Simalungun, MPOL -Penanggung jawab Pelaksana Kegiatan (PPK) Proyek Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, SF.Panggaben meminta agar diganti.
Baca Juga:
Permintaan itu di ucapkannya kepada beberapa wartawan,Selasa (2/12) saat meninjau kelapangan.
Alasan Panggabean minta diganti karena sama sekali tidak dihargai oleh Direktur RSUD dr.Amran Situmorang yang lebih mempercayai PPTK soal tehnis kerja dilapangan.
Panggabean menjelaskan setiap ada kejanggalan cara kerja kontraktor dan menegur ,pekerja mengatakan cara ini sudah ada koordinasi pengawas dan PPTK, L.br G yang lebih dipercaya.
PPK menjelaskan, dilapangan cara kerja kontraktor banyak kejanggalan, tidak sesuai dengan spesifkasi yang ada di RAB.Dengan
banyaknya kejanggalan Proyek
RSUD Parapat senilai Rp 7.2 M dan dikhawatirkan muncul permasalahan dikemudian hari.
Sampai berakhir tahun anggaran 2025, pihaknya selaku PPK pun tidak akan memproses dan menandatangani berita acara.
Menjawab pertanyaan, Panggabean mengatakan sebagian proyek itu kondisinya diatas 70 persen.
Ironisnya kata PPK itu, pihaknya selaku penanggung jawab kegiatan yang berhubungan langsung dengan direktur rumah sakit selaku pengguna anggaran (PA) sama sekali tidak bisa kerja sama, makanya secepat mungkin diganti agar proyek bisa proses berita acara.
Dengan kejadian ini SF.Panggabean menuding pihak kontraktor, Direktur, PPTK dan Konsultan sebagai pengawas sudah ada persekongkolan jahat.
Sementara Direktur
RSUD Parapat dr.Amran ketika akan dikonfirmasi selalu berkilah mengatakan sedang sibuk.***
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News