Binjai, MPOL -- Puluhan Mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di kantor pemerintahan kota Binjai (Pemko) Binjai ,Senin (5/10).
Baca Juga:
Mereka mendesak dugaan
praktik gratifikasi,
jual beli proyek hingga pengondisian pemenang tender di lingkungan pemko Binjai diperiksa secara terbuka dan profesional.
Aksi yang dimulai pukul 14.00 wib itu dikoordinatori Gerry Cahya Wargana.
Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa menilai proses pengadaan barang dan jasa pemerintah harus bebas dari konflik kepentingan serta dilaksanakan secara transfaran dan kompetitif.
Mahasiswa mendesak aparat penegak hukum mengusut dugaan aliran dana, transaksi dan indikasi suap dalam proses tender termasuk pihak pihak yang diduga mereka memperoleh keuntungan.
Mereka juga meminta kepala unit kerja pengadaan barang/jasa (
UKPBJ) kota Binjai dipertimbangkan untuk di nonaktifkan sementara selama proses pemeriksaan.
Selain itu, masa meminta klarifikasi terbuka dari pejabat terkait serta verifikasi laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN).
Mereka juga mendesak pemko Binjai membuka informasi pengadaan barang dan jasa kepada publik agar penggunaan anggaran daerah dapat diawasi masyarakat.
"Dugaan pelanggaran harus diperiksa secara profesional dan tanpa pandang bulu. Kami tidak ingin menghakimi, tetapi meminta proses hukum berjalan transparan," kata Gerry dalam orasinya.
Aksi berlangsung kondusif. Usai menyampaikan tuntutan, perwakilan mahasiswa di terima pemko Binjai untuk mengikuti audiensi bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daeran (OPD).
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Baringin MH Pulungan