Senin, 28 September 2026

MPR Bukan Sekadar Parlemen, Tapi Penjaga Kebangsaan

Zainul Azhar - Senin, 28 September 2026 12:38 WIB
MPR Bukan Sekadar Parlemen, Tapi Penjaga Kebangsaan
Jakarta, MPOL - MPR RI bukan sekadar parlenen, tapi penjaga kebangsaan, demikian Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) Ariawan menilai MPR RI memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan konstitusi di tengah dinamika kehidupan bernegara, dalam acara Media Gathering MPR RI, Minggu (27/9) di Bandung.

Baca Juga:
Menurut Ariawan menekankan peran tersebut penting terus dipahami karena MPR RI tidak hanya berkaitan dengan aktivitas politik di Parlemen, tetapi juga memiliki mandat kebangsaan yang melekat pada kelembagaannya.

"MPR RI memiliki tugas penting sebagai penjaga konstitusi dan kebangsaan." Pernyataan ini menjadi salah satu yang dianggap penting untuk dipahami terkait posisi dan peran MPR RI dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

Dimensi kebangsaan yang melekat pada MPR perlu terus dikomunikasikan kepada masyarakat melalui pemberitaan yang informatif dan mudah dipahami. "Pemberitaan mengenai MPR tidak hanya menyampaikan kegiatan, tetapi juga harus membantu masyarakat memahami peran kelembagaan MPR."

Karena itu, Ariawan menilai wartawan Parlemen mempunyai peran penting dalam menghadirkan pemberitaan yang mampu menjelaskan kerja MPR secara lebih utuh. "KWP dapat ikut menyampaikan informasi mengenai tugas MPR kepada masyarakat melalui pemberitaan yang profesional."

Sinergi antara KWP dan MPR RI tetap diperlukan agar informasi mengenai konstitusi, kebangsaan, serta kerja kelembagaan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. "Sinergitas KWP dan MPR dalam pemberitaan harus terus dibangun dengan tetap berpegang pada kaidah jurnalistik,"'tutur Ariawan.

Ariawan berharap pemberitaan mengenai MPR RI dapat memperluas ruang edukasi publik mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya terkait konstitusi. "Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang utuh mengenai apa yang dikerjakan MPR dan bagaimana perannya dalam menjaga konstitusi dan kebangsaan."

Melalui Media Gathering tersebut, Ariawan mendorong hubungan antara wartawan parlemen dan MPR RI tidak berhenti pada kepentingan peliputan, tetapi berkembang menjadi ruang komunikasi untuk memperkuat pemahaman publik mengenai institusi kebangsaan. "Dengan komunikasi yang baik, pemberitaan tentang MPR dapat memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat," tegas Ariawan. (ZAR)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru