Minggu, 05 Juli 2026

Maruli Siahaan Ajak Naposo HKBP Sei Putih Jauhi Narkoba dan Jadi Generasi Beriman serta Berintegritas

Josmarlin Tambunan - Minggu, 05 Juli 2026 20:53 WIB
Maruli Siahaan Ajak Naposo HKBP Sei Putih Jauhi Narkoba dan Jadi Generasi Beriman serta Berintegritas
Maruli Siahaan menjadi narasumber dalam seminar pembinaan Naposo HKBP Sei Putih Medan, Sabtu (4/7).(ist)
Medan, MPOL: Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan Sumatera Utara I, menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam Seminar Pembinaan Naposo HKBP Sei Putih yang dilaksanakan di Gereja HKBP Sei Putih, Jalan Gatot Subroto, Gang Gereja, Sei Putih Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sabtu (4/7)..

Baca Juga:
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pendeta Resort HKBP Sei Putih Pdt. Alfrida Naibaho, S.Th.; Pendeta Fungsional Pdt. Abed Nego Situmorang; serta Victor Silaen, S.E., M.M., Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, yang bertindak sebagai moderator.

Dalam pemaparannya, Maruli Siahaan menegaskan pentingnya pembinaan generasi muda gereja agar memiliki iman yang kuat, karakter yang baik, jiwa kepemimpinan, wawasan kebangsaan, dan semangat pelayanan berdasarkan nilai-nilai Kristiani.

Menurut Maruli, generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari penyalahgunaan teknologi, judi daring, pergaulan bebas, kekerasan, hingga peredaran dan penyalahgunaan narkoba.


Maruli Siahaan diulosi dan Poto bersama panitia beserta peserta seminar, Sabtu (4/7).(ist)


"Narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan pendidikan, pekerjaan, hubungan keluarga, dan masa depan generasi muda. Karena itu, Naposo HKBP harus berani berkata tidak terhadap narkoba serta saling menjaga dan mengingatkan dalam pergaulan," ujar Maruli.

Ia menekankan bahwa pencegahan narkoba tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Keluarga, gereja, sekolah, lingkungan masyarakat, dan komunitas pemuda harus bekerja bersama membangun benteng iman, pendidikan, pengawasan, serta kegiatan positif bagi generasi muda.

Maruli juga mengingatkan agar Naposo HKBP menggunakan teknologi secara bijak dan produktif. Media sosial, menurutnya, harus dimanfaatkan sebagai sarana belajar, berkarya, membangun jejaring, serta menyebarkan pesan-pesan kebaikan.

"Naposo HKBP jangan hanya pintar menggunakan telepon seluler, tetapi juga harus bijak menggunakan pikiran dan hati. Jangan hanya mengejar sesuatu yang viral, tetapi kejarlah nilai, karakter, prestasi, dan manfaat bagi sesama," tegasnya.

Dalam dialog yang berlangsung secara terbuka, sejumlah pemuda menyampaikan aspirasi kepada Maruli Siahaan mengenai pentingnya ruang pembinaan yang berkelanjutan bagi Naposo, termasuk pelatihan kepemimpinan, pengembangan keterampilan, pendampingan pendidikan dan karier, kegiatan olahraga, serta pelayanan sosial yang dapat menjauhkan pemuda dari narkoba dan pergaulan negatif.

Para pemuda juga berharap adanya dukungan terhadap kegiatan-kegiatan kreatif dan produktif yang diselenggarakan gereja, sehingga Naposo memiliki ruang untuk mengembangkan potensi, membangun kepercayaan diri, serta berkontribusi bagi masyarakat.

Selain pemuda, sejumlah orang tua turut menyampaikan perhatian dan harapan kepada Maruli Siahaan terkait tantangan dalam mendidik anak di tengah perkembangan teknologi, ancaman narkoba, judi daring, serta perubahan pola pergaulan generasi muda.

Para orang tua berharap adanya sinergi antara keluarga, gereja, pemerintah, dan wakil rakyat untuk memperkuat program pembinaan, edukasi bahaya narkoba, pendampingan terhadap keluarga, serta pembentukan lingkungan yang aman dan sehat bagi anak-anak muda.

Menanggapi penyampaian tersebut, Maruli menyatakan bahwa aspirasi dari pemuda dan orang tua merupakan masukan penting yang harus diperhatikan dan ditindaklanjuti melalui kerja sama berbagai pihak.

"Saya sangat mengapresiasi keterbukaan para pemuda dan orang tua. Aspirasi ini menunjukkan adanya kepedulian bersama terhadap masa depan generasi muda. Pembinaan tidak boleh berhenti pada satu seminar, tetapi harus menjadi gerakan yang berkelanjutan," ungkapnya.

Maruli menitipkan lima pesan kepada seluruh Naposo HKBP Sei Putih, yakni menjaga iman, menghormati orang tua dan pelayan gereja, menjauhi narkoba, judi daring, kekerasan, dan pergaulan yang merusak, menggunakan teknologi untuk belajar dan berkarya, serta menjadi pemimpin muda yang rendah hati, berintegritas, dan peduli terhadap sesama.

Ia berharap Seminar Pembinaan Naposo HKBP Sei Putih dapat ditindaklanjuti melalui pembentukan komunitas belajar, pelayanan sosial, gerakan antinarkoba dan antijudi daring, pelatihan keterampilan digital, diskusi pendidikan dan karier, serta kegiatan olahraga dan kreativitas pemuda.

"Anak muda tidak perlu menunggu tua untuk menjadi berkat. Mulai sekarang, Naposo dapat menjadi terang di tengah keluarga, gereja, kampus, tempat kerja, lingkungan masyarakat, dan media sosial," pungkas Maruli.

Seminar berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, interaktif, dan terbuka, serta menjadi ruang bersama bagi gereja, pemuda, dan orang tua untuk menyampaikan pandangan dan komitmen dalam membangun generasi muda yang beriman, sehat, berprestasi, dan bebas dari narkoba.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Why
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru