Kamis, 03 September 2026

Akses Jalan Ditutup, Warga Protes Proyek Rp3,7 Miliar Milik Pemkab Deli Serdang

Redaksi - Rabu, 02 September 2026 09:31 WIB
Akses Jalan Ditutup, Warga Protes Proyek Rp3,7 Miliar Milik Pemkab Deli Serdang
Aktivitas Proyek Rp3,7M Pemkab Deli Serdang, Dinas SDABMBK, yang berlokasi di Gang Langgar Desa Dalu Sepuluh-A Selasa (1/9/2026), sempat diprotes warga karena akses jalan tertutup. (Fhoto:Mp/Dedy.Z)

Deliserdang, MPOL - Proyek peningkatan jalan senilai Rp3,7 miliar milik Pemkab Deli Serdang di Desa Dalu Sepuluh A, Kecamatan Tanjung Morawa, diprotes warga karena menutup seluruh akses jalan permukiman.

Baca Juga:

Aksi protes dilakukan Rajail Haqqi (36), warga Dusun II Gang Langgar, Desa Dalu Sepuluh A, Kecamatan Tanjung Morawa, pada Sabtu 29/8/2026 di lokasi proyek.

Kepada Medan Pos, Senin malam 31/8/2026, Rajail mengaku kesal lantaran jalan yang dikorek hanya separuh badan jalan, tetapi seluruh akses ikut tertutup.

"Sabtu sore saya protes langsung di lokasi, Jalan yang dikorek itu kan separuh lebarnya gak semua, kenapa semua sisi gak bisa dilewati? Paling-tidak sepeda motor bisa lewat, Kami warga sekitar sini keluar naik kereta (sepeda motor) pun payah," kata Rajail.

Ia menilai kontraktor lalai mengawasi pekerjaan. Badan jalan malah dipakai untuk mengaduk semen, sementara tumpukan tanah dibiarkan di lahan warga. "Harusnya mereka carikan jalur alternatif dengan benar untuk warga, jangan biarkan warga cari sendiri sampai warga belusukan tanpa arah jelas, mestinya diatur koordinasikan minta izin pakai sementara lahan warga untuk akses jalan, dan arahkan pengguna jalan biar gak sering keliru" tegasnya.

Rajail menjelaskan bahwa aksi protesnya muncul ketika melihat cara pengerjaan proyek yang menurutnya kurang benar.

"Saya lihat sore itu kayaknya sudah gak benar cara kerjanya, dan hati saya menolak, langsung saya protes, disisi jalan malah dipakai untuk aduk semen, sementara lahan warga disebelahnya ditumpangi tumpukan tanah, harusnya itu tanah dinaikkan dulu ke truck, bukan saya suruh jual tanahnya, tapi amankan dari lokasi", ujarnya.

Terkait hal ini, Medan Pos mencoba mengkonfirmasi kepada Jo, yang disebut-sebut sebagai perwakilan kontraktor di lapangan, melalui panggilan WhatsApp, Selasa (1/9/2026). Jo menyebut dirinya sedang di luar kota dan mengarahkan ke mandor proyek, Dito. Namun, Dito berdalih belum mengetahui kejadian tersebut. "Aku nggak tahu, kemarin kerja di belakang. Coba tanya operator alat beratnya," kata Dito.

Operator alat berat, Amri (29), membenarkan adanya aksi protes warga, "ya, (ada warga sini marah ngaduk semen di jalan.red), dia mau lewat, (tapi) gak bisa lewat, namanya kerjaan bang ya kan", cetus Amri singkat kepada Medan Pos.

Pemkab Deli Serdang melalui pihak Dinas SDABMBK belum berhasil dikomfirmasi, pihak pengawas tidak ketemu di lokasi, sedangkan Kepala Dinas, Janso Sipahutar yang biasa dikomfirmasi Medan Pos via WhatsApp saat ini sudah berganti jabatan menjadi Kadis Perumahan Pemukiman dan Pertahanan (Perkimtan), begitu pula pihak Pemerintahan Desa Dalu Sepuluh-A saat dihubungi belum memberi jawaban.

Selasa sore (1/9/2026), dari pantauan di lokasi, akses jalan Gang Langgar Desa Dalu Sepuluh-A menuju Gang Subur Desa Telaga Sari kini sudah bisa dilewati untuk jalur sepeda motor, seperti biasa pekerjaan proyek berhenti sekira pukul 17.00Wib akan kembali beroperasi esok hari.

Sebagaimana diketahui, proyek infrastruktur ini merupakan proyek peningkatan jalan yang dikelola oleh Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Kontruksi (SDABMBK) Deli Serdang dan dilaksanakan oleh CV Baik Budi sebagai pemenang tender, dengan anggaran APBD Deli Serdang tahun 2026 sebesar Rp3.723.335.000,-

Berdasarkan pengamatan di lokasi, pola pengerjaan proyek ini dengan cara menghancurkan jalan beton di Gang Langgar lalu dimasukkan box culvert gorong-gorong ke dalamnya, diinfokan jalan tersebut akan dicor kembali setelah saluran gorong-gorong selesai dikerjakan.

Atas adanya pelaksanaan proyek ini, warga berharap pengerjaannya dilakukan secara profesional, jangan selalu menimbulkan gangguan lingkungan termasuk terhadap warga pengguna jalan, pihak terkait harus melakukan evaluasi, mengingat anggaran yang dikucurkan untuk proyek ini terbilang besar.** (Dedy.Z)

Dedy Irawan Z

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Baringin MH Pulungan
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru