Jumat, 14 Juni 2024

IKA Unimed Kepri Serukan Bangun Negeri Dari Sekolah

Redaksi - Kamis, 16 Mei 2024 12:24 WIB
IKA Unimed Kepri Serukan Bangun Negeri Dari Sekolah
Ist
IKA Unimed Kepri, peserta FGD dan Akademisi Unimed foto bersama usai kegiatan.
Batam, MPOL -Ketua Ikatan Alumni Universitas Negeri Medan (Unimed) wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Marthin Sihombing,M.Pd, menyerukan gagasan "Membangun Negeri dari Sekolah".

Baca Juga:

Seruan itu disampaikannya saat menggelar diskusi pendidikan di Restoran Golden Prawn Seafood Batam, Rabu (15/4/24).

Kegiatan diskusi menghadirkan dua akademisi Unimed Dr. Dionisius Sihombing,M.Si, dan Dr.Salman Munthe, M.Si. Kedua akademisi itu juga alumni Unimed.

Menurut Marthin Sihombing, M.Pd, didampingi Wakil Ketua Diah Wahyuningsih Rahayu,S.Pd, M.Si, Sekretaris Pardomuan Sitanggang, S.Pd, M.Pd, Bendahara Heri Dingin Sembiring, S.Pd, bahwa kegiatan diskusi pendidikan digelar untuk menyikapi situasi pendidikan, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Batam.

Tujuan lain juga untuk menguatkan peranan alumni Unimed dalam upaya memberikan dukungan perhatian kepada Pemerintah Kepri dan Batam dalam rangka pembangunan daerah.

" IKA Unimed wilayah Kepri sejak berdiri punya cita-cita untuk berkontribusi positif bagi pembangunan daerah Kepri dan kota Batam. Komitmen untuk memberikan masukan gagasan pemikiran kepada Pemerintah sebagai cita-cita kami", katanya.

Lanjut Marthin, IKA Unimed wilayah Kepri merasa terhormat karena diskusi pendidikan bisa digelar dengan hadirnya dua akademisi Unimed Dr. Dionisius Sihombing, M.Si, dan Dr. Salman Munthe yang juga senior mereka.

Kehadiran akademisi ini khusus untuk mengikuti sidang pleno Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (APEBI ) ke- XXI, namun bersedia memberikan waktu dan perhatian bagi eksistensi IKA Unimed Kepri. Tentu perhatian ini tanda cinta sesama almamater Unimed.

Saat sesi diskusi, Marthin mengawali kalimat dengan berkata bangun sekolah, bangun daerah. Sebaliknya ketika sekolah Sakit, daerah pun kelak sakit.

Lanjut Marthin, hal ini sejalan dengan dalil pembangunan yang digagas Guru Besar Unimed yang juga Tokoh Pendidikan Indonesia Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, bahwa apabila ingin membangun negeri atau daerah maka harus dimulai dari membangun sekolah.

Menanggapi isu pendidikan, peserta diskusi lainnya berkata sangat sependapat dan mengamini gagasan Guru Besar Unimed itu.

Salah satu peserta diskusi bernama Diah menegaskan bahwa tidak akan terjadi kemajuan negeri atau daerah, termasuk Kepri dan Batam bilamana pemerintahnya tidak serius dalam mengelola sekolah, tidak iklas memandatkan tugas kepemimpinan pendidikan kepada SDM yang mumpuni, berpengalaman di bidang pendidikan, bila tidak memerhatikan nasib pendidik dari sisi kesejahteraannya, serta bila kebijakan pendidikan tidak mempertimbangkan kepentingan masyarakat sekolah secara luas, juga bila para pemimpin tidak integritas atau tidak tunjukkan keteladanan dalam memimpin publik.

Sambung Hery Sembiring, kondisi umum pendidikan sekarang bahwa sekolah sering dipolitisasi, dikelola tidak profesional dan sistem rekrutmen kepemimpinan pendidikan tidak berbasis kompetensi melainkan mendahulukan aspek politik, kedekatan tertentu dan transaksional.

Akibatnya cita-cita pembangunan belum terjawab sesuai harapan.

Menyikapi itu Diah mendorong supaya dilakukan perubahan perilaku pemimpin kalau ingin memajukan negeri. Pemimpin harus berani dan iklas memulai membangun daerah dari sekolah.

Salah satu cara untuk itu adalah menata sistem rekrutmen pendidik dan tenaga kependidikan, juga menata pola rekrutmen pemimpin dan kepemimpinan sekolah kearah yang lebih baik.

Menurut Pardomuan Simanullang, peranan pengawas sekolah turut mempengaruhi kualitas pendidikan di daerah. Kompetensi pengawas pendidikan juga harus dipertimbangkan apabila ingin memastikan pengelolaan dan pelaksanaan tugas pendidikan yang bermutu.

Menanggapi pendapat yang berkembang dalam diskusi, Akademisi Unimed Dr. Dion berpendapat bahwa dalil membangun negeri dari sekolah yang digagas Tokoh Pendidikan Nasional dan juga Guru Besar Unimed Prof. Syawal Gultom, M.Pd sangat patut dibumikan di seluruh wilayah Indonesia dan untuk itu peranan IKA Unimed sangat penting.

Pemerintah harus komitmen dan integritas untuk itu. Karena itu didorongnya Alumni Unimed Kepri dan Batam wajib turut mendorong pemerintah disemua tingkatan agar serius dalam membangun sektor pendidikan.

Sedapat mungkin pula supaya alumni Unimed terlibat membantu pemerintah memberikan gagasan pemikiran konstruktif disertai data riset kepada pemerintah untuk dijadikan pertimbangan penetapan kebijakan pendidikan.

Lanjut Dion, bersaran supaya IKA Unimed Kepri berkolaborasi dengan pemerintah setempat, serta memiliki inisiatif menawarkan gagasan pemikiran konstruktif membangun daerah.

"Itu jugalah pesan pimpinan Unimed yang diamanatkan untuk disampaikan kepada Pengurus IKA Unimed Kepri", sebut Dion, sembari berterimakasih kepada pengurus IKA Unimed Kepri karena sudah terus membanggakan almamater Unimed di lapangan kehidupan.

Sikap ini patut dipuji dan disenangi Rektor Unimed dan pimpinan lainnya. Apalagi ketika alumni bermitra dan sinergi dengan pemerintah dan para pihak lainnya pastilah sangat diharapkan, bisa hadirkan nama baik Unimed sebagai kampus pembangun karakter (The Charakter Building University).

Hal lain disebut akademisi Dr. Salman Munthe bahwa pendidikan hanya dapat maju dan berdampak kepada kemajuan negeri atau bangsa karena pemerintah berperilaku memihak kepada nasib pendidik dan mau meninggikan derajat pendidik.

"Agar pendidikan dijadikan tempat tumbuh suburnya kegembiraan, maka pemerintah harus membuat pendidik gembira laksanakan tugasnya, jangan dibuat sengsara apalagi meneteskan air mata. Jika itu yang terjadi pasti hatinya tidak nyaman dalam bertugas dan kualitas pengajaran tidak terjadi", tegasnya.

Untuk itu peran komunitas Alumni Unimed sangat diperlukan.

Menutup kegiatan diskusi Ketua IKA Kepri Marthin menyimpulkan bahwa pendidikan sangat urgen untuk hadirkan kemajuan daerah bahkan negeri.

Begitulah Kepri dan Batam akan maju dan terdepan ketika sektor pendidikan dikelola dengan baik dan secara serius, tampak dari integritas dan keteladan pemimpin daerah.

Pengelolaan pendidikan pun harus diberikan kepada orang-orang yang tepat, berpengalaman dan kompetensi.

IKA Unimed Kepri berharap pemerintah Kepri dan Batam meningkatkan keseriusannya dalam memajukan sektor pendidikan. IKA Unimed Kepri siap mendukung dan kerjasama untuk menghasilkan gagasan pemikiran konstruktif berbasis riset sebagai pertimbangan penetapan kebijakan pendidikan di Kepri dan Kota Batam.

IKA Unimed juga percaya ada kerinduan pemerintah Kepri dan kota Batam untuk membangun daerah unggul, karenanya harus serius membenahi sektor pendidikan.

Akhirnya Marthin berterimakasih kepada akademisi Unimed dan kepada pimpinan Unimed yang memberikan pesan untuk bagaimana alumni satu suara memajukan sektor pendidikan di tanah air.

"Terimakasih juga disampaikan kepada peserta diskusi, pengurus yang berhadir dan juga Walikota Batam M. Rudi, SE, MM yang mendukung terlaksananya diskusi pendidikan IKA Unimed Kepri di Batam", tutupnya.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Maju Manalu
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd : Jadilah Lulusan Hebat dan Kontributif
Ketua PGRI Kabupaten Humbahas Dukung Syawal Gultom Bangun Negeri dari Sekolah
Gandi Parapat: Terlalu Kecil Presiden Habiskan Biaya dan Merepotkan Petugas Hanya untuk Bobby jadi Gubsu
Penerbit Prenadamedia Group Jakarta Serahkan Buku Berjudul 'Kajian Perilaku Kepemimpinan Dalam Organisasi' kepada Penulisnya Syawal Gultom dan Dionisi
PMPHI Sumut: Prof Syawal Gultom Ditunggu Masyarakat jadi Gubsu
Akademisi Unimed: Prof Syawal Gultom Paham Keadaan Pendidikan Nasional dan Layak Jadi Menteri Pendidikan
komentar
beritaTerbaru