Audiensi dengan PWI, Ahmad Muzani: Hati Saya Tetap Wartawan
Jakarta, MPOL Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat melakukan pertemuan dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI,
Nusantara
Medan, MPOL - Baru-baru ini beredar di media sosial terkait adanya seorang pria yang mengaku-ngaku sebagai anggota polisi saat ada warga sedang transaksi penjualan sepeda motor secara cash on delivery (COD).
Baca Juga:
- Pasca Kebakaran Sopo Parsaktian Datu Pejel di Sibisa, DPP PPRN Indonesia Sampaikan Surat penjelasan Terbuka, Begini bunyinya
- DPP PPRN Indonesia Berharap Polres Toba Segera Ungkap Kebakaran Sopo Parsaktian Datu Pejel di Sibisa
- ICDX Catat Volume Transaksi 28.621 Lot Senilai Rp 130 Triliun, Hari Pertama Transaksi Tahun 2026
Setelah diselidiki, pria tersebut memang benar anggota polisi dari Polsek Sunggal bernama Briptu YP. Namun, video itu kemudianviral dan menjadi perhatian publik saat motor milik pemuda tersebut dibawa kabur begitu saja oleh calon pembeli yang disebut-sebut teman dari Brigadir YP. Peristiwa itu disebutkan terjadi di sekitaran Jalan Gatot Subroto, Kampung Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Kamis (29/5/2025) malam.
Pemuda yang hendak menjual motor tersebut merasa menjadi korban sindikat curanmor modus COD. Video yang direkam warga itu kemudian tersebar luas di media sosial. Briptu YP sempat mengatakan bahwa dirinya polisi, namun korban dan warga sekitar tidak memercayainya karena penyitaan yang dilakukan tidak sesuai prosedur. Terlebih, sepeda motor miliknya yang hendak dijual juga bukanlah sepeda motor curian.
Terkait kejadian tersebut, Kapolrestabes Medan KBP Gidion Arif Setyawan buka suara. Gidion membenarkan bahwa salah satu pria yang ada di dalam video itu adalah polisi. Ia pun telah melihat video viral saat keributan itu terjadi.
"Sesuai wajah dan identifikasi memang benar anggota Polsek Sunggal dari Unit Sabhara, Briptu YP," kata Gidion saat diwawancarai di Polrestabes Medan, Rabu (4/6/2025) siang.
Gidion mengatakan bahwa Briptu YP bukanlah komplotan curanmor modus COD, melainkan ada kesalahan teknis dalam melakukan penangkapan.
"Peristiwa itu terjadi bukan karena dia komplotan, ini kesalahan teknis, kesalahan prosedural yang dilakukan atau kesalahan menangani persoalan," sebutnya.
Eks Kapolres Metro Jakarta Utara ini menceritakan duduk perkara kejadian itu. Kata Gidion, awalnya ada warga yang mengadu kepada Briptu YP telah kehilangan sepeda motor. Aduan tersebut disampaikan warga tanpa membuat laporan resmi ke kantor polisi.
"Bermula dari laporan masyarakat bahwa ada sepeda motornya yang hilang. Si pelapor ini meskipun tidak membuat laporan polisi, mencurigai (motornya) ada dijual melalui medsos, sehingga langsung melakukan COD. Motor ini kan banyak, ciri-cirinya disebut pelapor hampir sama. Tapi kan sesungguhnya identifikasi kendaraan itu kan bukan hanya warna, tipe, dan jenis, tapi juga ada noka (nomor rangka) dan nosin (nomor mesin), sehingga anggota (Briptu YP) mendekat kepada yang melakukan COD," ungkapnya.
Meskipun begitu, Gidion tetap mengakui bahwa apa yang dilakukan Briptu YP memang tidak sesuai prosedur sebagaimana pengungkapan tindak pidana karena tidak didasari laporan polisi.
"Ini mencurigai awal, lalu dibawa ke Polsek (Sunggal). (Briptu YP) tidak ada mens rea, tidak ada indikasi melakukan kejahatan. Tapi karena kita membawa dari suatu tempat seharusnya ada dokumen awal. Nah, ini yang dia tidak punya, ini kesalahan prosedural. Penyelidikan itu kan ada teknik dan taktik. Dia tak memahami itu," jelasnya.
Selanjutnya, usai sepeda motor itu dibawa dan dilakukan pengecekan, Gidion menyebut sepeda motor tersebut bukanlah motor curian, melainkan memang benar milik si penjual.
"Terhadap anggota, tetap (diproses). Karena ini kesalahan teknis, prosedural, tak sesuai SOP dan ada kode etik. Berarti ada kesalahan secara etik yang dilakukan bersangkutan," terangnya.
Dalam video viral yang beredar, muncul narasi bahwa Briptu YP tergabung dalam komplotan curanmor modus COD. Namun, Gidion sekali lagi menegaskan dan membantah tudingan itu.
"Bukan, dia bukan komplotan. Baru sekali ini (dilakukan) dan murni hanya kesalahan teknis," pungkasnya. *
Jakarta, MPOL Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat melakukan pertemuan dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI,
Nusantara
Jakarta, MPOL Kombes Pol (P) Dr. Maruli Siahaan,SH.,MH sebagai Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan Sumatera Ut
Nasional
Jakarta, MPOL Kombes Pol (P) Dr. Maruli Siahaan,SH.,MH sebagai Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan Sumate
Nasional
Medan, MPOL Pasca kebakaran Sopo Parsaktian Datu Pejel di Desa Parsaoran Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba yang terjadi pada Rabu 2
Sumatera Utara
Jakarta, MPOL Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) serap 1.143 aspirasi daerah matangkan agenda prioritas sub wilayah barat
Nasional
Jakarta, MPOL Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy mendukung penuh terhadap pernyataan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang mengkr
Nasional
Medan, MPOL Setelah menahan tiga orang tersangka, Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara ( Kejatisu) kembali menahan JS Direktur Utama
Hukum
Singkawang, MPOL Astra melalui program Desa Sejahtera Astra memperkuat aktivitas membatik sebagai sumber penghidupan masyarakat desa melalu
Nusantara
Taput, MPOL Pihak ketiga dipercayakan Pemkab Taput untuk melaksanakan pembangunan rumah bantuan Gubernur Jawa Barat Kang Dedy Mulyadi (KDM)
Sumatera Utara
Tebing Tinggi, MPOL Kantor Imigrasi Pematang Siantar kunjungi sekretariat PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Kota Tebing Tinggi, di Komplek
Sumatera Utara