Jakarta, MPOL - Koordinatoriat Wartawan Parlemen (
KWP) menjalin kerja sama dengan Universitas
Paramadina dalam program beasiswa pendidikan bagi wartawan yang bertugas di lingkungan Parlemen (MPR/DPR/DPD RI), demikian Ketua
KWP Ariawan S.AP., MH.MA. saat MOU dengan Univerdtas
Paramadina Selasa (4/11) di DPR RI Jakarta.
Baca Juga:
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tersebut ini digelar bersamaan dengan diskusi bertema 'Implementasi
Beasiswa Pendidikan Untuk Semua Kalangan'. MoU ini ditandatangani langsung oleh Wakil Rektor Universitas
Paramadina Bidang Mutu dan Kerja Sama Prof. Iin Mayasari Ketua dan Ketua
KWP DR. Ariawan S.AP., MH.MA.
Menurut Ariawan
KWP berkomitmen mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di kalangan jurnalis Parlemen. Dia mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk membuka akses pendidikan bagi para wartawan dan keluarganya.
Dia menjelaskan program ini mencakup beasiswa untuk jenjang S1 bagi keluarga wartawan serta jenjang S2 bagi para jurnalis aktif.
"Kami ingin teman-teman wartawan bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, minimal S2 bahkan S3. Ini bagian dari upaya kita meningkatkan kualitas dan kapasitas wartawan di parlemen."
Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 191 media yang tergabung di
KWP, dengan lebih dari 580 wartawan aktif meliput kegiatan DPR RI. Dari jumlah itu, sekitar 200 wartawan berstatus sebagai anggota tetap
KWP.
Ariawan menambahkan MoU dengan Universitas
Paramadina dirancang agar program beasiswa ini dapat berkelanjutan, bahkan setelah masa jabatannya sebagai ketua
KWP berakhir tahun depan.
"Dengan adanya MoU, siapapun nanti ketua
KWP-nya, program ini tetap berjalan. Wartawan cukup membawa surat keterangan dari
KWP untuk bisa mengakses beasiswa di
Paramadina," tutur Ariawan.
Sementara itu, Prof. Iin Mayasari mengatakan bahwa kerja sama dengan para jurnalis bukan hal baru, melainkan kelanjutan dari komitmen kampus dalam mengembangkan nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan kolaborasi.
Dia menegaskan dunia pendidikan dan media memiliki tanggung jawab yang sama dalam memastikan masyarakat menerima informasi yang benar dan berbasis data.
"Kami meyakini ilmu pengetahuan harus dikembangkan lewat kolaborasi dan diseminasi. Jurnalis adalah mitra penting dalam menyebarkan pengetahuan agar masyarakat tidak salah menerima informasi."
Menurutnya program beasiswa dan kemudahan pembayaran kuliah yang ditawarkan
Paramadina merupakan bentuk apresiasi terhadap profesi jurnalis sekaligus dorongan agar mereka terus mengasah kemampuan berpikir kritis. Dia menambahkan pembelajaran di kampus diharapkan membantu para wartawan memahami teori komunikasi yang baik, sehingga bahasa dan struktur pemberitaan menjadi lebih kuat dan bertanggung jawab.
"Belajar itu tidak harus sendiri. Kami ingin jurnalis bisa mempelajari teori-teori komunikasi agar pemberitaan tidak asal, tapi berbasis data. Ini penting untuk mendorong diseminasi informasi yang berkualitas."
Pentingnya keberlanjutan (continuity) dalam kerja sama ini agar menjadi warisan (legacy) yang dapat diteruskan bagi generasi berikutnya, baik dari pihak kampus maupun komunitas jurnalis.
"Kepedulian terhadap masa depan jurnalis adalah investasi penting. Kami menghargai perhatian terhadap kemampuan berpikir kritis dan berbasis data, bukan sekadar menyampaikan informasi," tutur Mayasari.(ZAR)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani