Senin, 12 Januari 2026

Viral Sejumlah Laporan Dugaan Pemerasan, Ada Apa di Internal Propam Polda Sumut? Ini Kata KBP Julihan

Ardi Yanuar - Senin, 24 November 2025 21:01 WIB
Viral Sejumlah Laporan Dugaan Pemerasan, Ada Apa di Internal Propam Polda Sumut? Ini Kata KBP Julihan
Ist.

Medan, MPOL - Sejumlah narasi yang disebut-sebut berbentuk laporan pengaduan dari Whats'App (WA) tentang dugaan pemerasan yang diduga dilakukan oleh Kasubbid Paminal Bid Propam Polda Sumatera Utara (Sumut), Kompol AC, viral di media sosial (medsos). Bahkan, sejumlah dugaan pemerasan dirincikan di dalam narasi yang diduga dilaporkan kepada pimpinan Polri. Ada apa sebenarnya di internal Propam Polda Sumut?

Baca Juga:

Akun @tan_jhonson88 membeberkan sejumlah laporan dugaan pemerasan yang dipostingnya di akun medsos Tiktok. Laporan itu diketik, diposting dan kemudian viral menjelaskan tentang bobroknya Bid Propam Polda Sumut. Diduga akun tersebut sengaja dibuat oleh oknum yang menjadi salah satu korban dugaan pemerasan yang diduga dilakukan Kompol AC dan anggotanya. Bahkan, informasi yang beredar, postingan itu berasal dari ungkapan isi hati dari mereka yang berada di 'barisan sakit hati' karena merasa jadi korban pemerasan.

"Kepada Yang Terhormat, Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Tim Reformasi Polri, DPR Republik Indonesia, Media Pers. Melalui ini kami para personil Polda Sumatera Utara menyampaikan pengaduan kepada bapak mengenai di Polda Sumatera Utara ada Propam zolim yang merusak institusi kepolisian ini. Akibat ulah dan perilakunya yang membuat kami para anggota Polda Sumut selalu dibayangi kapan lagi akan menjadi korban pemerasan," bunyi isi chat WA yang di-screenshot dan diposting akun tan_jhonson88.

"Kami sangat membutuhkan bantuan bapak karena sebelumnya kami juga sudah mengirimkan laporan kepada pimpinan kepolisian tetapi pengaduan kami malah diretas dan diabaikan dan tidak ditindaklanjuti yang terkesan Kabid Propam Kombes J dan Kasubbid Paminal Kompol AC dilindungi," sambung tulisan tersebut.

Selain itu, akun tersebut juga membeberkan kebiasaan buruk yang diduga dilakukan Kompol AC yang suka bepergian ke tempat hiburan malam (THM) dan mabuk-mabukan.

"Seorang Kasubbid Paminal punya ajudan (sopir) 2 polisi aktif bernama Bripda S dan Bripda C yang selalu diperintahkan mendampinginya ke tempat maksiat hingga mereka bedua pun sebenarnya sudah tidak tahan dan tertekan, inilah gaya-gaya pemimpin zolim," ungkapnya.

"Kasubbid Paminal Kompol AC setiap hari meminum minuman keras di Karaoke Arena Hotel Grand Central Jalan Putri Merak Jingga, Kesawan, Medan Barat. Bahkan di ruang kerjanya pun minum mabuk, dan setiap minggunya wajib bersama Kabid Propam Kombes JM mabuk dan pesta pora bersama wanita yang disiapkan oleh pacar dari Kompol AC," tulis poin nomor 4.

Akun tersebut juga menjelaskan bahwa rekaman cctv bisa diambil akhir September 2025 malam hari sampai November 2025 di Karoke Arena dan HW Gold Dragon.

"Sebelumnya juga setiap minggu mereka sering happy di Black Owl Griya Riatur Medan. Tetapi setelah dimarahi Kapolda maka mabuknya sekarang hanya di dalam KTV Karaoke Arena Hotel Grand Central. Kasubbid Paminal setiap harinya bertempat tinggal bersama pacarnya di Grand Central Hotel, Jalan Sei Belutu, Kecamatan Medan Baru," tulis sambungan narasi poin 4.

Masih banyak lagi narasi yang ditulis dan mengungkapkan dugaan tuduhan pemerasan yang diduga dilakukan Kasubbid Paminal beserta anggotanya di lingkungan Polres/ Polresta/ Polrestabes jajaran Polda Sumut.

Di akhir narasi, akun tersebut menulis bahwa pengaduan tersebut benar adanya tanpa maksud menjatuhkan siapa pun.

"Mohon maaf bapak, ini pengaduan kami benar adanya dan tidak ada maksud untuk menjatuhkan siapapun. Tetapi kami mengadu ini supaya Polda Sumut menjadi tenteram dan damai. Kami pun dapat bekerja dengan baik dan tidak menjadi korban pemerasan," tulisnya.

"Kami anggota Polda Sumut sangat berharap kepada bapak untuk dapat memproses Kabid Propam Kombes JM, Kasubbid Paminal Kompol AC, Kanit 2 Iptu A, Ipda W dan Kanit 3 Iptu AA yang sudah sangat meresahkan kami yang bertugas di jajaran Polda Sumut dan kami selalu dibayangi rasa ketakutan yang juga dihantui akan diperas terus menerus. Tolong lah kami ini bapak, kami bermohon bapak, kami khawatir," sebutnya.

Terkait hal ini, Kabid Propam Polda Sumut, Komisaris Besar Polisi (KBP) Julihan Muntaha ketika dikonfirmasi mengaku masih mendalami narasi yang viral di Tiktok tersebut.

"Masih didalami sementara dugaan belum ada faktanya," kata Julihan kepada Medan Pos, Senin (24/11/2025).

Julihan mengaku sudah melakukan langkah-langkah dan tindakan dalam merespons unggahan akun tan_jhonson 88.

"Langkah mitigasi dan cek berita sedang didalami. Pengirim berita pakai akun palsu," sebutnya. *

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ardi Yanuar
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru