minta Maaf
Setelah dilakukan pertemuan dipimpin Wakapores Tanjungbalai KOMPOL M. Pardede dan dihadiri Kasat Intelkam IPTU Khairul Azwar Hasibuan, dihadapan puluhan wartawan AKP Bringin Jaya mengaku bahwa yang terjadi adalah miskomunikasi atau kesalahpahaman atas informasi yang di sampaikan anggotanya, KBO Satnarkoba B. Situmorang terkait informasi data yang diminta wartawan.
"Ini (masalah) miskomunikasi atau kesalahpahaman antara saya, KBO dan Kasi Humas atas permintaan informasi data dari wartawan. Kalau salah, kepada rekan-rekan wartawan saya minta maaf, begitu juga bila miskomunikasi dengan anggota kita," ujar AKP Bringin Jaya.
AKP Bringin Jaya berjanji kedepannya akan menyahuti konfirmasi wartawan. "Karena informasi itu harus betul-betul benar sesuai data dan fakta, kedepan silakan konfirmasi langsung ke saya, semua akan dipermudah dengan harapan hubungan kita lebih baik. Jika melalui anggota kita khawatir kesalahpahaman terjadi lagi," katanya.
Usai pertemuan dan meluruskan persoalan dengan wartawan, Kasatresnarkoba didampingi Wakapolres saling bersalaman. Kemudian puluhan insan pers dan aktivis meninggalkan Mapolres Tanjungbalai.
Untuk diketahui, pada Rabu (30/7/2005) lalu, Yan Aswika (LKBN ANTARA) melakukan konfirmasi terkait jumlah kasus narkotika, jumlah tersangka dan barang bukti narkoba enam bulan terakhir (Januari- Juli 2025), namun Kasatresnarkoba meminta agar wartawan melakukan konfirmasi tertulis. Meski sudah dilakukan dan disampaikan melalui Kasi Humas, Kasatresnarkoba AKP Bringin Jaya tetap tidak memberikan informasi data untuk keperluan bahan jurnalistik. *
Pada Operasi (Ops) Ketupat Toba 2026, Polrestabes Medan mengungkap 119 kasus berbagai tindak kejahatan diantaranya narkotika, kejahatan jala
Sumatera Utara
Taput, MPOL &lrm&lrmBupati Taput Dr. JTP Hutabarat tinjau langsung kondisi pemukiman warga yang terdampak bencana angin puting beliung di
Sumatera Utara
Medan, MPOL Tim dari Unit 3 Satresnarkoba Polrestabes Medan bisa dibilang cukup gacor dalam mengungkap peredaran gelap narkoba dengan bara
Sumatera Utara
Medan, MPOL Sidang lanjutan Perkara Citra Land di Pengadilan Tipikor Medan kembali digelar pada Sening 13/4/2026, jika pada sidang terd
Sumatera Utara
Jakarta, MPOL Momentum peringatan Hari Nelayan Nasional yang baru saja berlalu meninggalkan catatan penting bagi masa depan sektor maritim
Nusantara
Belitung, MPOL PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) terus memperkuat perannya dalam mendukung kelancaran arus logistik komoditas
Nusantara
Binjai, MPOL Sekretaris Daerah Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, S.Sos., MM bertindak sebagai pembina apel dalam apel gabungan Aparatur
Sumatera Utara
Binjai, MPOL Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai terus mengembangkan kasus dugaan korupsi proyek fiktif di lingkungan Dinas Ketahanan Pangan
Sumatera Utara
Medan, MPOL Pengurus nazir Masjid Al Ikhlas, Desa Batu Penjemuran, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, meminta kepastian hukum ata
Hukum
Batu Bara, MPOL &lrmKapolres Batu Bara AKBP Doly Nelson HH Nainggolan memimpin pemusnahan. barang bukti sabu sebesar 1.210 gram berasal da
Sumatera Utara