Labuhanbatu, MPOL -Sejatinya, pemberantasan Narkoba bukan hanya identik dengan menindak pelaku saja. Namun, peran serta masyarakat juga menjadi pendukung utama dalam konteks menyampaikan laporan.
Baca Juga:
Hal ini pun menjadi tanggapan serius yang disampaikan
Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya S.I.K.,M.Si, melalui Kasi Humas Polres Labuhanbatu AKP Aswin Irwan, kepada wartawan, Jumat (26/6/2026).
"
Pemberantasan narkoba memang bukan hanya soal menangkap pelaku. Di balik setiap operasi terdapat proses verifikasi, penyelidikan, serta kerja sama antara aparat dan masyarakat," ujarnya.
Diterangkan, ketika keduanya berjalan beriringan, peluang untuk memutus mata rantai peredaran narkotika akan semakin besar.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk terus melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan atau peredaran narkotika di lingkungan masing-masing.
"Dengan laporan yang akurat dan respons cepat dari aparat, upaya menciptakan kawasan yang bersih dari narkoba bukan sekadar harapan, melainkan tujuan yang dapat diwujudkan bersama," harapnya.
Amatan wartawan, situasi ini pun, terjadi di Kampung Toba, Kelurahan Aek Kanopan Timur, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, yang mendadak viral. Setelah seorang ibu Evi br Damanik melakukan aksi nekat sebagai bentuk perang melawan narkoba.
Dengan bermodal gadgetnya, dia mendatangi lokasi-lokasi diduga sebagai sarang peredaran narkotika yang belum terendus aparat penegak hukum (APH).
Seperti halnya, pada Jumat, 22 Mei 2026 lalu, di lapangan, Evi Br Damanik dan Rina Br Sipahutar warga setempat melaporkan satu titik paling rawan di Lingkungan III Kampung Toba. Dugaan adanya sebuah rumah yang dijadikan lokasi transaksi sabu.
Tanpa menunggu lama, Unit Reskrim Polsek Kualuh Hulu bersama Satres Narkoba Polres Labuhanbatu yang dipimpin Kanit Reskrim IPDA Ramadhan Hilal bergerak menuju lokasi. Setiap sudut yang dicurigai diperiksa, namun hasilnya nihil. Tidak ditemukan orang yang melakukan transaksi maupun barang bukti narkotika.
Beberapa hari kemudian, tepatnya Minggu, 31 Mei 2026, laporan serupa kembali masuk. Kali ini melalui layanan Call Center WhatsApp Polsek Kualuh Hulu. Pelapor kembali menginformasikan dugaan aktivitas narkotika di lokasi yang sama.
Respons aparat pun kembali cepat.
Tim gabungan yang terdiri dari Unit Reskrim, personel piket fungsi Polsek Kualuh Hulu, dan Satres Narkoba kembali melakukan penyisiran menyeluruh. Namun hasilnya tetap sama, tidak ditemukan aktivitas transaksi maupun barang bukti narkotika.
"Bagi sebagian orang, hasil tersebut mungkin dianggap sebagai operasi yang tidak membuahkan hasil. Namun dalam perspektif penegakan hukum, tindakan cepat aparat justru menunjukkan komitmen bahwa setiap laporan masyarakat diperlakukan sebagai informasi penting yang wajib diverifikasi. Langkah ini juga memberikan pesan kepada para pelaku kejahatan narkotika bahwa aparat selalu siap merespons setiap informasi yang masuk," ungkap Aswin.
Tidak sampai disitu, kemudian pada Sabtu (20/6/2026) pukul 22.00 wib, Satres Narkoba Polres Labuhanbatu berhasil menangkap terduga penyalahguna sabu, berinisl NS (32) warga Lingkungan II, Kampung Toba dengan kepemilikan sabu seberat 2,03 gram.
Penangkapan ini pula, ditengarai sebagai pemicu Evi br Damanik semakin nekat memerangi peredaran narkotika di kampungnya. Dan, Selasa (23/6/2026) tindakan nekatnya menjadi puncak sorotan publik. Para netizen dapat menyaksikan rekaman videonya di berbagai platform media. Dimana ditemukan lokasi rumah U seorang warga dituding sebagai bandar hingga akhirnya dibongkar dan dibakar pihak kepolisian.
Dalam kegiatannya, Satres Narkoba Polres Labuhanbatu menggelar Grebek Sarang Narkoba (GSN) di lokasi itu, Selasa (23/6/2026) malam. Namun, di sana petugas tidak menemukan aktivitas transaksi maupun pelaku penyalahgunaan narkotika, karena sesaat sebelumnya diviralkan warga tersebut.
Hanya saja, di lokasi ditemukan sejumlah barang yang diduga digunakan untuk mengonsumsi narkoba berupa delapan alat hisap (bong) dan satu buah mancis.
Kehadiran polisi secara berkala di lokasi yang dilaporkan dapat mempersempit ruang gerak para pelaku apabila memang ada aktivitas ilegal yang berusaha dilakukan secara sembunyi-sembunyi.
Atas tindakan respon cepat tersebut pun, masyarakat sekitar memberikan apresiasi kepada
Kapolres Labuhanbatu beserta jajaran Polsek Kualuh Hulu. Apresiasi tersebut, menunjukkan bahwa kehadiran polisi yang responsif mampu terus membangun kepercayaan publik.**
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News