Medan, MPOL -Kordinator Wilayah (Korwil) Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara (Sumut) , Drs
Gandi Parapat menilai KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) sengaja main sandiwara di Sumut dengan mengekspos
Rektor USU Prof Murianto tidak koperatif.
Baca Juga:
PMPHI Sumut juga menilai tidak masuk akal jika
Rektor USU terkait dengan korupsi di PUPR Sumut yang membuat OTT Kadis PU Sumut dan kawan-kawan.
"KPK sudah memeriksa
Rektor USU di Tapsel menurut berita, kenapa dibilang tidak koperatif. Sepertinya ada niat mau menenggelamkan karier Prof Murianto yang akan dipilih lagi menjadi
Rektor USU dua periode", kata
Gandi Parapat di Medan, Kamis (18/9/2025).
Korwil
PMPHI Sumut itu menambahkan, dalam hal pemeriksaan yang dilakukan KPK kepada rektor USU, pihaknya sangat curiga KPK tidak bekerja profesional, atau pesanan agar tidak terpilih lagi menjadi
Rektor USU yang pemilihannya di bulan September 2025 ini.
"Kami sangat menyakini tidak ada keterkaitan
Rektor USU Prof Murianto dalam kejahatan di PUPR Sumut. Dulu dalam proses mau ditetapkan Murianto sebagai Rektor, ada yang ribut plagiat dengan tujuan agar tidak terpilih atau batal jadi rektor USU. Sekarang KPK bermain. Untuk itu KPK kami minta agar menghentikan permainan dengan
Rektor USU", ujarnya.
"Jadi kalaupun saat ini tidak ada waktu
Rektor USU ke KPK atau tidak mau menghadiri undangan KPK, itu menurut kami sangat wajar. Kami sangat berharap KPK bekerjalah sesuai UU, jangan coba-coba ganggu ketentraman USU kebanggaan masyarakat Sumut. Biarkan pemilihan atau dukung pemilihan rektor USU berlangsung dengan nyaman sesuai kepentingan masyarakat Sumut", tutup
Gandi Parapat.**
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News