Selasa, 03 November 2026

Inflasi Oktober 2026 Tetap Terkendali, Sinergi TPID Diperkuat Menjaga Stabilitas Harga Pangan

Neti Herawati - Selasa, 03 November 2026 21:41 WIB
Inflasi Oktober 2026 Tetap Terkendali, Sinergi TPID Diperkuat Menjaga Stabilitas Harga Pangan
Ist
P.Siantar, MPOL -Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Pematangsiantar mencatat tekanan inflasi di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Labuhanbatu pada Oktober 2026 tetap terjaga dan terkendali.Demikian disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar Ahmadi Rahman, pada siaran persnya, Selasa (3/11/2026).

Baca Juga:
Meskipun demikian, kenaikan harga pada sejumlah komoditas pangan strategis—terutama kelompok cabai—masih menjadi penyumbang utama inflasi di kedua wilayah tersebut.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Pematangsiantar mengalami inflasi sebesar 0,09% (month-to-month/mtm) pada Oktober 2026. Angka ini melambat dibandingkan capaian September 2026 yang tercatat sebesar 0,16% (mtm). Secara tahun berjalan (year-to-date/ytd), inflasi Pematangsiantar berada di angka 3,02%, sedangkan secara tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 4,19%, sebut Ahmadi.

Sementara itu, Kabupaten Labuhanbatu mencatatkan inflasi sebesar 0,39% (mtm), meningkat dari bulan sebelumnya yang berada di level 0,13% (mtm). Secara year-to-date, inflasi Labuhanbatu tercatat 3,98%, dan secara year-on-year berada pada tingkat 4,89%.

Perkembangan harga pada Oktober 2026 di kedua wilayah sejalan dengan peningkatan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau (khususnya volatile food), yang juga terjadi secara nasional.

Kota Pematangsiantar

Andil Inflasi Terbesar:

Cabai Merah: +0,18%

Andaliman: +0,04%

Tomat: +0,04%

Cabai Hijau: +0,03%

Cabai Rawit: +0,03%

Andil Deflasi Terbesar (Penahan Inflasi):

Daging Ayam Ras: -0,29%

Ikan Kembung: -0,04%

Semangka: -0,03%

Emas Perhiasan: -0,03%

Minyak Goreng: -0,02%

Labuhanbatu

Andil Inflasi Terbesar:

Cabai Merah: +0,31%

Cabai Rawit: +0,17%

Telur Ayam Ras: +0,09%

Tomat: +0,05%

Sigaret Kretek Mesin (SKM): +0,05%

Andil Deflasi Terbesar (Penahan Inflasi):

Daging Ayam Ras: -0,29%

Ikan Kembung: -0,08%

Emas Perhiasan: -0,05%

Jeruk: -0,02%

Kacang Panjang: -0,02%

Untuk merespons tekanan harga komoditas pangan, KPwBI Pematangsiantar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperkuat implementasi strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif).

Beberapa program konkret yang telah dilaksanakan sepanjang Oktober 2026 meliputi:

Gerakan Pangan Murah (GPM): Diadakan secara intensif sebanyak 8 kali di Kabupaten Labuhanbatu dan 6 kali di Kota Pematangsiantar, menyasar komoditas yang terdeteksi mengalami kenaikan harga via Early Warning System (EWS).

Fasilitasi Distribusi Pangan: Membantu kelancaran pasokan saat GPM untuk menjaga keterjangkauan harga dan daya beli masyarakat.

Kerjasama Antar Daerah (KAD): Memperluas KAD antara Kabupaten Batubara dengan Kota Pematangsiantar, Kabupaten Simalungun dengan Kota Pematangsiantar, serta KAD antar provinsi antara Kabupaten Batubara dengan Provinsi Riau.

Penguatan Asesmen & FGD: Menyelenggarakan FGD bersama akademisi guna mengembangkan model pemantauan pasokan serta pemetaan kondisi sentra produksi pangan di Sumatera Utara.

Kewaspadaan Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN)

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Ahmadi Rahman, menegaskan pentingnya sinergi lintas instansi menjelang momen akhir tahun.

"Ke depan, KPwBI Pematangsiantar bersama TPID akan terus meningkatkan kewaspadaan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) melalui penguatan pemantauan stok dan neraca pangan, optimalisasi GPM, penguatan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L), serta koordinasi yang erat dengan BPS dan seluruh pemangku kepentingan," imbuh Ahmadi.

Melalui sinergi yang kokoh antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, inflasi diharapkan tetap berada dalam kisaran yang terkendali sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan, ujarnya mengakhiri. **

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Maju Manalu
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru