Tanggung jawab kapolrestabes yang dimaksud Muslim yakni bukan keberhasilan menangkap para pelaku
begal akan tetapi sebagai bentuk
tanggung jawab sebagai pemimpin yang memberikan rasa pelindung, pengayom dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Baca Juga:
"Jangan dikasih penghargaan yang kekbegitu. Memang kerjaan dia (kapolres) mengungkap dan menangkap para pelaku begal. Makanya, kalau masih gagal berarti dia (kapolrestabes) gagal," sebutnya.
"Jangan hanya tangkap, konferensi pers, ya kan, ternyata sehabis konferensi pers ada lagi pelakunya. Karena apa? Dia mengganggap itu sebuah reward atau keberhasilan," sindirnya.
Kalau menurutnya sebagai pengamat hukum, sambung Muslim, pengungkapan itu bukan sebuah keberhasilan tetapi sekali lagi ia menegaskan bahwa itu bentuk tanggung jawab KBP Calvijn sebagai orang nomor satu di Polrestabes Medan.
"Sebagai kapolres untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat Kota Medan. Jadi keberhasilan itu menurut saya setiap hari tidak ada lagi begal atau minimal sebulan sekali, atau ada pengurangan. Ini mana ada pengurangan, makin gawat kutengok," ujarnya.
Sebelumnya, Kota Medan kembali dihantui dengan aksi kejahatan jalanan yang terbilang ekstrim, yakni pencurian dengan kekerasan (curas) yang biasa disebut begal. Seakan sudah darurat begal, kota metropolitan ini selalu disajikan dengan sejumlah aksi begal yang sudah sangat meresahkan masyarakat.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News