Sabtu, 25 Mei 2024

PWI Gelar Seminar "Selamatkan Planet Bumi Melalui Penerapan Prinsip ESG"

Rifki Warisan - Selasa, 20 Februari 2024 19:59 WIB
PWI Gelar Seminar "Selamatkan Planet Bumi Melalui Penerapan Prinsip ESG"
Istimewa
Guru Besar Fakultas MIPA IPB/ Tenaga Ahli PT Agincourt Resources, Prof Dr Ir Nampiah, menerima cendera mata usai menyampaikan paparan berjudul "Peran Mikoriza Dalam Pembentukan Stok Karbon di Daratan untuk Mengurangi Efek Pemanasan Global" dalam seminar rangkaian HPN 2024 di Candi Bentar, Ancol, Jakarta, Minggu (18/02/2024). (Ist)
Jakarta, MPOL - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), menggelar seminar bertajuk "Selamatkan Planet Bumi Melalui Penerapan Prinsip ESG" di Candi Bentar, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (18/02/2024).

Baca Juga:

Seminar ini digelar dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional, (HPN) Tahun 2024 yang berlangsung sejak tanggal 17 hingga 20 Februari 2024 dengan tema "Mengawal Transisi Kepemimpinan Nasional dan Merawat Keutuhan Bangsa".

Ketua Bidang Kerjasama dan Kemitraan PWI Pusat, Muhammad Sarwani, yang mewakili Ketua Umum PWI Pusat, Hendri Ch Bangun, dalam sambutannya menyampaikan alasan pemilihan tema ESG (Environmental Social Governance) dalam seminar tersebut.

Menurutnya, meskipun ESG masih tergolong baru bagi insan pers, namun konsep tersebut memiliki pentingnya tersendiri karena telah menjadi standar global dan syarat penting bagi banyak lembaga dan perusahaan.

"Ini memang mungkin bagi sebagian kami para awak media ini barang baru, tapi sangat penting karena ini sudah menjadi standar global dan ini menjadi syarat bagi banyak lembaga maupun perusahaan," kata Sarwani.

Tapi dengan adanya ESG, ujarnya menambahkan, keyakinan investor bahwa satu perusahaan satu usaha itu menjalankan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan, tapi sekaligus juga itu menjalankan fungsi sosial pada masyarakat.

"Dan secara finansial itu juga menjadikan perusahaan itu menjadi lebih efisien dan pada akhirnya profit yang didapat oleh perusahaan menjadi lebih baik," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian LHK, Agus Justianto, menyampaikan beberapa pesan terkait keberlanjutan lingkungan hidup Indonesia.

Agus menggarisbawahi pentingnya investasi untuk transisi dan dekarbonisasi sektor energi sebagai upaya mempercepat peradaban Indonesia yang berkelanjutan, serta memperkuat aspek perencanaan, pengawasan, dan pengendalian melalui berbagai mekanisme, termasuk Amdalnet.

"Carbon market, carbon pricing, harus menjadi bagian dari upaya penanganan isu global iklim. Ekosistem ekonomi karbon yang transparan, terintegritas, inklusif dan adil harus diciptakan," katanya.

Agus juga menekankan perlunya komitmen dari semua pihak, termasuk insan pers, dalam menyampaikan informasi yang mencerdaskan bangsa, seiring dengan tuntutan tantangan saat ini dan masa depan yang menuntut kesiapan dalam menghadapi perubahan global serta menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas MIPA Institut Pertanian Bogor, yang jugaTenaga Ahli PT Agincourt Resources, Prof. Dr. Ir. Nampiah, dalam paparannya berjudul "Peran Mikoriza Dalam Pembentukan Stok Karbon di Daratan untuk Mengurangi Efek Pemanasan Global", mengatakan mikoriza menjadi kunci penghubung dari sumber karbon yang tinggi di bawah tanah (below-ground) menuju rantai makanan yang terjadi di atas tanah (above-ground).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru