Senin, 12 Oktober 2026

Perumnas Mandala Mencekam, Anggota Geng Motor Bersajam Serang Warga : Seorang Remaja Kena Panah

Iwan Suherman - Senin, 12 Oktober 2026 21:38 WIB
Perumnas Mandala Mencekam, Anggota Geng Motor Bersajam Serang Warga : Seorang Remaja Kena Panah
Ilustrasi
Ilustrasi
Mandala, MPOL -

Baca Juga:
Suasana mencekam kembali menyelimuti kawasan Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang.

Kali ini, lokasi tawurannya tepatnya di Simpang Jalan Rajawali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Pasalnya, puluhan anggota geng motor sambil menenteng senjata tajam jenis celurit panjang dan klewang menyerang salah satu lokasi di Simpang Jalan Rajawali

Tidak sampai disitu, komplotan bandit jalanan ini mengejar sejumlah pemuda yang sedang nongkrong.

Akibatnya, bentrokan pun terjadi dan saling serang.

Di tengah situasi tak menentu, seorang remaja bernama Samuel Simarmata alias Mue (17) warga Jalan Elang, Kelurahan TSM 2, Kecamatan Medan Denai, menjadi korban.

Mue terkena anak panah yang diduga ditembakkan menggunakan ketapel.

Anak panah itu menancap di bagian pinggangnya hingga membuat korban tak berdaya.

Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Sabtu (10/10/26) sekitar pukul 03.00 WIB.

Insiden ini kembali menambah keresahan warga yang mengaku dihantui aksi tawuran, terutama menjelang pagi hari.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, Senin (12/10/26) sore menyebutkan, sebelum bentrokan terjadi, puluhan anggota geng motor yang disebut berasal dari kelompok Mandala Warla Family mendatangi Simpang Jalan Rajawali, kawasan Perumnas Mandala.

Kedatangan rombongan tersebut sontak membuat suasana di sekitar lokasi berubah tegang.

Pasalnya, sejumlah pemuda saat itu tengah berkumpul dan nongkrong di kawasan tersebut.

Tanpa diduga, gerombolan yang disebut membawa celurit panjang dan klewang itu tiba-tiba mengejar para pemuda.

Melihat rombongan bersenjata tajam datang menyerang, para pemuda yang berada di lokasi berusaha menyelamatkan diri.

Namun, situasi semakin panas ketika sebagian dari mereka melakukan perlawanan dengan melempari kelompok penyerang menggunakan batu.

Aksi saling serang pun pecah. Batu berterbangan, sementara ancaman senjata tajam membuat suasana di sekitar Simpang Jalan Rajawali semakin menalutkan.

Di tengah kekacauan itu, Samuel Simarmata alias Mue tiba di lokasi.

Sebelumnya, korban mendapat informasi dari rekannya adanya tawuran di kawasan tersebut.

Setelah itu, Samuel datang ke lokasi dan berdiri tidak jauh dari titik bentrokan.

Namun, kedatangannya justru berujung petaka. Di tengah situasi yang belum terkendali, korban tiba-tiba merasakan sakit di bagian pinggangnya.

Awalnya, korban merasakan nyeri tanpa mengetahui secara pasti apa yang telah mengenainya.

Setelah diperiksa, ternyata terdapat anak panah yang menancap di pinggangnya.

Seketika, kondisi Samuel tidak berdaya. Melihat korban terluka, teman-temanya memberikan pertolongan.

Mereka kemudian membawa Samuel ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, menurut informasi yang dihimpun, korban sempat ditolak di beberapa rumah sakit.

Dalam kondisi terluka dan membutuhkan pertolongan, kawan korban akhirnya membawa Samuel ke Rumah Sakit Adam Malik Medan.

Keluarga korban yang mendapat kabar mengenai kejadian tersebut kemudian menyusul ke rumah sakit.

Tim medis selanjutnya melakukan tindakan operasi untuk mengeluarkan anak panah yang menancap di pinggang korban.

Peristiwa itu membuat keluarga dan teman Samuel diliputi kecemasan, terlebih luka tersebut dialami di tengah aksi tawuran yang melibatkan kelompok pemuda bersenjata.

Belum diketahui secara pasti siapa yang melepaskan anak panah tersebut.

Demikian pula mengenai pihak yang harus bertanggung jawab atas luka yang dialami Samuel, masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

Hingga berita ini dibuat, awak media masih berusaha mengkonfirmasi pihak kepolisian dan pihak berwenang lainnya.(*)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Iwan Suherman
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru