Warga Protes, Rumah Tempat Tinggal Diduga Dijadikan Rumah Ibadah
Sejumlah warga yang bermukim di Jl. Garu V Lingkungan V Kelurahan Harjosari I Kecamatan Medan Amplas, melakukan aksi protes, Minggu (28/6/26
Sumatera Utara
Medan, MPOL - Aksi kejahatan begal semakin hari semakin menggila di Kota Medan. Sudah beberapa kali peristiwa pencurian dengan kekerasan (curas) itu terjadi di sejumlah lokasi di wilayah hukum Polrestabes Medan.
Baca Juga:
- Jelang HUT Bhayangkara ke 80, Polrestabes Medan Gelar Turnamen Esports : Ateng Family Boyong Piala Kapolrestabes Medan
- Modus Check-in Hotel, Komplotan Curanmor Sikat Motor CRF Di Parkiran : Tiga Pelaku Ditangkap
- Polrestabes Medan Ungkap 9 Kasus Penimbunan BBM Bersubsidi, 16 Tersangka Dibui : 30 Ribu Liter Minyak, 2 Truk, dan 4 Mobil Disita
Baru-baru ini, komplotan begalviral saat beraksi di Jalan Karya Budi, Kecamatan Medan Johor, Rabu (12/11/2025) dini hari. Seorang pengendara motor (pemotor) yang baru saja pulang kerja menjadi sasaran komplotan pelaku begal. Para pelaku mengikuti lalu memepet kendaraan korban dan kemudian menodongkan parang ke arah korban.
Akibat dari kejadian tersebut, korban kehilangan sepeda motor Honda Vario 125 CBS new warna hitam striping hijau yang dirampas pelaku.
Menilik maraknya begal, membuat praktisi hukum Muslim Muis angkat bicara. Direktur Pusat Studi Hukum dan Pembaharuan Peradilan (Pushpa) itu mengatakan kejadian-kejadian begal merupakan tanggung jawab Kapolrestabes Medan, Komisaris Besar Polisi (KBP) Jean Calvijn Simanjuntak.
Menurutnya, kejahatan jalanan yang sudah sangat meresahkan masyarakat tersebut faktanya hingga kemarin masih saja terjadi. Pengungkapan dengan menangkap para pelaku 'rayap' besi/ kayu tidak sebanding dengan pengungkapan begal yang masih terus terjadi.
"Itu kapolres nya gak perlu banyak tebar pesona. Faktanya hingga hari ini juga (begal) masih terjadi. Artinya, jangan (pengungkapan) itu dianggap sebuah keberhasilan. Kapolres itu juga harus tahu tindakan itu bukan keberhasilan tapi itu bentuk tanggung jawab. Makanya harus dibersihkan semua kejahatan begal," kata Muslim Muis kepada Medan Pos, Kamis (13/11/2025).
Tanggung jawab kapolrestabes yang dimaksud Muslim yakni bukan keberhasilan menangkap para pelaku begal akan tetapi sebagai bentuk tanggung jawab sebagai pemimpin yang memberikan rasa pelindung, pengayom dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
"Jangan dikasih penghargaan yang kekbegitu. Memang kerjaan dia (kapolres) mengungkap dan menangkap para pelaku begal. Makanya, kalau masih gagal berarti dia (kapolrestabes) gagal," sebutnya.
"Jangan hanya tangkap, konferensi pers, ya kan, ternyata sehabis konferensi pers ada lagi pelakunya. Karena apa? Dia mengganggap itu sebuah reward atau keberhasilan," sindirnya.
Kalau menurutnya sebagai pengamat hukum, sambung Muslim, pengungkapan itu bukan sebuah keberhasilan tetapi sekali lagi ia menegaskan bahwa itu bentuk tanggung jawab KBP Calvijn sebagai orang nomor satu di Polrestabes Medan.
"Sebagai kapolres untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat Kota Medan. Jadi keberhasilan itu menurut saya setiap hari tidak ada lagi begal atau minimal sebulan sekali, atau ada pengurangan. Ini mana ada pengurangan, makin gawat kutengok," ujarnya.
Sebelumnya, Kota Medan kembali dihantui dengan aksi kejahatan jalanan yang terbilang ekstrim, yakni pencurian dengan kekerasan (curas) yang biasa disebut begal. Seakan sudah darurat begal, kota metropolitan ini selalu disajikan dengan sejumlah aksi begal yang sudah sangat meresahkan masyarakat.
Baru-baru ini, seorang pengendara motor (pemotor) Honda Vario 125 dibegal saat pulang kerja. Korban dibegal oleh sejumlah pelaku mengendarai dua unit sepeda motor berboncengan. Dari video yang viral dilihat di akun instagram @tkpmedan, peristiwa itu terjadi di Jalan Karya Budi dekat SPBU Primbana, Kecamatan Medan Johor, Rabu (12/11/2025) dini hari.
Dari narasi yang dimuat di akun tersebut menceritakan bahwa korban diikuti dua sepeda motor dengan tiga pelaku. Para pelaku memepet korban dan mematikan kunci motor yang dikemudikan korban. Salah satu pelaku turun sambil menodongkan senjata tajam (sajam) jenis parang sembari memaksa korban menyerahkan motornya.
Akibat dari kejadian tersebut, motor Honda Vario 125 CBS new warna hitam striping hijau dirampas pelaku.
Terkait kejadian tersebut, Kapolsek Delitua Kompol PS Simbolon maupun Kanitreskrim Iptu Hermawan ketika dikonfirmasi, Kamis (13/11/2025) dini hari hingga saat ini masih enggan memberikan jawaban. *
Sejumlah warga yang bermukim di Jl. Garu V Lingkungan V Kelurahan Harjosari I Kecamatan Medan Amplas, melakukan aksi protes, Minggu (28/6/26
Sumatera Utara
Jakarta, MPOL Satu tahun pertama kepengurusan Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) menjadi fase penting untuk mengukur apakah sebua
Nusantara
Pebalap muda binaan Honda Indako Racing Team, Muhammad Nabil Zahsena, berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan mengunci gelar Juara
Olahraga
Di balik deru mesin dan aktivitas servis kendaraan, bengkelbengkel binaan Astra Honda Youthpreneurship Program (AHYPP) kini tidak hanya
Nasional
Deli Serdang, MPOL Kuasa Hukum Paguyuban Pedagang Ruko Delimas Lubuk Pakam Mardi Sijabat SH mengakui, pedagang sepakat kecewa terhadap pern
Sumatera Utara
Serdang Bedagai, MPOL Di tengah suasana duka yang menyelimuti keluarga, Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., selaku Anggota
Sumatera Utara
Medan, MPOL Komitmen Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., selaku Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar Daerah Pemi
Sumatera Utara
Jakarta, MPOL Anggota Komisi XIII DPR RI Kombes Pol (P) Dr. Maruli Siahaan,SH.,MH mendorong adanya pembaruan yang signifikan dalam proses r
Nasional
Medan, MPOL TNIAL Komandan Komando Daerah Angkatan Laut I (Dankodaeral I) Laksamana Muda TNI Deny Septiana, S.I.P., M.A.P., menghadiri Si
Sumatera Utara
Medan, MPOL Penyebaran informasi yang tidak benar (hoax) di beberapa akun media sosial tentang pimpinan DPRD Sumut Ricky Anthony berbuntu
Hukum