Minggu, 22 Februari 2026

YPHK Laksanakan Diklat Guru Gelombang IV, Ketua Yayasan Tegaskan Komitmen Mutu dan Spiritualitas Pelayanan

Redaksi - Minggu, 22 Februari 2026 18:59 WIB
YPHK Laksanakan Diklat Guru Gelombang IV, Ketua Yayasan Tegaskan Komitmen Mutu dan Spiritualitas Pelayanan
Ist

Tomok, MPOL-Yayasan Putri Hati Kudus (YPHK) laksanakan Diklat Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Gelombang IV sekaligus sebagai gelombang terakhir rangkaian diklat, pada 20–21 Februari 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Gedung SD Asisi Tomok ini diikuti oleh 59 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru dari berbagai unit pendidikan di wilayah Tomok dan Onanrunggu, Kabupatèn Samosir.

Baca Juga:

Peserta berasal dari TK Asisi Tomok, SD Asisi Tomok, SD St Paulus Onanrunggu, TK Claret Ceria NSA Onanrunggu, SMP Swasta Bakti Mulia Onanrunggu, serta SMP Asisi Tomok. Partisipasi lintas jenjang ini menegaskan keseriusan seluruh unit Asisi dalam memperkuat mutu pembelajaran secara berkelanjutan di sekolah sebagai upaya mewujudkan pendidikan yang bermutu.

Dalam sambutan pembukaannya, Ketua YPHK, Sr. Maximiliana Galingging, FCJM, menegaskan bahwa diklat ini bukan sekadar program yayasan, melainkan bagian dari gerakan bersama untuk mentransformasi cara guru mengajar dan membentuk karakter peserta didik.

Sr. Maxi menekankan bahwa deep learning harus dipahami secara utuh sebagai proses pembelajaran yang menyentuh akal budi, hati, dan tindakan Kepala Sekolah dan Guru. "Guru-guru Asisi dipanggil bukan hanya untuk mengajar, tetapi untuk membentuk manusia yang beriman, cerdas, dan berkarakter. Karena itu, pembelajaran harus sungguh-sungguh dirancang dengan kesadaran, tanggung jawab, dan kasih," ungkapnya.

Untuk memperkuat substansi kegiatan, YPHK kembali menghadirkan dua akademisi dari Universitas Negeri Medan, yakni Dr. Dionisius Sihombing, S.Pd., M.Si. dan Mangaratua M. Simanjorang, PhD. Keduanya memberikan penguatan konseptual tentang etos kerja guru profesional sebagai fondasi pembelajaran mendalam (deep learning) dan praktik implementatif agar guru mampu merancang pembelajaran berbasis pemahaman mendalam, asesmen autentik, serta refleksi berkelanjutan .

Dalam pemaparannya, Dr. Dionisius Sihombing, yang juga pengurus YPHK bidang kurikulum ini menegaskan bahwa profesionalisme guru merupakan fondasi utama mutu pendidikan. Profesionalisme, menurutnya, mencakup integritas, disiplin, komitmen pada kualitas, kemampuan reflektif, serta kesiapan berinovasi.

"Sekolah adalah tempat lahirnya manusia pembangunan. Dari sekolahlah kemajuan pribadi dan bangsa dimulai. Kita bangun negeri dari sekolah," tegasnya, seraya mengajak para guru memurnikan panggilan keguruan sebagai karya pemuliaan manusia.

Lanjut Dr. Dion , guru perlu lakukan refleksi pembelajaran berbasis data untuk mengevaluasi kemajuan proses dan hasil belajar di kelas sehingga selanjutnya bisa lakukan perbaikan secara bertahap dan berkelanjutan.

Sementara itu, Mangaratua M. Simanjorang, PhD menguraikan bahwa deep learning mendorong peserta didik memahami konsep secara komprehensif, berpikir kritis, berkolaborasi, dan mampu mengaplikasikan pengetahuan dalam konteks nyata.

Pada sesi praktik, para peserta dibimbing menyusun perangkat ajar dan instrumen asesmen yang selaras dengan prinsip pembelajaran mendalam sekaligus mengintegrasikan nilai-nilai inti YPHK: Beriman, Bersaudara, Berkorban, Setia, Terbuka, dan Menghargai (BerBebes TeaM). Selama dua hari pelaksanaan, kegiatan berlangsung dinamis dan partisipatif.

Para peserta aktif berdiskusi, berbagi praktik baik, serta melakukan refleksi atas pengalaman pembelajaran di sekolah masing-masing. Peserta menyampaikan apresiasi kepada yayasan dan narasumber karena materi yang diberikan dinilai kontekstual, aplikatif, dan menjawab kebutuhan riil sekolah. Para peserta pun berkomitmen untuk memantapkan persiapan mengajak dan berusaha meningkatkan mutu pembelajaran mereka di sekolah demi mewujudkan kompetensi peserta fisik.

Dalam sambutan penutupnya, Sr. Maximiliana Galingging, FCJM, kembali menegaskan pentingnya konsistensi implementasi hasil diklat. Sr. Maxi pun mengajak para kepala sekolah dan guru untuk tidak berhenti pada pelatihan, tetapi menghadirkan perubahan nyata di ruang kelas.

"Transformasi pendidikan tidak terjadi dalam satu atau dua hari, melainkan lahir dari kesetiaan pada proses, kemauan untuk terus belajar, dan komitmen melayani dengan hati. Mari kita wujudkan sekolah-sekolah Asisi sebagai komunitas belajar yang unggul, berkarakter, dan setia pada nilai-nilai Kristiani, dan niai-nilai karyaYPHK" tuturnya.

Sr. Maxi juga mengucapkan terimakasih kepada Kepala Sekolah, Guru, Narasumber, dan semua pihak yang turut mendukung kegiatan diklat sehingga dapat terselenggara dengan lancar, baik dan sesuai yang diharapkan.

Dengan berakhirnya Gelombang IV di Tomok, YPHK secara resmi menuntaskan seluruh rangkaian Diklat Pembelajaran Mendalam di unit-unit Asisi. Komitmen kolektif ini diharapkan menjadi pijakan kuat bagi peningkatan mutu pembelajaran dan kualitas lulusan sekolah-sekolah Asisi di bawah naungan YPHK.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Maju Manalu
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Mengapa Meminta Maaf ?

Mengapa Meminta Maaf ?

Beberapa hari sebelum masuk bulan Ramadhan, di grup WA atau di ponsel kita, penuh dengan permintaan maaf, mohon dimaafkan bila memiliki kesa

Artikel