Rabu, 10 Juni 2026

Aksi Tumpas Narkoba dan Penadah Sawit Mendadak Redup, Warga Kampung Rakyat Curiga Ada Permainan

Candra Siregar - Sabtu, 09 Mei 2026 22:04 WIB
Aksi Tumpas Narkoba dan Penadah Sawit Mendadak Redup, Warga Kampung Rakyat Curiga Ada Permainan
Kapolsek Kampung Rakyat AKP Ilham Lubis bersama Camat Kampung Rakyat Ali Brahamsar Nasution dan Ketua BPD Kholiq hadir guna menetralisir masyarakat Air Merah
Kampung Rakyat, MPOL - Rencana aksi besar yang sebelumnya disebut-sebut bakal mengguncang Polsek Kampung Rakyat mendadak gagal terlaksana dan memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat Dusun Air Merah. Penarikan laporan oleh koordinator aksi secara tiba-tiba membuat gerakan yang awalnya mengusung agenda pemberantasan narkoba dan penadah sawit berubah menjadi sekadar forum diskusi di Balai Desa Air Merah, Jumat (08/05/2026).

Baca Juga:
Kondisi itu memicu kekecewaan warga yang sejak awal berharap ada tekanan nyata terhadap maraknya peredaran narkoba jenis "garam cina", pencurian sawit, hingga praktik penadah sawit yang disebut semakin meresahkan di wilayah Kampung Rakyat.

Aksi yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari itu akhirnya kehilangan gaung sebelum benar-benar dimulai.

Di tengah masyarakat, berbagai dugaan pun mulai berkembang.

Sejumlah warga mempertanyakan alasan mendadak dibatalkannya aksi. Tidak sedikit yang menduga adanya upaya pembungkaman gerakan, kepentingan tertentu, hingga isu adanya pihak yang mencoba memainkan situasi demi menggoyang posisi Kapolsek.

Meski demikian, hingga kini belum ada penjelasan resmi yang mampu menjawab seluruh tanda tanya tersebut.

Dalam forum yang digelar menggantikan aksi, Camat Kampung Rakyat, Ali Brahamsar Nasution, meminta masyarakat tidak tinggal diam menghadapi persoalan narkoba dan pencurian sawit yang terus terjadi.

"Berbuatlah untuk melindungi kampung kita agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya di hadapan warga.

Sementara itu, Kapolsek Kampung Rakyat, AKP Ilham Lubis, menegaskan pihak kepolisian tetap bekerja sesuai prosedur hukum. Ia menyebut aparat sempat melakukan pengejaran terhadap terduga bandar berinisial AB dan Cenot, namun keduanya tidak berada di lokasi saat petugas turun.

"Kalau AB dan Cenot pulang ke kampung, saya pastikan akan kami tangkap," tegasnya.

Namun pernyataan tersebut justru menuai reaksi keras dari warga. Beberapa masyarakat menilai peredaran "garam cina" masih berlangsung terbuka dan belum tersentuh penindakan serius. Nama Anto Parang bahkan disebut warga masih bebas beraktivitas tanpa hambatan hukum.

Warga juga menilai maraknya narkoba berkaitan langsung dengan meningkatnya kasus pencurian di kampung. Berbagai peralatan pertanian milik masyarakat, mulai dari angkong hingga batu asah, disebut hilang satu per satu tanpa adanya penyelesaian yang jelas.

Ketua KPAD yang hadir dalam forum itu mengaku prihatin dengan kondisi Desa Air Merah yang dinilai semakin tidak terkendali. Ia bahkan menyinggung hilangnya tong sampah milik ayahnya yang dikenal sebagai tokoh agama setelah sempat menegur seorang pemuda di kampung tersebut.

Keluhan serupa datang dari Lastri, warga yang telah puluhan tahun tinggal di Desa Air Merah. Menurutnya, situasi keamanan kampung dalam lima tahun terakhir semakin memburuk.

"Peredaran garam cina, pencurian sawit, dan penadah sawit tumbuh subur seperti jamur di musim hujan. Polisi selalu datang terlambat," ujarnya.

Ia pun mempertanyakan peran aparat dalam menjaga keamanan masyarakat.

"Di mana polisi yang ditugaskan menjaga kamtibmas? Seolah hilang begitu saja," katanya kecewa.

Nada tegas juga disampaikan Ketua Karang Taruna Desa Air Merah. Ia menyatakan siap memimpin masyarakat melakukan aksi besar ke Polsek Kampung Rakyat apabila persoalan narkoba, pencurian sawit, kenakalan remaja, hingga praktik penadah sawit terus dibiarkan.

"Saya tidak bisa dibeli siapa pun. Saya hanya ingin menyelamatkan generasi muda di kampung kami," tegasnya.

Kini warga hanya bisa menunggu apakah janji pemberantasan narkoba dan penadah sawit benar-benar direalisasikan, atau kembali menguap seiring gagalnya aksi yang sebelumnya digadang-gadang akan membongkar.***

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru