Medan, MPOL -Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara (Sumut) meyakini Presiden Prabowo tidak akan mengintervensi hakim dan berharap hakim tidak main-main dalam kasus Roy Suryo dan Dr Tifa melawan Jokowi dan Gibran.
Baca Juga:
Hal tersebut dikatakan Kordinator Wilayah (Korwil)
PMPHI Sumut, Drs
Gandi Parapat menanggapi bagaimana
PMPHI Sumut mengikuti sidang Dr Tifa- Roy yang diadukan Jokowi dan persoalan ijazah
Wapres Gibran di
Mahkamah Konstitusi (MK).
Gandi Parapat menyebut pihaknya mengikuti perkembangan persidangan tersebut dan tidak yakin Prabowo mengintervensi hakim.
"Kami pikir Prabowo sangat berharap agar hakim tidak main-main. Itulah salahsatu harapan Presiden menaikkan gaji hakim mencapai 200% walaupun dalam situasi ekonomi negara sulit", kata
Gandi Parapat, Kamis.
Mengenai ada kecurigaan Jokowi tidak mau hadir dalam persidangan, Korwil
PMPHI Sumut itu menyebut kita semua harus percaya dengan yang diungkapkan Jokowi bahwa dia akan hadir dan membawah ijazahnya.
PMPHI Sumut juga sangat mendukung Jokowi menghadiri persidangan dan meminta kepada Presiden Prabowo mendampingi Jokowi minimal memberi fasilitas agar persidangan lancar.
Dengan selesainya masalah Ijazah Jokowi, kata
Gandi Parapat, pasti masyarakat luas akan kembali mendukung Jokowi dalam beberapa hal.
Masalah izajah Gibran yang juga saat ini digelar di MK,
Gandi Parapat meyakini tidak ada salah
Wapres Gibran.
"Mungkin hal itu tidak masalah, namun perlu juga disikapi Gibran dan pakar hukum", sebutnya.
"Dan harapan kami kepada hakim yang menyidangkan Tifa dan Roy melawan Jokowi dan juga hakim MK terkait ijazah Gibran agar membuat keputusan membela kebenaran Jokowi dan
Wapres Gibran", tutup GandiParapat.**
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News