Tanjung Pura, MPOL -Tangan
Peduli Forum Diskusi SMAN 7 1984 (
Fordisk S7 84) Medan berkolaborasi dengan Sri Sathya Sai Global Council (
SSSGC) Indonesia dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (
IMM), serahkan bantuan kepada korban bencana banjir di Desa Pekubuan Tanjung Pura Langkat, Sumatera Utara, Rabu, (3/11/2025).
Baca Juga:
Sebelumnya pada Selasa, (2/11) dilaksanakan survey ke lokasi oleh koordinator kegiatan bantuan bencana banjir, Mulkan Ilzan ke daerah terdampak banjir di Tanjung Pura Langkat, maka dipilihlah Desa Pekubuan.
Alasan cukup tepat dikirimnya bantuan langsung ke Desa Pekubuan, mengingat desa tersebut terisolir sejak Tanjung Pura Langkat dihantam banjir beberapa hari sebelumnya.
Informasi yang berkembang ditengah situasi banjir yang cukup parah, bahwa bantuan bencana banjir cukup banyak ke Tanjung Pura, namun ke Desa Pekubuan tidak pernah sampai bantuan tersebut.
Seluruh bantuan bencana banjir hanya sampai di beberapa posko yang lokasinya berada di pintu masuk Tanjung Pura, (MAN 4 dan dua masjid).
Mirisnya lagi setiap warga bahkan Kades Desa Pekubuan datang untuk warganya yang terdampak cukup parah, bahkan sudah terisolir, selalu gagal mendapatkannya.
Untuk itulah bantuan bencana banjir Tanjung Pura Langkat melalui Kolaborasi
Peduli Sesama, Cinta Sesama, Bantu Sesama, Tangan
Peduli,
IMM,
SSSGC Indonesia, bergerak cepat mengirim bantuan bencana banjir secara langsung ke daerah yang sudah terisolir dalam beberapa hari sejak banjir melanda Kecamatan Tanjung Pura Langkat.
Sebelum menyalurkan bantuan, pihak panitia kolaborasi sudah berkoordinasi dengan Camat Tanjung Pura melalui Kasi Pemerintahan Kecamatan.
Dalam mengirim bantuan ke Desa Pekubuan yang poskonya berada di sekitar 3 kilometer lebih dari pintu masuk Tanjung Pura, pihak kolaborasi memindahkan barang-barang bantuan (sembako dll) dari kenderaan roda empat ke dua sampan kecil, satu sampan diisi penuh dengan sembako dan sejenisnya, sedangkan satu sampan lagi barang sembako dan anggota Tangan
Peduli Fordisk S7 84 Medan serta anggota
IMM.
Karena sampan tidak menggunakan mesin sekitar dua jam lebih baru sampai di posko bantuan Desa Pekubuan yang berada di atas jembatan besi baja, disebabkan ditempat itulah lokasinya yang paling tinggi, apalagi air banjir di daerah tersebut yang mencapai pinggang orang dewasa, bahkan di beberapa titik ada mencapai dada orang dewasa.
Dalam mencapai posko, sampan rombongan kolaborasi disorong oleh berapa perangkat desa dan warga Desa Pekubuan, cukup sedih bahkan menitikkan air mata, melihat kondisi yang memprihatinkan ke penduduk desa yang seluruhnya terdampak tanpa kecuali, banyak warga yang sudah mengungsi bahkan ada yang meninggalkan ternak-ternaknya, bahkan menurut warga setempat ada 12 ekor lembu yang mati, yang bangkainya masih mengambang di desa itu.
Penduduk desa tambah merana, setelah beberapa hari ini aliran listrik sudah padam. Infonya seluruh wilayah Kecamatan Tanjung Pura aliran listrik padam.
Pukul 16.30 WIB, sampailah di posko Desa Pekubuan dan dilanjutkan dengan menyerahkan bantuan.
Adapun bantuannya antara lain, beras, minyak goreng, gula, teh, roti kering, susu kemasan, air meneral kemasan botol dan gelas, selimut, pakaian perempuan, pakaian dalam perempuan dan lelaki, mukena, pampers balita, obat-obatan, lilin untuk penerangan diwaktu malam, dan lain sebagainya.
Bantuan langsung diterima Kades Rahman yang ditemani beberapa Kepala Dusun, dan disaksikan warga penduduk desa yang mengungsi di posko tersebut, mengucapkan terimakasih kepada tim kolaborasi peduli sesama bahkan mengaku terharu atas sumbangan yang datang langsung ke Desa Pekubuan.
Rahman mengatakan Desa pekubuan ada 1.700 Kepala Keluarga, dengan total 6.000 penduduk, yang semuanya terdampak. Bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) belum ada satupun yang mereka terima, kalaupun ada itu dari para relawan atau dari pihak swasta, cukup miris memang.
Ketika ditanya awak media yang ikut dalam rombongan apakah ada dalam bencana banjir ini bantuan evakuasi atau sejenisnya dari Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat berperan?, hingga saat ini belum ada, jawab kades Rahman, yang diamini para kadus dan warga.
Selanjutnya koordinator kolaborasi peduli sesama Mulkan Ilzan mengatakan bantuan ini jangan dilihat dari segi materinya, tapi dari ke ikhlasan serta keprihatinan yang mendalam kepada warga desa dalam menghadapi bencana banjir di akhir tahun ini, Mulkan juga mengatakan bantuan ini kerjasama antara Tangan
Peduli Fordisk SMA 7 1984 Medan,
SSSGC dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (
IMM), sekitar 30an menit rombongan di posko, tim kolaborasi peduli sesama kembali ke titik awal di pintu masuk Tanjung Pura dengan menggunakan sampan juga namun memakai mesin, agar cepat sampai karena menjelang magrib, desa akan gelap gulita karena aliran listrik yang padam.
Sebelum beranjak pergi dari posko, kaum ibu-ibu memohon doanya kepada tim rombongan untuk mendoakan juga agar bencana banjir segera berakhir dan air segera surut. Aamiin serempak rombongan dan warga mengaminkan.
Dalam perjalanan kembali ke lokasi titik awal penjemputan dengan sampan, tim rombongan sempat melewati lokasi bangkai belasan ekor lembu yang mengambang disertai bau busuk yang menyengat hidung.**
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News