Padang Lawas , MPOL - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit pada Minggu ketiga Januari 2026 menunjukkan pergerakan berbeda di sejumlah wilayah Sumatera Utara.
Baca Juga:
Di Kabupaten Padang Lawas, harga
TBS sawit mengalami kenaikan, sementara di wilayah Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) justru mengalami penurunan.
Di Padang Lawas, harga
TBS sawit naik dari Rp 2.920 per kilogram Minggu lalu menjadi Rp 3.120 per kilogram Minggu ini. Hal ini disampaikan Diman (56) seorang petani kebun sawit, saat menimbang hasil panen di RAM Makmur, Desa Paranjulu, Kecamatan Aek Nabara Barumun, Kabupaten Padang Lawas, kamis (22/1) kemaren.
"Alhamdulillah, minggu ketiga Januari ini harga
TBS naik cukup signifikan. Dari Rp 2.920 sekarang menjadi Rp 3.120 per kilogram," ujar Diman.
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di wilayah Kecamatan Batang Toru, dan Siais, Kabupaten Tapsel. Harga
TBS sawit di daerah tersebut turun dari Rp 2.250 per kilogram menjadi Rp 2.200 per kilogram.
Penurunan harga ini disampaikan H. Maraganti Harahap, petani kebun sawit asal Desa Garonggang (Mosa), Kecamatan Siais, dan Pahri Siregar petani sawit di desa huta Godang kecamatan Angkola sangkunur Batang Toru.
"Di wilayah kami justru turun, Penurunan ini sangat terasa bagi petani karena langsung berdampak pada pendapatan," kata Maraganti Harahap.
Menurut pengamatan warga setempat, penurunan harga
TBS sawit di wilayah Tapsel, diduga disebabkan masih terisolasinya sejumlah ruas jalan akibat bencana alam yang terjadi beberapa waktu lalu. Kondisi tersebut menghambat distribusi
TBS dari kebun ke pabrik pengolahan.
Pantauan, Medan Pos, dilapangan Pemerintah Kabupaten Tapsel cq Dinas terkait sedang melakukan percepatan perbaikan infrastruktur jalan yang terdampak bencana.
Pemerintah daerah berharap perbaikan akses jalan dapat segera memulihkan kelancaran distribusi hasil perkebunan.
"Kami sedang mengupayakan perbaikan jalan-jalan yang rusak akibat bencana agar distribusi hasil pertanian dan perkebunan kembali normal, Jika akses lancar, harga di tingkat petani diharapkan ikut membaik," ujar perwakilan Pemkab Tapsel.
Sementara itu, pihak pengelola RAM Makmur di Desa Paranjulu menyatakan kenaikan harga
TBS di Padang Lawas dipengaruhi oleh kondisi pasokan dan kelancaran transportasi. Manajemen RAM juga menegaskan bahwa penetapan harga mengikuti kondisi pasar dan kualitas
TBS petani.
"Kami menyesuaikan harga dengan kondisi pasar dan kualitas
TBS. Selama pasokan lancar dan mutu terjaga, harga bisa lebih baik bagi petani," kata pihak RAM Makmur.
Pemerintah daerah baik di Padang Lawas maupun Tapsel berharap stabilitas harga
TBS sawit dapat terjaga, sehingga kesejahteraan petani sawit tetap meningkat dan roda perekonomian masyarakat berjalan normal.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani