Kamis, 01 Oktober 2026

Jenderal Pol Suyudi AS Jadi Kapolri, Ketum PMK Sumut Yakin Polri Semakin Modern

Josmarlin Tambunan - Kamis, 01 Oktober 2026 21:38 WIB
Jenderal Pol Suyudi AS Jadi Kapolri, Ketum PMK Sumut Yakin Polri Semakin Modern
Ketua PMK Sumut Rajamin Sirait,SE.(dok)
Medan, MPOL: Presiden RI Prabowo Subianto melantik Jenderal Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, di Istana Negara, Jakarta , Kamis (1/10).

Baca Juga:
Pergantian jabatan Kapolri mendapat tanggapan dan penilaian dari berbagai pihak, mengingat Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah lima tahun enam bulan (27 Januari 2021- 1 Oktober 2026) menjadi Kapolri. Listyo menjabat Kapolri terlama sepanjang sejarah Indonesia sejak Orde Baru, setelah Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Djoktodiatmojo yang merupakan Kapolri pertama selama 14 tahun 2 bulan (29 September 1945 – 14 Desember 1959).

Salah satu diantaranya adalah Ketua Umum Pemuda Mitra Kamtibmas (PMK) Sumatera Utara, Rajamin Sirait,SE. Pria yang kini banyak berkecimpung dikegiatan keagamaan itu mengatakan, pergantian Kapolri suatu hal yang wajar dalam dinamika organisasi, dalam rangka meregenerasi, dengan harapkan dapat membawa perubahan yang lebih baik bagi institusi Polri ke masa depan dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Rajamin yakin, Kapolri Jenderal Pol Suyudi mampu menggerakkan jajarannya menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, dengan hati yang tulus. Mampu mendekatkan diri dan tidak membuat jarak kepada masyarakat.

"Pergantian jabatan pucuk pimpin Polri yang dilakukan Presiden Prabowo sudah tepat. Mengingat Jenderal Pol Listyo Sigit sudah menjabat sebagai Kapolri lebih dari lima tahun," kata Rajamin Sirait, SE, Kamis (1/10).

"Dengan dilantiknya Jenderal Pol Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri diharapkan Polri dibawah kepemimpinannya semakin lebih baik, tidak hanya modern tetapi terus meningkatkan pelayanan serta pengayoman kepada masyarakat," tambah Tokoh Masyarakat Sumatera Utara tersebut.

Rajamin menilai bahwa Jenderal Pol Suyudi mampu menjalankan program-program Asta Cita Presiden Prabowo dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Dikatakan mantan politisi Partai Golkar itu, Presiden tidak serta merta menunjuk mantan Ka BNN pusat itu menjadi calon Kapolri, namun telah mengetahui secara mendalam rekam jejak yang bersangkutan. Artinya, Presiden menilai kalau Jenderal Polisi Suyudi dapat mengemban tugas dengan baik dan benar.

Karena itu, Kapolri mampu mendukung program pemerintahan presiden Prabowo dengan Asta Cita.

"Tentunya Kapolri yang baru diharapkan dapat menegakan hukum sesuai prosedur serta mendukung program-program pemerintah, Asta Cita. Salah satunya penindakan tentang peredaran narkoba di wilayah Indonesia mengingat sebelum Jenderal Suyudi itu menjabat Kepala BNN RI, yang sudah mengetahui bahwa Indonesia darurat narkoba," ucapnya.

Ia juga mengaku selama ini mengikuti rekam jejak dan kinerja Jenderal Suyudi yang terbukti mampu mengungkap dan menangkap jaringan-jaringan besar peredaran narkoba terutama "Vape Getar.

"Dengan segudang pengalamannya dalam memberantas peredaran narkoba, kita berharap Indonesia bisa terbebas dari bahaya narkoba demi menyelamatkan generasi penerus bangsa," sebut pebisnis tersebut.

Sebelumnya, Kapolri, Jenderal Pol Suyudi Ario Seto, menekankan kepemimpinan Polri harus dibangun atas dasar kepercayaan masyarakat, bukan rasa takut. Menurutnya Polri juga harus hadir bersama masyarakat.

