Mengutip data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG bertambah 14,95 poin atau naik 0,22% ke level 6.803,00 pada penutupan perdagangan tersebut.
Baca Juga:
Meski pasar saham secara keseluruhan mengalami ketidakpastian,
BRIS mampu mempertahankan tren pertumbuhannya dengan stabil sejak awal tahun. Sejak awal 2025 (year to date / YTD), saham
BRIS telah mencatatkan pertumbuhan sebesar 10.99%, meskipun IHSG dan banyak saham sektor finansial berada dalam tren bearish.
Kinerja positif ini didorong oleh beberapa faktor, termasuk keluarnya izin penyelenggaraan usaha bulion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada
BRIS pada 12 Februari 2025. Izin ini memberikan peluang baru bagi
BRIS dalam mengembangkan bisnis perdagangan emas dan penitipan emas, yang berpotensi meningkatkan pendapatan perusahaan.
Selain itu, kinerja positif
BRIS juga sejalan dengan pencapaian BSI pada tahun 2024, di mana Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp7,01 triliun, tumbuh 22,83% secara tahunan (YoY). Sektor keuangan BSI terus tumbuh secara signifikan, terutama dalam hal Dana Pihak Ketiga (DPK), pembiayaan, dan aset yang tercatat mengalami kenaikan substansial.
"Kepercayaan investor terhadap
BRIS terus meningkat berkat kinerja yang konsisten serta prospek bisnis yang terus berkembang, terutama melalui inovasi dan digitalisasi produk yang diterapkan BSI," ujar Wisnu Sunandar, Corporate Secretary BSI.
Dengan pencapaian ini,
BRIS, berkomitmen untuk terus memberikan nilai tambah bagi para investor dan mencatatkan kinerja positif di masa depan. (ril).**
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News