Deli Serdang, MPOL: Dua dekade berlalu, jalan di Dusun V, Desa Namo Bintang, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, masih rusak parah. Warga bahkan harus patungan membeli tujuh dump truck pasir dan batu (sirtu) untuk menimbun jalan yang tak kunjung diperbaiki secara permanen.
Baca Juga:
Upaya swadaya itu dilakukan pada Februari 2026. Sekitar 30 kepala keluarga bergotong royong menutup lubang-lubang jalan sekaligus membersihkan parit yang kerap dipenuhi air ketika hujan. Perbaikan tersebut hanya dimaksudkan sebagai solusi sementara agar akses warga tetap dapat digunakan.
Delapan bulan setelah aksi swadaya itu, kondisi jalan belum banyak berubah. Sejumlah bagian masih rusak dan warga mengaku belum melihat tindak lanjut perbaikan secara menyeluruh.
"Kami sudah berusaha memperbaiki dengan kemampuan warga. Sampai sekarang kondisi jalan masih rusak parah dan belum ada tindak lanjut perbaikan. Kami berharap pemerintah segera turun tangan agar jalan ini bisa diperbaiki secara permanen," kata Efrata Tarigan, warga setempat, Jumat (25/9/2026).
Kerusakan jalan semakin menyulitkan warga ketika hujan. Lubang-lubang yang menganga dipenuhi air, sementara kondisi drainase di sekitar jalan juga menjadi persoalan. Air yang tidak mengalir dengan baik berpotensi mempercepat kerusakan badan jalan.
Pada 18 September 2026, warga bersama perangkat desa dan Babinsa kembali bergotong royong membersihkan jalan dan parit di kawasan tersebut. Kegiatan itu menjadi salah satu upaya warga menjaga akses tetap dapat digunakan sekaligus memperlancar aliran air.
Persoalan tersebut bukan baru muncul tahun ini. Warga sebelumnya menyebut jalan itu telah rusak selama bertahun-tahun dan sempat terdampak banjir bandang pada November 2025 hingga mengganggu akses masyarakat.
Bagi warga, menimbun lubang dengan sirtu hanya menyelesaikan persoalan untuk sementara. Tanpa perbaikan konstruksi jalan dan pembenahan drainase, kerusakan berpotensi kembali terjadi, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Kini warga menunggu kepastian mengenai penanganan ruas jalan tersebut. Mereka berharap pemerintah daerah menjelaskan status jalan, kewenangan penanganannya, serta rencana perbaikan permanen.
Selama belum ada penanganan menyeluruh, warga Dusun V masih harus mengandalkan gotong royong untuk mengatasi kerusakan jalan yang telah mereka hadapi selama bertahun-tahun.**
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Josmarlin Tambunan