Kamis, 01 Oktober 2026

Cerita Orang Tua Tentang MBG di TK Jelita Bandar Negeri dari Dukungan Hingga Usulan 

Abdul Rahman Manik - Kamis, 01 Oktober 2026 12:41 WIB
Cerita Orang Tua Tentang MBG di TK Jelita Bandar Negeri dari Dukungan Hingga Usulan 
Azam Faiz Muafaq salah satu murid di TK Jelita didampingi sang nenek menikmati menu MBG.
Serdang Bedagai, MPOL - Program MBG merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memastikan pemenuhan gizi anak-anak usia sekolah sekaligus mendukung tumbuh kembang mereka.

Baca Juga:
Melalui keterlibatan sekolah, orang tua, dan masyarakat, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi generasi muda Indonesia.

Demikian halnya di Taman Kanak-kanak (TK) Jelita Bandar Negeri Kecamatan Bintang Bayu Kabupaten Serdang Bedagai, membawa beragam cerita dari para orang tua.

Hadirnya MBG di TK yang merupakan milik Perkebunan PTPN IV Kebun Silau Dunia itu membawa beragam cerita baik dukungan maupun masukan.

Dukungan dan masukan terhadap program MBG diberikan terhadap pemerintah terlebih kepada Satuan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ujung Negeri Kahan yang menjadi pemasok makanan bergizi tersebut.

Dukungan disampaikan, harapannya program Presiden RI Prabowo Subianto ini berjalan terus dengan tetap menjaga standarisasi yang sudah ditentukan.

Berbagai masukan terkait menu juga manjadi perhatian dari para orang tua yang setiap hari mendampingi dan menyaksikan anak makan meski ada juga yang membawa makanan dengan alasan dimakan dirumah.

Saat media ini sambangi TK Jelita, Kamis (1/10/2026), para orang tua berharap makanan yang disajikan itu tentunya aman saat dikonsumsi, misalnya terkait menu ikan yang diberikan.

"Maunya ikan lele itu yang sudah di illet yang sudah diiris dagingnya tanpa duri, seperti beberapa waktu lalu pihak dapur MBG sudah melakukannya," ujar Desi ibu dari Aqilah.

Desi meminta, ketika menu udang yang disediakan, kulitnya tidak diikutkan karena khawatir anak-anak susah makannya.

"Untuk anak TK mintanya kulitnya dikupas, jangan ikut," ujar Desi sembari mengatakan mendukung program MBG tersebut.

Lain lagi Juraidah (57), nenek dari Azam Faiz Muafaq (5) dengan telaten mendampingi sang cucu menyantap menu ayam goreng dan lainnya.

Cucunya telah menerima manfaat program MBG sejak pertama kali masuk sekolah. Menurutnya MBG membantu cucunya tetap mendapatkan asupan makanan yang cukup selama beraktivitas di sekolah.

"Sebenernya ada MBG itu terbantu saya. Jadi anak tetap makan di sekolah," ucap Juraidah warga Sarang Giting Kahan.

Sementara Kepala TK Jelita, Elsanti Purba didampingi guru lainnya, Suci Rahmadhani mengaku MBG dari SPPG Ujung Negeri Kahan relatif aman dan tidak ada kendala.

"Tidak pernah ada nasi basi atau makanan yang tidak layak dikonsumsi, cuma buahnya saja yang perlu perhatikan. Misalnya salak kalau bisa agak besar sedikitlah," ujar Elsanti.

Lain lagi Suci Rahmadhani, ia mengusulkan jika anak-anak mereka diberikan menu kering seperti burger, kebab minimal sekali seminggu.

"Agar bervariasi menunya adalah tiap minggu makanan kering seperti burger dan kebab yang disenangi anak-anak," ujar Suci.

Data diperoleh, untuk TK Jelita penerima manfaat sebanyak 57 orang dan dua guru. (ARM)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru