Alumnus Akpol 1992 ini menegaskan kedepannya tidak boleh ada lagi bahasa 'begal' yang bisa membuat image Kota Medan semakin dianggap menyeramkan. Katanya, Kapolda tidak menginginkan ada bahasa begal, yang ada pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan dan pencurian kendaraan bermotor.
Baca Juga:
"Ada pintu besi bisa berjalan (dicuri). Saya lihatnya miris ternyata memang ada maling siang-siang bisa diangkatnya pagar itu dengan becak," tambahnya.
Ia pun meminta dukungan semua pihak dalam menjalankan amanahnya sebagai Kapolrestabes Medan yang baru.
"Mohon dukungannya kepada kami, sehingga kami bisa bertugas di Kota Medan, walupun cukup berat. Saya berjanji saya akan membuat yang terbaik untuk Kota Medan," pungkasnya. *
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News