"Polri yang kuat bukan karena ditakuti, melainkan karena dipercaya. Polri yang berwibawa bukan karena menjaga jarak, melainkan karena hadir bersama rakyat ketika negara dibutuhkan," katanya.

Ia menyebutkan, terdapat sejumlah prinsip sederhana yang ingin dihidupkan dalam kepemimpinannya jika mendapat amanah menjadi Kapolri.

"Semangat yang ingin saya hidupkan sederhana. Jangan bohong, tidak berbohong, tidak menyalahgunakan kewenangan, dan tidak menyakiti masyarakat secara sewenang-wenang," pungkasnya.

Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto melantik Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menjadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan Dudung Abdurahman yang dilantik menjadi Menko Polkam, menggantikan Djamari Chaniago, Kamis (1/10).

PROFIL JENDERAL POLISI SUYUDI ATIO SETO

Suyudi Ario Seto lahir 14 Juli 1973 di Pandeglang, Propinsi Banten. Kini berusia 53 tahun. Lulusan Akpol 1994 itu berpengalaman di bidang reserse. Dia mengawali kariernya dengan menjabat Kanit II Resmob Polda Metro Jaya, Kapolsek Pasar Minggu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kapolres Metro Jakarta Pusat, dan Dirreskrimum Polda Metro Jaya.

Suyudi sempat ditarik ke jabatan Wadirtipidsiber Bareskrim Polri. Bintang satu didapatnya saat menjabat sebagai Wakapolda Metro Jaya pada 2023. Setahun kemudian, dia mendapat promosi bintang dua sebagai Kapolda Banten. Pada 2025, Suyudi naik menjadi bintang tiga dengan menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional.

Ayah dua anak suami dari Dewi Yuali itu telah mendapatkan sejumlah penghargaan antara lain, Satya lencana Bintang Bhayangkara Pratama, Bintang Bhayangkara Nararya, Satya Lencana Jana Utama, Saya Lencana Pengabdian 16 tahun dan 8 tahun, Satya Lencana Kesatria Bhayangkara.

Lalu, Satya Lencana Karya Bhakti, Satya lencana Bhakti Pendidikan, Satya Lencana Bhakti Nusa, Satya Lencana Darma Nusa dan Satya Lencana Operasi Kepolisian.**Pol Suyudi AS Jadi Kapolri, Ketum PMK Sumut: Polri Harus Lebih Baik

Medan, Presiden RI Prabowo Subianto melantik Jenderal Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, di Istana Negara, Jakarta , Kamis (1/10).


Pergantian jabatan Kapolri mendapat tanggapan dan penilaian dari berbagai pihak, mengingat Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah lima tahun enam bulan (27 Januari 2021- 1 Oktober 2026) menjadi Kapolri. Listyo menjabat Kapolri terlama sepanjang sejarah Indonesia sejak Orde Baru, setelah Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Djoktodiatmojo yang merupakan Kapolri pertama selama 14 tahun 2 bulan (29 September 1945 – 14 Desember 1959).

Salah satu diantaranya adalah Ketua Umum Pemuda Mitra Kamtibmas (PMK) Sumatera Utara, Rajamin Sirait,SE. Pria yang kini banyak berkecimpung dikegiatan keagamaan itu mengatakan, pergantian Kapolri suatu hal yang wajar dalam dinamika organisasi, dalam rangka meregenerasi, dengan harapkan dapat membawa perubahan yang lebih baik bagi institusi Polri ke masa depan dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Rajamin yakin, Kapolri Jenderal Pol Suyudi mampu menggerakkan jajarannya menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, dengan hati yang tulus. Mampu mendekatkan diri dan tidak membuat jarak kepada masyarakat.

"Pergantian jabatan pucuk pimpin Polri yang dilakukan Presiden Prabowo sudah tepat. Mengingat Jenderal Pol Listyo Sigit sudah menjabat sebagai Kapolri lebih dari lima tahun," kata Rajamin Sirait, SE, Kamis (1/10).

"Dengan dilantiknya Jenderal Pol Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri diharapkan Polri dibawah kepemimpinannya semakin lebih baik, tidak hanya modern tetapi terus meningkatkan pelayanan serta pengayoman kepada masyarakat," tambah Tokoh Masyarakat Sumatera Utara tersebut.

