Medan, MPOL: Seorang remaja tewas ditembak dibagian mata sebelah kiri tembus ke kepala, saat terjadi bentrok antar pemuda di kawasan terowongan Jalan Tol, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.
Baca Juga:
Korban tewas adalah seorang remaja kelas 3 SMA bernama Daffa Al-Bukhari (17), selama ini tinggal menjaga neneknya yang sudah ujur berusia 81 tahun.
Kematian tragis anak sulung itu telah dilaporkan
Ika Indah Sari, orangtua korban ke Polda Sumut pada Rabu (22/7) siang.
Ika Indah Sari yang bekerja guru sekolah itu datang membuat laporan pengaduan ke SPKT Poldasu didampingi keluarganya.
Kepada wartawan usai membuat laporan pengaduan,
Ika Indah Sari mengatakan, dirinya mengetahui kalau anaknya telah meninggal di RS Delima, setelah dikabari teman anaknya.
"Ada orang datang kerumah memberitahukan kalau Daffa berdarah-darah. Kemudian kami ke RS Delima. Disitu anak saya sudah meninggal dunia," kata Ika dengan berurai air mata.
Dia mengatakan, bertemu dengan anaknya itu sekitar pukul 23.30 wib, tapi dia didalam kamar rumah neneknya.
Ika Indah Sari mengaku melihat anaknya berlumuran darah. Darah terus mengucur dari mata sebelah kiri.
Darah keluar dari mata, hidung, dan keluar buih sepertinya peluru beracun.
"Anak saya ditembak dibagian mata sebelah kiri tembus ke kepala. Ada tembak-tembakan saat terjadi bentrok yang katanya antar Ormas," sebutnya.
"Hati orang tua mana yang tidak hancur melihat anaknya sudah tidak ada. Sudah terbujur. Makanya saya ke Polda Sumut meminta keadilan kenapa anak saya bisa seperti itu," ucabnya.
Saya mau keadilan buat anak saya. Saya gak mau anak saya mati sia-sia.
Tidak ada orang tua yang mau anaknya seperti ini.
Ika Indah Sari mengatakan, dari informasi kawan-kawan kalau anak saya dibonceng melintas dari lokasi. Karena ada bentrok lalu mereka berhenti melihat-lihat. Namun tiba-tiba Daffa terjatuh, kena tembak di mata kirinya.
Alhasil, anak saya diseret oleh rekan-rekannya. Dilokasi anak saya sudah meninggal dunia lalu dibawa ke RS Delima.
"Saya berharap polisi dapat mengungkap pelaku penembakan anak saya," harap Ika Indah Delima.**
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Josmarlin Tambunan