Aktivis Wak Genk Dukung Kinerja Kadis PUPR Chandra Dalimunthe
Medan, MPOL Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, barubaru ini melantik ratusan pejabat eselon dilingkungan kantor Pemerintah Propinsi
Sumatera Utara
Medan, MPOL - Hotma Ulinta Boru Panjaitan tak habis pikir dengan ulah suaminya. Wanita berumur 32 tahun itu mengaku selama bertahun-tahun ia merasa ditelantarkan dan tak pernah dinafkahi oleh suaminya, Brigadir FN yang bertugas di Polres Pakpak Bharat.
Baca Juga:
- Sempat Diperiksa Propam-Jadi Pamen Yanma Poldasu, Kompol Johannes Napitupulu Dipromosikan Jabat Kanit Ditreskrimum
- Penampakan AKBP Adrian Lubis Bersama 2 Pasis Raih Penghargaan Penulis Taskap Terbaik Seskoad 2025
- Dipromosikan Kapolda Jadi Kasatreskrim, AKBP Adrian Lubis Penulis Taskap Terbaik Seskoad 2025
Ibu Bhayangkari itu pun juga mengatakan bahwa dirinya kerap diancam ditembak oleh Brigadir FN. Karena sudah cukup sabar menahan derita karena perlakukan suaminya itu, Hotma Ulinta akhirnya meminta perlindungan dan mengadu dengan menyurati Kapolda Sumut, Irjen Whisnu Hermawan Februanto.
"Di sini saya Hotma Ulinta Panjaitan menyampaikan permohonan perlindungan hukum atas perbuatan yang dilakukan oleh suami saya. Di mana dia ini, suami saya, Brigadir Polisi FN tidak pernah menafkahi saya selama masa pernikahan," kata Hotma Ulinta Panjaitan kepada wartawan di Medan, Rabu (6/8/2025).
Selama menikah dengan FN sejak 2022, Hotma Ulinta tak pernah sekalipun dinafkahi. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja wanita berkulit putih itu sampai banting tulang dengan membuka usaha laundry yang didirikannya sebelum menikah dengan Brigadir FN.
Hotma menyebut Brigadir FN juga diduga gemar bermain judi online (judol) dan game online. Ia menduga kuat uang yang seharusnya diberikan kepada dirinya sebagai istri untuk keperluan rumah tangga telah habis untuk bermain judi.
Selain itu, ia juga menduga suaminya berselingkuh dengan wanita idaman lain (WIL), maupun sering memesan wanita panggilan ketika berdinas ke Kota Medan. Sebab, sebelum menikah, sempat ada seseorang wanita yang mengaku sudah dihamili Brigadir FN.
Lantaran pernikahan sudah di depan mata dan kasus itu baru diketahui Hotma, maka pernikahan tetap dilanjutkan pada tahun 2022 lalu. Bukannya berubah, kelakuan Brigadir FN malah semakin menjadi-jadi. Tiga tahun menikah, keduanya diketahui belum dikaruniai anak.
"Dia ini (FN) sering bermain judi online, game online, menjalani hubungan dengan wanita lain. Selama tiga tahun saya menikah dengannya tidak sekalipun diizinkan bersosialisasi ke bhayangkari bersama istri-istri polisi lainnya," ungkapnya.
Belakangan terkuak, ternyata hal itu diduga dibuat-buat Brigadir FN untuk menutupi perilakunya di luar. Hotma pun mengaku telah difitnah oleh suaminya sendiri kepada rekan-rekan kerjanya hingga tak pernah diizinkan untuk ikut serta dalam kegiatan Bhayangkari Polres Pakpak Bharat.
Parahnya lagi, lanjut Hotma, ia mengaku pernah diancam akan ditembak oleh Brigadir FN. Ancaman itu diduga dilakukan agar Hotma tidak mengadu ke Propam maupun atasannya.
"Ketika kami cekcok di rumah, dia (FN) ini pernah mengancam akan menembak saya menggunakan senjata api (senpi) dinasnya. Kami sudah pisah ranjang sudah empat bulan lamanya dan saat ini sedang proses bercerai di pengadilan," sebutnya.
Ia menerangkan bahwa suaminya itu manipulatif dan penuh kebohongan. Hal itu diketahui Hotma setelah mendengar omongan-omongan rekan kerja Brigadir FN yang terus menerus menjelekkan Hotma.
"Dia (FN) meminjam uang Rp 200 juta ke Polres Pakpak Bharat tanpa sepengetahuan saya. Dugaan saya, dia ini memalsukan tanda tangan saya agar pinjaman bisa cair. Saya gak tahu uang itu kemana dan digunakan untuk apa," kata Hotma dengan berlinangan air mata.
Hotma berharap Polda Sumut menindak tegas Brigadir FN karena khawatir dirinya akan ditembak atau dianiaya setelah melaporkan perlakuan suaminya ke Kapolda.
Akibat diperlakukan seperti itu, Hotma mengaku stres hingga sempat mendatangi psikiater untuk trauma healing.
"Saat ini saya merasa terancam dan saya mengalami gangguan psikis. Bahkan saya juga pernah konseling ke psikolog karena saya merasa trauma," ungkapnya.
"Saya memohon kepada Kapolda agar melindungi saya, karena yang bersangkutan masih bertugas di Polres Pakpak Bharat, saya takut jika bertemu lagi dengan yang bersangkutan. Untuk itu, saya meminta kepada Kapolda Sumut agar yang bersangkutan dipindahkan dari Polres Pakpak Bharat. Karena jika dia (FN) masih bertugas di sana, saya merasa terancam," ujarnya.
Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP Siti Rohani Tampubolon ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya akan mengecek laporan tersebut.
"Saya belum dapat infonya, nanti saya tanyakan ya," katanya saat dikonfirmasi Medan Pos, Rabu (6/8/2025) sore.
Medan, MPOL Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, barubaru ini melantik ratusan pejabat eselon dilingkungan kantor Pemerintah Propinsi
Sumatera Utara
Medan, MPOL Kompol Johannes Marojahan Napitupulu akhirnya mendapatkan promosi jabatan usai sebelumnya menjalani pemeriksaan Subbidpaminal B
Sumatera Utara
Sebelum mendapatkan promosi jabatan sebagai Kasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis telah meraih penghargaan penulis Taskap
Sosok
Medan, MPOL Kombes. Pol. (Purn). Dr. Maruli Siahaan, SH., MH sebagai anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Golkar Dapil Sumut I & Pemerhati
Sumatera Utara
Medan, MPOL Kombes Pol (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H. selaku Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi XII
Sumatera Utara
Bkangkajeren, MPOLAmuk bencana hidrometeorologi di penghujung 2025 yang meluluhlantakkan 53 wilayah kabupaten/kota di Sumatera memang bisa
Ekonomi
Meski telah berjuang keras mulai babak penyisihan hingga babak Final, Tim Sambalado dari Polrestabes Medan pasangan Iwan Suherman/Sarwo Edhi
Sumatera Utara
Medan, MPOLTim Pralans &039Warkop Jurnalis&039 FC dinobatkan sebagai tim paling sportif (fair play) dalam ajang Pekan Olahraga Wartawan
Olahraga
Taput, MPOL Bupati Taput Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si, M.Si, didampingi Ketua TP PKK Taput, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat
Sumatera Utara
Upaya penanggulangan kemiskinan di Kota Medan dinilai perlu dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan. Implementasi kebijakan yang
Sumatera Utara