Rajamin menilai bahwa Jenderal Pol Suyudi mampu menjalankan program-program Asta Cita Presiden Prabowo dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Dikatakan mantan politisi Partai Golkar itu, Presiden tidak serta merta menunjuk mantan Ka BNN pusat itu menjadi calon Kapolri, namun telah mengetahui secara mendalam rekam jejak yang bersangkutan. Artinya, Presiden menilai kalau Jenderal Polisi Suyudi dapat mengemban tugas dengan baik dan benar.

Karena itu, Kapolri mampu mendukung program pemerintahan presiden Prabowo dengan Asta Cita.

"Tentunya Kapolri yang baru diharapkan dapat menegakan hukum sesuai prosedur serta mendukung program-program pemerintah, Asta Cita. Salah satunya penindakan tentang peredaran narkoba di wilayah Indonesia mengingat sebelum Jenderal Suyudi itu menjabat Kepala BNN RI, yang sudah mengetahui bahwa Indonesia darurat narkoba," ucapnya.

Ia juga mengaku selama ini mengikuti rekam jejak dan kinerja Jenderal Suyudi yang terbukti mampu mengungkap dan menangkap jaringan-jaringan besar peredaran narkoba terutama "Vape Getar.

"Dengan segudang pengalamannya dalam memberantas peredaran narkoba, kita berharap Indonesia bisa terbebas dari bahaya narkoba demi menyelamatkan generasi penerus bangsa," sebut pebisnis tersebut.

Sebelumnya, Kapolri, Jenderal Pol Suyudi Ario Seto, menekankan kepemimpinan Polri harus dibangun atas dasar kepercayaan masyarakat, bukan rasa takut. Menurutnya Polri juga harus hadir bersama masyarakat.

"Polri yang kuat bukan karena ditakuti, melainkan karena dipercaya. Polri yang berwibawa bukan karena menjaga jarak, melainkan karena hadir bersama rakyat ketika negara dibutuhkan," katanya.

Ia menyebutkan, terdapat sejumlah prinsip sederhana yang ingin dihidupkan dalam kepemimpinannya jika mendapat amanah menjadi Kapolri.

"Semangat yang ingin saya hidupkan sederhana. Jangan bohong, tidak berbohong, tidak menyalahgunakan kewenangan, dan tidak menyakiti masyarakat secara sewenang-wenang," pungkasnya.

Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto melantik Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menjadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan Dudung Abdurahman yang dilantik menjadi Menko Polkam, menggantikan Djamari Chaniago, Kamis (1/10).

PROFIL JENDERAL POLISI SUYUDI ATIO SETO

Suyudi Ario Seto lahir 14 Juli 1973 di Pandeglang, Propinsi Banten. Kini berusia 53 tahun. Lulusan Akpol 1994 itu berpengalaman di bidang reserse. Dia mengawali kariernya dengan menjabat Kanit II Resmob Polda Metro Jaya, Kapolsek Pasar Minggu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kapolres Metro Jakarta Pusat, dan Dirreskrimum Polda Metro Jaya.

Suyudi sempat ditarik ke jabatan Wadirtipidsiber Bareskrim Polri. Bintang satu didapatnya saat menjabat sebagai Wakapolda Metro Jaya pada 2023. Setahun kemudian, dia mendapat promosi bintang dua sebagai Kapolda Banten. Pada 2025, Suyudi naik menjadi bintang tiga dengan menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional.

Ayah dua anak suami dari Dewi Yuali itu telah mendapatkan sejumlah penghargaan antara lain, Satya lencana Bintang Bhayangkara Pratama, Bintang Bhayangkara Nararya, Satya Lencana Jana Utama, Saya Lencana Pengabdian 16 tahun dan 8 tahun, Satya Lencana Kesatria Bhayangkara.

Lalu, Satya Lencana Karya Bhakti, Satya lencana Bhakti Pendidikan, Satya Lencana Bhakti Nusa, Satya Lencana Darma Nusa dan Satya Lencana Operasi Kepolisian.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Josmarlin Tambunan
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru