Senin, 13 April 2026

Presiden Pemuda Masjid Dunia: Kebijakan Ini Untuk Kesejahteraan dan Masa Depan Anak Bangsa

Baringin MH Pulungan - Senin, 13 April 2026 16:06 WIB
Presiden Pemuda Masjid Dunia: Kebijakan Ini Untuk Kesejahteraan dan Masa Depan Anak Bangsa
Jakarta, MPOL -Menurut data Bank Dunia, jumlah penduduk miskin di Indonesia berkisar mencapai 196 juta jiwa dari total 280 juta penduduk.

Baca Juga:
Ini mengindikasikan, lebih dari separuh populasi di Tanah Air masih terjepit dalam kategori ekonomi rendah.



Demikian disampaikan Presiden Pemuda Masjid Dunia, Datuk H Said Aldi Al Idrus SE MM di Banten usai mengukuhkan Perwakilan pemuda masjid Dunia di Provinsi Banten Senin (13/4/2026).


Hal ini disampaikan Said Aldi merespon kritikan tentang program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sering dinilai berdalih demi kepentingan rakyat.
Said Aldi menilai, program MBG yang sampai hari ini masih berjalan dinilai sudah sangat tepat dan sangat membantu orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi dan makan siang anak-anak mereka.

Adanya program ini, dikarenakan Presiden Prabowo Subianto telah terjun langsung ke rakyat untuk melihat kondisi anak-anak Indonesia, terutama yang terkena Stunting.


"Sejak masa kepemimpinan lalu, Stunting sudah menjadi focus pemerintah, dan pada masa Pak Prabowo inilah baru dijalankan pengentasannya, yakni dengan program MBG.

Tujuannya agar tidak ada lagi anak-anak Indonesia yang kekurangan gizi," tegas Said Aldi sembari menambahkan bahwa untuk India dan beberapa negeri di Asia sudah terlebih dahulu menjalankan program MBG ini.


Said Aldi juga mengungkapkan bahwa terjadinya ketimpangan ekonomi di Indonesia dikarenakan kekayaan alam Tanah Air selama ini hanya dinikmati segelintir orang saja. Sementara masyarakat tak mampu dibiarkan dalam kondisi yang memprihatinkan.

Kondisi yang terkesan pembiaran itu tak ubahnya sebuah penjajahan terhadap bangsa sendiri.
Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) ini juga menyayangkan sorotan miring terhadap upaya Presiden Prabowo Subianto dalam mendistribusikan kekayaan negara melalui APBN melalui program MBG.


"Harusnya bila memberikan penilaian maupun kritikan di media sosial harusnya melihat secara realitas sosial. Jangan hanya berpijak pada perspektif keilmuan teknis semata. Harus melihat secara keseluruhan," cetusnya.


Said Aldi juga menekankan, bila kondisi malnutrisi di Indonesia tidak segera diintervensi, maka beban kesehatan dan hilangnya produktivitas masa depan anak-anak bangsa akan berdampak pada rendahnya IQ dan akan jauh lebih mahal dibandingkan nilai kontrak makanan saat ini.


Tak hanya itu, Said Aldi juga menyoroti anggapan bahwa dana MBG akan menguap sia-sia, itu merupakan penilaian yang tak masuk akal. Sebab, skema logistic berbasis ekonomi kerakyatan telah diterapkan, bahkan program MBG yang selama ini telah berjalan menjadi motor penggerak UMKM di Indonesia.


Sebab, lanjutnya, petani lokal memiliki pembeli siaga untuk pasokan telur, susu, dan sayuran, sehingga sirkulasi uang masif terjadi di akar rumput.
"Intinya harus kita ingat, bahwa bagi keluarga yang ada di garis kemiskinan, 1 porsi makanan bergizi standar adalah asupan utama harian yang sangat berharga. Dan mereka tentunya sangat bersyukur mendapat perhatian dari Pak Prabowo," imbuh Ketua Umum Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) ini.


Sebagai sosok tokoh muda dunia yang aktif dalam Gerakan sosial kemanusiaan, Said Aldi melihat adanya dampak psikologis dan motivasi sekolah yang besar dari kepastian makanan di meja siswa. Maka dari itu, melihat Indonesia tidak bisa hanya dari kacamata Jakarta semata. Sebab, negara ini adalah negara kepulauan yang masih banyak memiliki daerah tertinggal.


Lebih lanjut Said Aldi menilai bahwa tantangan operasional dalam pengiriman MBG ke daerah-daerah bukanlah berarti cacat konseptual, terlebih dengan adanya digitalisasi rantai pasok dan peran krusial TNI/Polri telah mengawal pasokan hingga ke tiap desa.


Terakhir, Said Aldi menegaskan MBG Program yang sangat membantu para orang tua,di seluruh indonesia" pungkasnya. (**)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Baringin MH Pulungan
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru