Forkopimda Samosir Pastikan Pos Ops Ketupat Toba 2026 Siap Layani Masyarakat dan Wisatawan
Samosir, MPOL Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Samosir turun langsung melakukan monitoring ke sejumlah Pos Pengaman
Sumatera Utara
Medan, MPOL - Oknum anggota TNI Serka HS diduga menculik dan membunuh Andreas Rurystein Sianipar (44). Usai dihabisi dengan cara disiksa dan dibacok, mayat korban lalu dibuang dan dibenamkan di areal kosong belakang rumah di Desa Aek Tapa, Dusun III Bulu Telang, Kecamatan Marbo, Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Baca Juga:
- Wakapoldasu Bersama Kapolrestabes Medan Safari Ramadhan di Pesantren Al Kautsar : Pererat Silaturahmi dengan Ulama
- Tim MIT Jatanras Poldasu Ungkap Pembunuhan Wanita Dalam Box Kontainer, Dua Tersangka Diciduk Tempo 7 Jam
- Tampang-Identitas 2 Pelaku Kasus Pembunuhan Wanita Tanpa Busana Dimasukkan ke Dalam Boks, Begini Peran Keduanya
Anggito adik korban menjelaskan kejadian ini berawal pada Minggu (8/12/2024) sekira pukul 01.00 WIB. Saat itu ada saksi yang melihat korban dibawa paksa oleh sejumlah orang menggunakan mobil Daihatsu Ayla warna hitam.
Menurut Anggito, setelah pihak keluarga menyelidiki kasus ini ternyata yang menculik korban merupakan orang-orang suruhan Serka HS. Lalu korban dibawa paksa menuju rumah dinas Serka HS di Asrama Abdul Hamid, Jalan Medan-Binjai, Kampung Lalang, Kecamatan Sunggal.
"Di situ (korban) disambut oleh istri Serka HS ini dengan mengamuk-ngamuk. Lalu, Serka HS ini berdiri marah-marah. Ini menurut keterangan saksi ya yang mengantarkan korban dan ikut mengiringi korban ini ke rumah dinas," kata Gito saat diwawancarai wartawan di RS Bhayangkara, Medan, Sabtu (21/12/2024) siang.
Ketika sampai di rumah dinas, sambungnya, Serka HS ini mengamuk, mengancam sambil mengusir saksi hingga saksi kabur dari lokasi. Tinggal lah korban sendirian di asrama tersebut.
"Di situ sudah kumpul anak muda yang dikumpulkan HS beserta berbagai senjata tajamnya. Setelah itu tak diketahui lagi kabar korban," sebutnya.
"Dan sekarang sudah ditemui, korban sudah tak bernyawa. Diakui HS sendiri, dia yang buang sendiri, melakukan (pembunuhan) itu sendiri. (Korban) dibuang di daerah Labuhanbatu Utara dengan cara ditenggelamkan, (ke dalam lubang sedalam 4 meter), kaki diikat, tangan diikat, matanya dilakban, mulut juga dilakban," ungkapnya.
Agar korban tidak muncul ke permukaan, Serka HS menggunakan batu pemberat kemudian ditimpa lagi dengan sejumlah tandan sawit. Setelah itu, di atasnya dikasih pelepah sawit.
Gito menerangkan bahwa abangnya sudah tak bernyawa dan sekarang ada di kamar jenazah RS Bhayangkara.
Masih dijelaskan Gito, korban dianiaya di rumah dinas Serda Holmes di Asrama Abdul Hamid pada 8 Desember sekira pukul 02.00 WIB.
"Sesuai dengan video yang sudah kita beri di Denpom (I/5 Medan) dan penyidik Polrestabes Medan, itu videonya tanggal 8 desember dini hari jam 2 (pagi). (Korban) dianiaya di rumah dinas (HS). Berawal dari situ dan lanjut dianiaya di kandang lembu di area asrama itu juga," ungkapnya.
Saat disinggung apa motif maupun permasalahan hingga korban dibunuh, adik korban ini menyebut soal sewa menyewa mobil, di mana korban disebutkan telah menyewa mobil kepada Serka HS dan mobil tersebut diambil orang yang mengaku sebagai pemilik mobil.
"Namun, di tangan korban mobil itu diambil orang. Holmes nya marah mengaku ke kami dia membuat pengaduan di Polsek Medan Sunggal, mengadu dia (HS) di Polsek sunggal membawa si korban juga. Setelah kita cek tidak ada laporan penggelapan mobil oleh korban, tak ada nama Holmes ini melapor, itu tidak ada, tidak benar," terangnya.
Pihak keluarga sudah melaporkan kasus ini ke Denpom I/5 Medan pada 11 Desember 2024. Selain Serka HS, ada empat pelaku sipil yang sudah ditangkap Polrestabes Medan.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Polrestabes Medan sudah mengamankan 4-5 pelaku sipil. Mereka (para pelaku) yang melakukan penganiayaan, termasuk juga menjemput lalu menyiksa korban dan semua atas suruhan si HS," katanya, sembari menambahkan pelaku ditangkap polisi yang bergabung dengan Denpom.
Seingat Gito, seorang pelaku berinisial J ditangkap pada Selasa (17/12). Sementara tiga pelaku lainnya ditangkap pada Jumat (20/12).
Adapun status Serka HS saat ini belum diketahui secara pasti oleh pihak keluarga. Akan tetapi penyidik denpom, sebut Gito mengatakan bahwa status Holmes sudah dinaikkan ke penyidikan.
"Si HS nya ditetapkan sebagai tersangka, itu keterangan penyidik dari Denpom, namun tak mengakui (perbuatannya) dia (HS). Kemarin pelaku sipil sudah mengakui perbuatannya namun waktu dipertemukan dengan HS, si HS ini selalu membantah, mengaku tidak mengenali pelaku sipil ini, padahal dia yang menyuruh," bebernya.
Alasan keluarga korban yang menguatkan bahwa Serka HS pelakunya dengan menunjukkan bukti pembacokan itu terjadi.
"Justru itu, kita perlihatkan (video), tapi dia (HS) malah mengatakan kejadian itu benar terjadi. Namun katanya bukan di rumah dinasnya, dia mengaku kejadian itu terjadi di Gang Dame. Saat dicek ya benar di rumah dinasnya," jelasnya.
Ketika ditanyai apakah sejauh ini Serka HS sudah mengakui perbuatannya, Gito belum mengetahuinya. Tetapi, Serka HS mengakui dan menunjukkan di mana korban dibuang.
"Saya kurang tahu (mengakui atau tidak). Tapi pihak Polisi Militer menghubungi kami dan memberi tahu. Kami berterima kasih dengan Denpom yang sudah bekerja keras dan dengan segera mengetahui keberadaan abang kami, karena memang dikabari si HS itu akhirnya mau mengakui dan menunjukkan dimana dia membuang korban," ujarnya.
Menurut Gito, abangnya itu bekerja serabutan. Sebelumnya korban merupakan anggota TNI dan terakhir dinas di Raider 100 bersama Serka HS.
"(Korban) sudah gak aktif sejak tahun 2013-2014. Pangkat terakhir (korban) Serka," ucapnya.
Pihak keluarga berharap agar pelaku dihukum seberat-beratnya karena pembunuhan ini sangat sadis, mulai dari diculik, disiksa, dibacok hingga dibunuh dan jasadnya dibenamkan di lubang berisi air. Menurut keterangan dari pelaku-pelaku yang sudah ditangkap mengatakan ada luka bacok di kepala korban.
"Kami mengumpulkan saksi, bukti-bukti. Berkat puji Tuhan akhirnya sekarang (jasad korban) ditemukan dan pelaku sedikit demi sedikit tertangkap karena sinergi Polisi Militer dengan Polrestabes Medan. Dan harapan kami sebagai pelaku ini dihukum seberat-beratnya karena saya merasa sudah luar biasa, kejam sekali ini penculikan yang dilakukan oleh seorang aparat TNI, yang seharusnya dia melindungi masyarakat," ujarnya.
"Kalaupun korban melakukan sesuatu kesalahan, kan ada proses hukum. Kami juga tidak akan membiarkan korban diperlakukan seperti itu. Kalau pelaku-pelaku yang sudah ditangkap menerangkan ada bacokan di kepala," sambungnya.
Gito berkeyakinan jika Serka HS ikut membacok korban. Pernyataan itu ia sampaikan menurut keterangan dari sejumlah pelaku yang sudah ditangkap polisi.
"Dia (Serka HS) ikut juga membacok korban, kemudian ditangkap sama korban, lalu ditarik HS. Itu keterangan pelaku yang ditangkap Polrestabes Medan," jelasnya.
"Pelaku sipil lainnya hanya mengetahui saat di kandang lembu belakang rumah dinas, kali dan tangan korban diikat lalu dimasukkan ke dalam mobil. Setelah diangkat ke mobil, mereka tidak mengetahuinya dibawa kemana (korban) sama HS," terangnya lagi.
Kasdam I/BB, Brigjen TNI Refrizal ketika ditanyai kasus tersebut mengatakan Serka HS sudah diamankan dan masih dalam pemeriksaan.
"Masih didalami, (Serka HS) masih diperiksa di Denpom. Belum ada penetapan tersangka. Sudah diamankan sejak Sabtu kemarin. Yang bersangkutan belum mengakui kalau dia menyekap. Tapi masih kita dalami, kita periksa," kata Refrizal saat diwawancarai di sela-sela konferensi pers pengungkapan 20 kg sabu di Kodam I/BB, Jumat (20/12/2024) siang.
Kasatreskrim Polrestabes Medan, Kompol Jama Kita Purba ketika dikonfirmasi membenarkan empat warga yang turut terlibat dalam pembunuhan Andreas Sianipar sudah ditangkap.
"Benar (empat warga sipil ditangkap)," katanya kepada Medan Pos, Sabtu (21/12/2024) siang. *
Samosir, MPOL Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Samosir turun langsung melakukan monitoring ke sejumlah Pos Pengaman
Sumatera Utara
Taput, MPOL &lrmBupati Taput , Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si (JTP) tinjau Hunian Sementara (Huntara) Kecamatan Adian
Sumatera Utara
Langkat, MPOL Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat terus dilakukan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyara
Sumatera Utara
Di tengah situasi geopolitik global yang semakin memanas, generasi muda di Indonesia khususnya di Sumut diminta agar tetap fokus memberikan
Sumatera Utara
Medn, MPOL Menyambut arus mudik Lebaran, Telkomsel menghadirkan Posko SIAGA layanan yang beroperasi mulai 13 hingga 30 Maret 2026 di Term
Sumatera Utara
Belawan, MPOL PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Belawan mencatat jumlah penumpang di Terminal Penumpang Bandar Deli Belawan hingg
Sumatera Utara
Medan, MPOL Gudang penimbunan BBM (Bahan Bakar Minyak), ilegal yang berlokasi diJalan Pasar 4 Barat, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Meda
Hukum
Binjai, MPOL Wali Kota Binjai Drs. H. Amir Hamzah, MAP memimpin apel gabungan Aparatur Sipil Negara dan NonASN Pemerintah Kota Binjai di
Sumatera Utara
Binjai, MPOL Pemerintah Kota Binjai di Sumatera Utara mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Daerah yang dise
Sumatera Utara
Medan, MPOL Tokoh masyarakat Pancur Batu, sekaligus pendiri PT Key Key Cahaya Gemilang Sehat Gurusinga meninggal dunia pada senin (16/3/202
Sumatera Utara