Kamis, 05 Februari 2026

Dapur MBG RAPTARULI Sipoholon Kedepankan Kualitas Untuk Menjaga Mutu Makanan

Darwin Manalu - Kamis, 05 Februari 2026 17:54 WIB
Dapur MBG RAPTARULI Sipoholon Kedepankan Kualitas Untuk Menjaga Mutu Makanan
Ist
Kepala SPPG Harry Nainggolan dan pekerja dapur MBG Raptaruli saat packing nasi MBG ke omprengan.
Taput, MPOL -Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Raptaruli sipoholon kedepankan kualitas dan berdayakan bahan baku dari UMKM lokal untuk menjaga mutu makanan.

Baca Juga:
Sejak beroperasi enam bulan lalu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) RAPTARULI Sipoholon kabupaten Tapanuli Utara senantiasa menjaga kualitas makanan kepada 3.232 sasaran pelajar termasuk ibu hamil.

Dipandu kepala SPPG Harry Gunawan Nainggolan, Kamis (5/2/2026) , awak media memonitor sebuah bangunan cukup megah dan luas yang dijadikan dapur SPPG.

Pantauan awak media, mengarah ke sejumlah ruangan yang terpisah dengan berbagai fungsi.

Di pintu masuk Dapur MBG yang berada dijalan lintas Sipoholon-Tarutung tepatnya simpang Seminarium HKBP, terdapat ruangan quality kontrol.

Ruangan tersebut arus barang bahan yang dicek kualitasnya oleh akuntan, selanjutnya disebelahnya gudang kering untuk bumbu, gudang basah sebagai marinasi bahan baku seperti ayam sebelum masuk freezer.

Selanjutnya ruangan alat masak, ruangan persiapan mengolah sayuran dan melangkah ke pencucian bahan baku ,pencucian omprengan dengan tiga metode terpisah untuk menjaga sterilisasi.

Ruangan mengolah makanan dengan kompor high pressure berseberangan dengan ruangan pemorsian dengan sarana prasarana standarisasi dari BGN.

Kepala SPPG Harry Nainggolan mengatakan dapur RAPTARULI melayani 3.232 porsi setiap harinya dengan sasaran pelajar SMAN 1 Sipoholon, SMK Swasta St Nahanson, SMPN 1 Sipoholon.

Untuk sasaran sekolah dasar negeri berada di SDN 173144 Silangkitang,
SDN 173135 Lumban Baringin, SDN 173132 Lumban Baringin,
SDN 173133 Lumban Baringin, SDN 177032 Hutauruk , SDN 173146 Sipoholon, SDN 177653 Sibadak, SDN 174573 Hutaraja, SDN 173141 Hutaraja
SDN 175744 dan PAUD Cnta Kasih serta Bonapasogit .

" Sasaran kita tidak hanya pelajar, juga ibu hamil di Desa Hutauruk dan Simanungkalit," paparnya.

Dibawah yayasan Patriot Generasi Emas Indonesia (BISUKMA) dengan standarisasi , fasilitasi memadai namun juga mempekerjakan sumber daya manusia yang tinggi

" Terdapat 52 pekerja secara keseluruhan dengan 4 tim yang bekerja melakukan pengolahan makanan hingga tersaji dengan layak dimulai pukul 2 dini hari. Pemorsian dimulai pukul 4 pagi dan selesai pukul 6. Mulai pengantaran pukul 7 hingga selesai dikisaran pukul 11 hingga 12 siang," paparnya.

Harry menyebut untuk menjaga kualitas makanan agar tidak basi , makanan tidak dipacking dalam keadaan panas.

Sementara itu, mengupayakan pengolahan makanan baik itu sayuran diminimalkan tidak berkuah.

" Itu caranya agar makanan tidak cepat basi. Walaupun ada koperasi, dapur MBG RAPTARULI tetap mengupayakan bahan baku dari UMKM sehingga ekonomi bisa tumbuh," ucapnya.

Terpisah pemilik dapur MBG RAPTARULI Tota Situmeang menyebutkan pihaknya hanya menyediakan fasilitas dan yang mengolah secara teknikal dibawah kendali kepala SPPG dan yayasan.

Mantan anggota DPRD Taput tersebut mengakui sebagai pemilik dapur serta menyediakan fasilitas berharap kepala SPPG tetap menjaga kualitas makanan yang disajikan perporsinya.

" Terkadang saya ingin bicara bila ada nanti moment dengan BGN, pemilik dapur tidak bisa terlibat begitu jauh kedalam proses pengolahan hingga penyediaan MBG," ucapnya.

Disatu sisi, ada baiknya , namun juga disisi lain, seharusnya pemilik dapur bukan hanya pasif setelah menyediakan fasiltas akan tetapi bisa ikut memonitor.

" Kami pun ingin meminimalkan resiko, kalau terjadi apa-apa, dapur ditutup, kami yang rugi. Artinya kami sangat punya kepentingan agar apa yang diberikan ke sasaran yakni pelajar dan Bumil aman, sehat dan bergizi. Dan memang sejauh ini saya masih bisa bersinergi dengan kepala SPPG sehingga sajian MBG kepada sasaran bisa berjalan dengan baik," pungkasnya.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Maju Manalu
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru