Selasa, 31 Maret 2026

Polda Maluku Bantu Korban Banjir, “Maluku Tarus Biking Bae, Basudara Tarus Biking Bae”

Josmarlin Tambunan - Rabu, 10 Desember 2025 21:14 WIB
Polda Maluku Bantu Korban Banjir, “Maluku Tarus Biking Bae, Basudara Tarus Biking Bae”
Polda Maluku diwakili Kompol Andreas Sihite menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Kec Medan Polonia, Rabu (10/12).(ist)
Medan, MPOL:Semboyan "Maluku Tarus Biking Bae, Basudara Tarus Biking Bae", pada Rabu (10/12/2025), menggema di halaman Masjid Taufiq di Jalan Pendidikan, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, adalah warga yang terdampak banjir Kota Medan yang meneriakkan semboyan tersebut.

Baca Juga:
Korban yang mayoritas para ibu disana seolah meluapkan rasa syukurnya setelah Polda Maluku melalui Kompol Andreas Sihite menyalurkan bantuan 200 paket sembako.

"Terimakasih Pak Dadang (Kapolda Maluku Irjen Pol Prof Dr Dadang Hartanto SIK SH MSI) atas bantuannya. Kami nggak nyangka, meski jauh disana (Maluku) beliau masih peduli dengan kami disini," ucap para ibu secara serentak tanpa dikomandoi.

Komitmen Polda Maluku agar Kita Medan kembali pulih ditunjukkan dengan menyalurkan bantuan 1000 paket sembako. Bukan hanya di Kecamatan Medan Polonia, korban banjir di Kecamatan Medan Marelan dan Kabupaten Langkat pun diterobos. Asal bantuan bisa disalurkan.

"Ini memang menjadi komitmen kemanusiaan Polri terkhusus Polda Maluku dan Polda-Polda seluruh Indonesia, untuk menyalurkan sebanyak 1000 paket sembako bagi warga terdampak di Marelan, Medan Polonia, Langkat dan beberapa daerah lainnya. Bantuan mulai kita distribusikan sejak beberapa hari lalu dan langsung diserahkan kepada masyarakat yang selama sepekan terakhir masih berjuang dalam kondisi sulit pasca banjir," kata Kompol Andreas, asli anak Siantar ini.

Andreas merinci, sejak minggu lalu, menyalurkan ratusan paket sembako untuk para korban. Bertahap mulai dari Marelan hingga Langkat. "Semalam (Selasa, 09/12/2025) kami salurkan ke Langkat. Daerahnya sulit ditembus lewat jalur darat. Terpaksa kita salurkan dengan mengunakan sampan," kata Andreas. "Yang penting para korban tertolong," tambahnya.

Pada Rabu ini, bantuan diberikan kepada sedikitnya 200 korban terdampak banjir di Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia. "Miris liatnya. Para korban terpaksa mengungsi ke masjid-masjid," sebutnya.

Bantuan 200 paket sembako dari Polda Maluku ini diserahkan melalui perwakilannya yakni, Kompol Andreas H Sihite (Kasubdit 4 Ditintelkam Polda Maluku) yang diterima oleh Ketua BKM Masjid Taufik, Yusri dan Ketua BKM Masjid Ar Ridho Ferry Ramadhani didampingi Kepala Lingkungan 1 Teguh Lukman Priyanto, Kepala Lingkungan 2
Kelana Putra dan Tokoh Masyarakat H.Mhd Yunus, Yom Alizar, Tengku Ahmad Jajuli serta ratusan warga yang terdampak banjir di Kelurahan Polonia, Kecamatan Polonia.

Bantuan ini merupakan inisiatif solidaritas lintas wilayah, di mana Polda Maluku mengirimkan paket sembako (bahan pokok) sebagai bentuk empati Polri terhadap musibah di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.

Kapolda Maluku Prof Irjen Dadang Hartanto, merupakan alumni Akpol 1994 dan mantan Kapolrestabes Medan, menekankan bahwa ini adalah "panggilan moral Polri untuk hadir sebagai saudara di tengah bencana".

Masyarakat penerima bantuan mengungkapkan rasa terima kasih mendalam. Seorang tokoh masyarakat Yom Alizar berkata, "Walaupun Pak Dadang sudah berada di Maluku, tapi beliau masih ingat dengan Kota Medan, kita berterimakasih banyak, dengan bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat. "Semoga Pak Dadang dan keluarga sehat selalu, serta dimudahkan urusannya, amiin," ucapnya.

Serempak warga meneriakkan yel-yel "Maluku Tarus Biking Bae, Basudara Tarus Biking Bae!!" Meniru tulisan tertera pada spanduk yang dipasang di lokasi.

Untuk diketahui wilayah Kelurahan Polonia ini adalah salah satu wilayah yang terdampak parah oleh banjir, selain beberapa wilayah lainnya. Sungai Babura dan Sungai Deli yang meluap menginvasi rumah-rumah membuat warga terpaksa mengungsi di Masjid Taufik dan Masjid Ar Ridho.

Seorang ibu yang ditemui wartawan dilokasi pembagian bantuan mengatakan dirinya sekeluarga dan para warga lain terpaksa mengungsi selama dua hari berturut-turut saat air sedang tinggi-tingginya. (rel)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Josmarlin Tambunan
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru