Sabtu, 28 Februari 2026

Karamnya Bisnis Sabu Terbesar di Medan

Redaksi - Kamis, 01 Januari 2026 14:28 WIB
Karamnya Bisnis Sabu Terbesar di Medan
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak saat debut penyergapan beruntun di kawasan Jermal XV. (Ist)
Medan, MPOL - Berakhir sudah semarak fenomena transaksi narkoba di Jermal XV setelah satu dekade kawasan itu menjadi basis dagang sabu terbesar di Medan. Demikian temuan di awal 2016. Lantas apa biang karamnya bisnis super untung itu ?

Baca Juga:
Semua bermula dari ketegasan niat dan laku Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak memberangus
peredaran narkoba di Kota Medan.

Lewat penyergapan beruntun sepekan terakhir, aksinya menurunkan 228 personil gabungan Polri guna merazia kawasan Jalan Jermal XV -serta Jermal VII dan XII- terbukti memberantakkan kisah eksis dan laris manisnya pasar narkoba di wilayah Kelurahan Denai itu.

Sejurus kisah 28 orang dari kawasan itu digelandang ke bui, polisi pun memusnahkan barak-barak yang selama ini menjadi lokasi para junkie di sana menyedot asap sabu atau bermain judi dingdong dan tembak ikan.

"(Kawasan Jermal) ini merupakan (pegangan) kartel terbesar yang ada di wilayah hukum Polrestabes
Medan. (Kartel ini) sudah bertahun-tahun (beroperasi) dan (jaringannya) sudah menggurita," jelas Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak soal peta kekuatan sindikat narkoba Jermal XV.
Itu dibebernya jelang tutup tahun 2025 atau paska operasi 'membersihkan' kawasan Jermal XV digelar.

Belum genap 100 hari memimpin pengamanan Kota Medan, alumnus Akpol 1999 dengan kiprah membongkar sejumlah sindikat besar narkoba ini pun mengurai temuannya soal sindikat Jermal XV.

Menurut Calvijn, gurita sindikat Jermal XV selama ini menjalankan operasi dagang narkoba dengan tata sistem yang rapi dan terstruktur.

"Setiap portal (di kawasan) itu dijaga. Bila ada warga yang diketahui baru masuk (Jermal) dengan tujuan membeli narkoba, orang itu cukup menunggu di portal dan barang (laknat) akan diantar," tutur dia, mencontohkan aturan transaksi khusus konsumen baru.

"Kalau sudah sering (ke Jermal), imbuhnya, "baru dibolehkan masuk dan menggunakan fasilitas yang ada."

Pola operasi dagang narkoba yang rapi plus terstruktur di Jermal XV diketahui terjalin selaras dan berkesinambungan.

Itu terlihat mulai lakon pemasok sabu disambut tim 'Putor' alias pungut - setor omset menyalurkan narkoba ke para pengedar di lapangan diiring aksi kawal sejumlah penjaga barak dan beberapa orang memantau kondisi kawasan itu.

Semua kerja selaras dan terus menerus itu praktis membuat sindikat Jermal XV yang beroperasi 24 jam dilaporkan mampu menuai omset bernilai seratusan juta rupiah saban hari.

Beruntung Kombes Calvijn lihai menemukan celah lemah di balik kerja sindikat terkoodinir itu.

Penyergapan berantai dengan waktu aksi digelar acak sekaligus tak disangka terbukti memberantakkan kisah cuan wah sindikat di sana.

Menurut Kombes Calvijn, pihaknya kini tengah memburu GS sang bos sindikat Jermal XV serta kaki tangannya.

Sementara itu, meski laju bisnis sindikat Jermal XV kini tampak karam, sejumlah pengamat sosial menilai pemberantasan narkoba di sana tidak bisa semata mengandalkan penindakan hukum.

Menurut mereka, sistem pendekatan terpadu diperlukan guna memulihkan kondisi sosial kawasan lama ter-black list itu.
Analisis itu membuat kawasan Jermal XV kini berada di persimpangan sejarah.

Dua sisi yang mendesak penegakan hukum sebangun aksi rehabilitasi pecandu narkoba dan pemberdayaan ekonomi warga setempat itu diyakini menjadi kunci kawasan Jermal XV tidak lagi kembali menjadi kampung para pemadat. Semoga ... (fm)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Baringin MH Pulungan
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru