Taput, MPOL -Sarulla Operations Ltd (
SOL) tak ingin program pemberdayaan masyarakat berhenti pada penyaluran bantuan.
Baca Juga:
Melalui pengembangan pertanian bawang merah, perusahaan pengelola panas bumi Sarulla itu mendorong petani memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan untuk mengembangkan usaha pertanian secara mandiri dan berkelanjutan.
Program yang telah dimulai sejak 2021 tersebut semakin diperkuat dimana sebanyak 22 kelompok tani telah mendapatkan pembinaan melalui dua musim tanam, dengan sasaran utama meningkatkan kapasitas petani sekaligus membuka peluang penguatan ekonomi keluarga.
Industan Sitompul external relation specialist
SOL kepada awak media, Rabu (30/9/2026) mengungkapkan bagi
SOL, bantuan sarana produksi hanyalah salah satu bagian dari pemberdayaan.
Industan menyebut program dirancang secara menyeluruh, mulai dari dukungan teknis berupa bibit, pupuk vegetatif dan generatif, kompos, mulsa, H₂O₂ hingga pestisida, yang disesuaikan dengan hasil survei dan kebutuhan petani di lapangan.
Pendampingan nonteknis juga menjadi bagian penting.
Petani mendapatkan pelatihan, motivasi, konsultasi, diskusi serta monitoring secara intensif selama proses budidaya.
Seperti bulan ini, Industan memaparkan,
SOL kembali menyalurkan 5,3 ton bibit bawang merah varietas Batu Ijo kepada 63 petani yang tergabung dalam kelompok tani di empat desa di Kecamatan Pahae Jae dan Pahae Julu, Tapanuli Utara.
Rinciannya, sebanyak 1,95 ton diberikan kepada 25 petani yang tergabung dalam tujuh kelompok tani di Desa Siopat Bahal, Kecamatan Pahae Jae.
Selanjutnya, 1,95 ton disalurkan kepada 23 petani dari dua kelompok tani di Desa Lontung Dolok dan Kelurahan Onan Hasang, Kecamatan Pahae Julu.
Sementara 1,4 ton lainnya diberikan kepada 15 petani dari satu kelompok tani di Desa Pardamean Nainggolan, Kecamatan Pahae Jae.
Agar bantuan tidak berhenti pada distribusi bibit,
SOL berkolaborasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara melalui BPP Pahae Jae dan BPP Pahae Julu. Pendampingan teknis juga melibatkan praktisi pertanian lokal, Jekson Ompusunggu.
" Pendampingan dilakukan sejak persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga pascapanen. Dengan pola tersebut, petani tidak hanya menerima sarana produksi, tetapi juga dibekali pengetahuan dan keterampilan yang dapat digunakan untuk mengembangkan budidaya secara berkelanjutan," urainya.
Kolaborasi lintas pihak tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan program berjalan terarah dan memberikan manfaat nyata bagi petani.
Melalui pengembangan bawang merah,
SOL mendorong pertanian tidak sekadar menjadi aktivitas produksi, tetapi juga menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkuat ekonomi keluarga dan kemandirian masyarakat.
" Bagi
SOL, keberhasilan pemberdayaan bukan hanya diukur dari berapa banyak bantuan yang disalurkan hari ini, melainkan dari seberapa besar kemampuan masyarakat untuk terus tumbuh dan mengembangkan potensinya di masa depan," pungkasnya.**
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News