Pelindo Regional 1 Belawan Sampaikan Duka Cita Atas Meninggalnya Calon Penumpang KM Kelud
Belawan, MPOL PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Belawan menyampaikan duka cita atas meninggalnya seorang calon penumpang KM Kelud
Peristiwa
Medan, MPOL - Baru-baru ini beredar di media sosial terkait adanya seorang pria yang mengaku-ngaku sebagai anggota polisi saat ada warga sedang transaksi penjualan sepeda motor secara cash on delivery (COD).
Baca Juga:
- Sempat Diperiksa Propam-Jadi Pamen Yanma Poldasu, Kompol Johannes Napitupulu Dipromosikan Jabat Kanit Ditreskrimum
- Komplotan Pelaku Begal Beraksi di Medan, Korban Diancam Sajam-Motor Dirampas
- Transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi Kuartal I tahun 2026, Notional Value Transaksi di ICDX Capai Rp 12.477 Triliun
Setelah diselidiki, pria tersebut memang benar anggota polisi dari Polsek Sunggal bernama Briptu YP. Namun, video itu kemudianviral dan menjadi perhatian publik saat motor milik pemuda tersebut dibawa kabur begitu saja oleh calon pembeli yang disebut-sebut teman dari Brigadir YP. Peristiwa itu disebutkan terjadi di sekitaran Jalan Gatot Subroto, Kampung Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Kamis (29/5/2025) malam.
Pemuda yang hendak menjual motor tersebut merasa menjadi korban sindikat curanmor modus COD. Video yang direkam warga itu kemudian tersebar luas di media sosial. Briptu YP sempat mengatakan bahwa dirinya polisi, namun korban dan warga sekitar tidak memercayainya karena penyitaan yang dilakukan tidak sesuai prosedur. Terlebih, sepeda motor miliknya yang hendak dijual juga bukanlah sepeda motor curian.
Terkait kejadian tersebut, Kapolrestabes Medan KBP Gidion Arif Setyawan buka suara. Gidion membenarkan bahwa salah satu pria yang ada di dalam video itu adalah polisi. Ia pun telah melihat video viral saat keributan itu terjadi.
"Sesuai wajah dan identifikasi memang benar anggota Polsek Sunggal dari Unit Sabhara, Briptu YP," kata Gidion saat diwawancarai di Polrestabes Medan, Rabu (4/6/2025) siang.
Gidion mengatakan bahwa Briptu YP bukanlah komplotan curanmor modus COD, melainkan ada kesalahan teknis dalam melakukan penangkapan.
"Peristiwa itu terjadi bukan karena dia komplotan, ini kesalahan teknis, kesalahan prosedural yang dilakukan atau kesalahan menangani persoalan," sebutnya.
Eks Kapolres Metro Jakarta Utara ini menceritakan duduk perkara kejadian itu. Kata Gidion, awalnya ada warga yang mengadu kepada Briptu YP telah kehilangan sepeda motor. Aduan tersebut disampaikan warga tanpa membuat laporan resmi ke kantor polisi.
"Bermula dari laporan masyarakat bahwa ada sepeda motornya yang hilang. Si pelapor ini meskipun tidak membuat laporan polisi, mencurigai (motornya) ada dijual melalui medsos, sehingga langsung melakukan COD. Motor ini kan banyak, ciri-cirinya disebut pelapor hampir sama. Tapi kan sesungguhnya identifikasi kendaraan itu kan bukan hanya warna, tipe, dan jenis, tapi juga ada noka (nomor rangka) dan nosin (nomor mesin), sehingga anggota (Briptu YP) mendekat kepada yang melakukan COD," ungkapnya.
Meskipun begitu, Gidion tetap mengakui bahwa apa yang dilakukan Briptu YP memang tidak sesuai prosedur sebagaimana pengungkapan tindak pidana karena tidak didasari laporan polisi.
"Ini mencurigai awal, lalu dibawa ke Polsek (Sunggal). (Briptu YP) tidak ada mens rea, tidak ada indikasi melakukan kejahatan. Tapi karena kita membawa dari suatu tempat seharusnya ada dokumen awal. Nah, ini yang dia tidak punya, ini kesalahan prosedural. Penyelidikan itu kan ada teknik dan taktik. Dia tak memahami itu," jelasnya.
Selanjutnya, usai sepeda motor itu dibawa dan dilakukan pengecekan, Gidion menyebut sepeda motor tersebut bukanlah motor curian, melainkan memang benar milik si penjual.
"Terhadap anggota, tetap (diproses). Karena ini kesalahan teknis, prosedural, tak sesuai SOP dan ada kode etik. Berarti ada kesalahan secara etik yang dilakukan bersangkutan," terangnya.
Dalam video viral yang beredar, muncul narasi bahwa Briptu YP tergabung dalam komplotan curanmor modus COD. Namun, Gidion sekali lagi menegaskan dan membantah tudingan itu.
"Bukan, dia bukan komplotan. Baru sekali ini (dilakukan) dan murni hanya kesalahan teknis," pungkasnya. *
Belawan, MPOL PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Belawan menyampaikan duka cita atas meninggalnya seorang calon penumpang KM Kelud
Peristiwa
Medan, MPOL AKP Arianto Sitorus SH,secara resmi dilantik sebagai Kapolsek Talawiy menggantikan Kompol Cecep Suhendra,AKap Arianto Sitorus
Sumatera Utara
Medan, MPOL Podomoro City Deli Medan, kawasan hunian terpadu mahakarya Agung Podomoro, terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan hun
Sumatera Utara
Tebing Tinggi, MPOL Seorang IRT (Ibu Rumah Tangga) tewas setelah mengalami luka tikam dibagian perut, Selasa malam (14/4/2026). Peristiwa
Peristiwa
Batu Bara, MPOL Kapolres Batu Bara, AKBP Doly Nelson H.H. Nainggolan, memimpin langsung upacara serah terima jabatan (sertijab) Kapolsek Ta
Sumatera Utara
Jakarta, MPOL Telkomsel kembali menyelenggarakan IndonesiaNEXT bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) yang memasuki tahu
Nusantara
Medan, MPOL Komisi A DPRD Sumatera Utara menegaskan bahwa Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate (BSRE) telah be
Sumatera Utara
Medan, MPOL Seorang kader akar rumput PDIP di Kota Medan, Musawab menyampaikan wacana pengajuan gugatan terhadap 4 oknum pengurus DPC PDIP
Politik
Batu Bara, MPOL Kecelakaan lalulintas (lakalantas) terjadi antara sepeda motor Honda Beat BK3437 VAQ yang menabrak bumper samping truk col
Sumatera Utara
Jakarta, MPOL Diduga melakukan penggelapan uang perusahaan dan karyawan ditaksir miliaran rupiah.Mantan Direktur PT Graha Konstruksi Seja
Peristiwa