Selasa, 13 Januari 2026

DPP PPRN Indonesia Berharap Polres Toba Segera Ungkap Kebakaran Sopo Parsaktian Datu Pejel di Sibisa

Josmarlin Tambunan - Selasa, 13 Januari 2026 19:42 WIB
DPP PPRN Indonesia Berharap Polres Toba Segera Ungkap Kebakaran Sopo Parsaktian Datu Pejel di Sibisa
Ketua Umum DPP PPRN Indonesia Rajamin Sirait,SE memperlihatkan Surat Penjelasan terbuka kebakaran Sopo Parsaktian Datu Pejel di Sibisa dengan didampingi pengurus, Jonang MP Sitorus, SH (Sekjen), Budi Agung Manurung (Wasekjen) dan Tuan Nanser Sirait (Dewan Penasehat), kepada wartawan di Medan, Selasa (13/1/26).(foto. Jos Tambunan)
Medan, MPOL: Kasus kebakaran Situs Bersejarah Sopo Parsaktian Datu Pejel di Desa Parsaoran Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kab Toba tengah dilakukan penyelidikan oleh Polres Toba bekerja sama dengan Polda Sumut.

Baca Juga:

Kasus kebakaran bangunan bersejarah milik Pomparan Datu Pejel Narasaon dilaporkan ke Polres Toba dengan bukti laporan polisi: LP/B/577/XII/2025/SPKT Polres Toba/Polda Sumut tanggal 28 Desember 2025 atasnama pelapor Jonang M.P Sitorus, mewakili Parsadaan Pomparan Raja Narasaon Indonesia (PPRN).


"Kami berterimakasih atas respon cepat Polres Toba dan Polda Sumut yang tengah melakukan penyelidikan atas kebakaran yang menghanguskan Sopo Parsaktian Datu Pejel di Desa Parsaoran Sibisa, Kecamatan Ajibata. Kami sangat berharap polisi dapat segera mengungkapnya apakah sengaja dibakar atau terbakar sehingga tidak terjadi kesimpang siuran informasi diantara pomparan Raja Narasaon," kata Ketua Umum DPP PPRN Indonesia Rajamin Sirait,SE didampingi Jonang MP Sitorus,SH (Sekretaris DPP PPRN Indonesia), Budi Agung Manurung (Wakil Sekjen) dan Tuan Nanser Sirait (Dewan Panasehat) kepada wartawan di Medan, Selasa (13/1/2026).


Rajamin mengakui telah bertemu langsung dengan Dirres Krimum Poldasu Kombes Rico Taruna Mauruh menyampaikan laporan pengaduan terkait kebakaran Sopo Parsaktian Datu Pejel. Beliau telah mengatensikan dan berkordinasi dengan Polres Toba untuk segera mengungkap kasus kebakaran Sopo Parsaktian Datu Pejel, situs bersejarah yang bernilai sangat tinggi tersebut.

"Kami mengapresiasi Polda Sumut yang mengatensikan penyelidikan kebakaran Sopo Parsaktian Datu Pejel tersebut," jelas Rajamin Sirait.


Sekretaris DPP PPRN Indonesia, Jonang MP Sitorus,SH menambahkan, Sopo Parsaktian Datu Pejel hangus dilahap api pada Rabu (24/12/25) sekitar pukul 17.00 wib. Dia mengatakan sangat kecil kemungkinan kebakaran terjadi akibat arus pendek listrik namun lebih diyakini akibat kesengajaan oknum yang tidak bertanggung jawab.


"Sopo Parsaktian Datu Pejel Narasaon sangat berhaga bagi kami karena situs ini adalah melambangkan sebuah budaya dan catatan sejarah terhadap opung kami Datu Pejel. Kami meyakini bahwa sopo parsaktian ini merupakan sarana atau tempat dari kecil untuk bagaimana dia menyampaikan permintaannya kepada Tuhan dan mengatur daerah kekuasaannya," jelas Jonang.


Dengan kejadian ini, jelas Jonang Sitorus, Pomparan Raja Narasaon sangat kehilangan yang luar biasa, dimana salah satu peninggalan leluhur kami hilang akibat kebakaran.

Dia mengatakan, pasca kebakaran yang menghanguskan Sopo Parsaktian Datu Pejel, telah menimbulkan banyak spekulasi dan praduga. Untuk meluruskan seluruh prasangka dan tuduhan-tuduhan miring serta menjaga meluasnya miskomunikasi yang semakin meruncing diantara semua Pomparan Raja Narasaon, maka DPP PPRN Indonesia mengeluarkan surat penjelasan terbuka untuk memberi informasi terkait situasi pasca terbakarnya Sopo Parsaktian Datu Pejel di Desa Parsaoran Sibisa, Kec Ajibata.

"Sopo Parsaktian Datu Pejel yang ada di Sibisa adalah satu situs budaya dan sejarah Datu Pejel yang sangat bernilai tinggi, sebagai asset warisan dari Datu Pejel kepada seluruh pomparan Raja Narasaon dimanapun berada," demikian petikan salah satu butir surat penjelasan terbuka.

DPP PPRN Indonesia menyambut baik adanya inisiatif dari warga Sibisa yang langsung membentuk panitia lokal dan menganjurkan agar panitia yang ditugasi bekerja sama dengan panitia lokal dalam menjalankan proses pembangunan tersebut. Dengan harapan bahwa proses hukum tetap berjalan untuk mengungkap pelaku pembakaran tersebut guna memberikan efek jera dan memberi jawaban kepada seluruh warga Narasaon bahwa terbakarnya Sopo Parsaktian jelas apa motifnya dan siapa pelakunya, sehingga dimasa mendatang tidak ada lagi informasi yang simpang siur dari kejadian tersebut.

"DPP PPRN Indonesia meminta kepada panitia lokal yang di Sibisa agar jangan dulu memulai tahapan pelaksanaan pembangunan sebelum pelaku pembakara diungkap oleh pihak kepolisian," demikian petikan terakhir.

Surat penjelasan terbuka itu ditandatangani Ketua Umum DPP PPRN Indonesia Rajamin Sirait,SE, Jonang MP Sitorus (Sekjen), Budi Agung Manurung (Wakil Sekjen), Ir Sahat Butarbutar (Ketua I DPP PPRN) dan Dewan Penasehat Tuan Nanser Sirait, tertanggal 13 Januari 2026.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Josmarlin Tambunan
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru