Sabtu, 30 Mei 2026

Anggota DPR-RI Komisi XIII, Kombes Pol (Purn) Dr. Maruli Siahaan Sambangi Warga Miskin Pangihutan Nainggolan di Belawan

Toga Pasaribu - Sabtu, 30 Mei 2026 19:33 WIB
Anggota DPR-RI Komisi XIII, Kombes Pol (Purn) Dr. Maruli Siahaan Sambangi Warga Miskin Pangihutan Nainggolan di Belawan
Anggota DPR RI Maruli Siahaan datang melihat langsung kondisi kediaman warga miskin Pangihutan Nainggolan/br. Samosir. (Topas)
Belawan, MPOL -Warga miskin yang sangat membutuhkan bantuan Pangihutan Nainggolan
/br Samosir yang beralamat di Jalan Veteran Lorong 3 Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan bersuka cita. Sebab,
Anggota DPR-RI Komisi XIII, Kombes Pol (Purn) Dr. Maruli Siahaan SH.. MH hadir melihat langsung kediaman dan kondisi keluarga tersebut. Jumat (29/05).

Baca Juga:

‎Kedatangan Anggota DPR-RI Komisi XIII dalam rangka tugas dan tanggung jawabnya
terhadap Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut 1 untuk melihat langsung kondisi rumah masyarakat miskin tidak layak ditempati, yang beberapa hari lalu ramai diberitakan di media online dan media sosial.

Ketika dikonfirmasi wartawan, