Serdang Bedagai, MPOL - Puluhan petani Dusun II dan III Desa Sei Rejo Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (
Sergai), menggelar aksi damai dengan menyegel Kantor Kepala Desa, Sabtu (1/8/2026).
Baca Juga:
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap persoalan irigasi yang dinilai belum mendapat penyelesaian dari pemerintah desa maupun pengurus Perkumpulan
Petani Pemakai Air (P3A).
Tindakan itu dilakukan sebagai simbol kekecewaan warga terhadap tidak hadirnya Kepala Desa Sei Rejo, Muliono, dalam pertemuan mediasi yang sebelumnya dijanjikan.
Sejak pagi hari, warga telah berkumpul di kantor desa dengan harapan dapat berdialog langsung dan memperoleh solusi atas persoalan distribusi air yang sudah berlangsung beberapa waktu terakhir.
Namun hingga siang hari, mediasi tidak terlaksana karena Kepala Desa tidak hadir, sehingga memicu kekecewaan warga yang merasa aspirasi mereka diabaikan.
Menurut para petani, aksi tersebut merupakan buntut dari ketidakpuasan terhadap kepengurusan P3A Desa Sei Rejo yang dianggap kurang berpihak kepada kepentingan petani.
Salah satu pemicu utama protes adalah ditutupnya saluran irigasi yang menghubungkan Dusun III menuju Dusun II.
Mereka mendesak pemerintah desa segera melakukan evaluasi dan mengganti pengurus P3A agar pengelolaan irigasi dapat berjalan lebih adil dan efektif.
Persoalan itu disebut belum mampu diselesaikan oleh pengurus P3A, sehingga mengganggu distribusi air, terutama air irigasi yang akan mengairi ke areal persawahan milik warga.
Para petani khawatir kondisi tersebut dapat berujung tidak bisa menikmati air irigasi apabila saluran irigasi yang bermasalah tidak segera dipulihkan.
Dalam aksi itu, mereka menegaskan bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah langkah nyata, bukan sekadar janji penyelesaian.
"
Petani disini butuh air irigasi, bukan sekadar janji-janji," ujar salah seorang peserta aksi di hadapan warga lainnya.
Massa juga memberikan ultimatum selama 1x24 jam kepada Kepala Desa Sei Rejo untuk memberikan penjelasan sekaligus mengambil langkah konkret menyelesaikan persoalan tersebut.
Jika tidak ada tindak lanjut, warga mengancam akan menggelar aksi lanjutan, termasuk menggembok pagar kantor desa.
Menanggapi situasi itu, Wakil Ketua Bidang Buruh Tani dan Nelayan Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara, Iqbal Alkindi, meminta Pemkab
Sergai segera turun tangan.
Menurutnya, air merupakan kebutuhan mendasar sektor pertanian sehingga penyelesaiannya tidak boleh berlarut-larut karena dapat mengganggu produktivitas pangan dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani.
Sementara itu, saat dikonfirmasi wartawan, Kepala Desa Sei Rejo, Muliono, mengaku sedang sakit sehingga tidak dapat menemui warga yang melakukan aksi.
Ia memastikan akan mengundang seluruh pihak terkait, termasuk Dinas Pertanian, penyuluh pertanian, pengurus P3A, Gapoktan, dan kelompok tani untuk duduk bersama mencari solusi.
"Senin nanti kita undang secara resmi semua pihak supaya persoalan ini bisa diselesaikan bersama," ucapnya.
Hingga kini, masyarakat masih menunggu realisasi mediasi tersebut dan berharap persoalan irigasi segera tuntas agar musim tanam tidak berujung pada gagal panen dan kerugian yang lebih besar. (ARM).
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani