Medan, MPOL -Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara (Sumut) mengaku
belum paham isi spanduk yang tersebar di media sosial dan grup whatsaap (WA) yang menyebut "Mengadu Domba". Namun dimungkinkan karena jemaat menilai Ephorus kurang fokus pada kegiatan pokoknya.
Baca Juga:
Hal tersebut dikemukakan Korwil
PMPHI Sumut, Drs
Gandi Parapat saat ditanya wartawan
Bagaimana PMPHI menyikapi foto spanduk yang beredar di media sosial dan grup WA berisi "Mahasiswa Jemaat HKBP , Ganti Ephorus !!! Karena Mengadu Domba Jemaat".
"Wah saya sebenarnya tidak ada urusan pergantian
Ephorus HKBP, karena saya jemaat HKBP bersama jemaat lainnya yang ikut memberi kebutuhan hidup Ephorus melalui persepuluhan (uang persembahan).Kebutuhan Ephorus tertera tidak kekurangan seperti biaya perjalanan", ujar
Gandi Parapat kepada wartawan, Senin (29/9/2025).
"Kami juga belum paham isi spanduk bertulis Mengadu Domba. Tapi mungkin mahasiswa menilai karena Ephorus kurang fokus pada kegiatan pokoknya", tambah
Gandi Parapat.
Namun Korwil
PMPHI Sumut itu mengaku sangat heran aktifitas Ephorus yang seperti ketua umum partai politik.
"Saya selaku Jemaat HKBP, sebelum ada Pdt Viktor Tinambunan sudah ikut membangun HKBP mulai dari Sekolah Minggu. Setelah Pdt Viktor Tinambunan Ephorus, jika spanduk itu benar beredar, baru ada keinginan terbuka dari Mahasiswa Jemaat HKBP agar mengganti Ephorus sebelum habis periode", ujarnya.
Disebutkan, gerakan Ephorus dan semua Pendeta yang 'takut' serentak ikut gerakan tutup TPL. Ketaatan para Pendeta ke Ephorus untuk tutup TPL mirip dengan pemerintahan atau partai politik.
"Banyak tokoh masyarakat dan jemaat HKBP menginginkan agar segera dibuat Sinode Istimewa, karena Ephorus kreatifitasnya mengajak tutup TPL".
"Kami tidak kapasitas mengganti Ephorus, hanya mengusulkan kalau bisa Pdt Viktor Tinambunan dikukuhkan sebagai Ketum partai. Bila perlu dibuat Partai HKBP. Kalau Viktor Tinambunan sebagai Ketum Partai kemungkinan kami ikut rombongannya, tapi sebagai
Ephorus HKBP harusnya fokus pada kegiatan-kegiatan gereja", ujar Jemaat HKBP Pardomuan tersebut.
"Banyak yang malu atas gerakan
Ephorus HKBP tutup TPL, padahal kalau ada yang menutup gereja mereka diam, tidak mautau", sebutnya.
PMPHI Sumut pun tetap mengajak Jemaat HKBP agar mendoakan
Ephorus HKBP beserta pengikutnya meninggalkan kampanye tutup TPL.
Karena PMMPHI berharap Pemerintah lah yang mengurus TPL, bukan dengan rombongan HKBP.
Ditanya apa Gandi atau
PMPHI Sumut anti kepada pribadi Pdt Viktor Tinambunan ?. "Maaf tidak ada hubungan pribadi saya dengan Pdt Viktor Tinambunan dan para Pendeta yang membuat pernyataan tutup TPL. Kami jelas tidak mau ada gerakan tutup TPL atas HKBP, apalagi Ephorus yang sangat didewakan Jemaat HKBP untuk mengayomi, mendoakan dan memberi kesejukan terutama untuk jemaat HKBP", ujarnya.
"Jadi lebih bagus Viktor Tinambunan jangan pake jubah hitam Pendeta lagi, pake baju partai sebagai ketua umum biar ikut kami. Mohon maaf ya, lebih bagus terus mendoakan Ephorus dan para Pendeta pengikutnya daripada Sinode Istimewa mengganti Ephorus", tutup
Gandi Parapat.***
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News