Taput, MPOL -Koordinator Wilayah (Korwil) Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia4 (PMPHI) Sumatera Utara (Sumut), Drs Gandi Parapat menyebut tidak tertarik dengan adanya protes
Soeharto menjadi Pahlawan Nasional.
Gandi Parapat menyebut yang sudah harus dipikirkan bagaimana menjaga keutuhan NKRI, tidak ada perpecahan.
Baca Juga:
"Masalah protes Soeharto menjadi Pahlawan Nasional kami tidak tertarik. Yang harus dipikirkan bagaimana menjaga keutuhan NKRI tidak ada perpecahan", kata Gandi, Senin (10/8/2026).
Gandi menyampaikan hal tersebut setelah selesai memindahkan tulang belulang atau saring-saring Kakek/Nenek Raja Maronggis Parapat Nomor 8 yang sudah lama direncanakan dari orang tuanya bersaudara yang sudah puluhan tahun meninggal.
Memindahkan tulang belulang/Saring saring merupakan adat budaya Batak.
Dalam acara tersebut hadir utusan Bupati Taput dan Kepala Desa Silangkitang Kec Sarulla, Ketua Parapat Kota Medan Ir Posma Parapat serta ikut syukuran dengan masyarakat, makan minum dengan masyarakat sebagai pertanda kedekatan masyarakat dengan Pemkab ataupun Bupati Taput.
Gandi Parapat selaku Penasehat Nasional marga Parapat mengucapkan terimakasih kepada Bupati/jajarannya serta seluruh masyarakat yang ikut mensyukuri acara tersebut.
"Orang tua kami sekitar 40 tahun lalu sebelum mereka dipanggil yang punya, sudah merencanakan memindahkan tulang belulang Raja Maronggis Parapat No 8 dan anaknya Pettus Parapat No 9. Rapat-rapat pun dilaksanakan, tapi tidak ada solusi", kata Gandi Parapat.
Gandi terahir mengingat hidup ini hanya sementara, teringat Titah atau Hukum Taurat ke lima, harus menghormati orang tua.
Gandi ketika bersahabat dengan Bupati Taput RE Nainggolan, Gubsu Rizal Nurdin, Syamsul Arifin, Menhut MS Kaban, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, tidak memberi perhatian untuk itu.
Tapi karena suara akhir akhir ini yang selalu mendengung, akhirnya Gandi tidak berpikir panjang merehap kuburan atau makam yang sudah ada serta memindahkan tulang belulang/saring saring Raja Maronggis Parapat No 8 dan Istri Rediana Sitompul dan Pettus Parapat No 9 istri br Sitompul.
"Dengan harapan semoga keluarga besar Parapat tetap dalam lindungan Tuhan", ujarnya.*
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News