"Adik kami Reza Fahlevi masih tertidur, dia dibangunkan oleh panggilan para pelaku yang mengetuk pintu rumahnya. Lalu dia diajak pergi ke suatu tempat yang sangat sepi untuk dianiaya," tulis akun tersebut yang dilihat, Rabu (19/11/2025).
Baca Juga:
Pada saat itu, masih dalam unggahan tersebut menjelaskan seorang pelaku sempat menepuk pundak orang tua perempuan mereka dan berkata 'tenang aja bik, gak kami apa-apain anak bibik'.
Tapi nyatanya, korban pulang dengan luka lebam di sekujur tubuh dan luka tusukan di kakinya.
"Adik kami pulang tidak dengan nyawanya. Adik kami meninggal setelah dianiaya banyak pelaku. Dia disiksa, dianiaya oleh orang-orang yang menganggap dirinya orang paling benar dan paling suci, dan lebih punya wewenang menghakimi dibanding polisi ataupun jaksa/ hakim. Merekalah iblis pencabut nyawa," ungkapnya.
"Tidak tanggung-tanggung, mereka menghabisi dua nyawa sekaligus, termasuk nyawa adik kami. Mereka
dijemput paksa, diikat, ditutup wajahnya, lalu dipukuli. Tak luas dengan hal itu, mereka juga membacok, menusuk adik-adik kami sampai mereka kehilangan nyawa," sebutnya.
Menurut informasi yang dihimpun Medan Pos, Kamis (20/11/2025) polisi telah menangkap diduga pelakunya sebanyak enam orang. Peristiwa itu disebutkan terjadi di Desa Namo Bintang, Kecamatan Pancurbatu.
Empat pelaku ditangkap di hari yang sama setelah kejadian dan dua pelaku lagi ditangkap esok harinya, Minggu (16/11/2025). Terduga pelaku adalah I dan kawan-kawan. Kasus ini kabarnya ditangani Satreskrim Polrestabes Medan.
Informasi yang beredar menyebutkan kedua korban dianiaya hingga tewas diduga karena dituduh melakukan pencurian handphone. *
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News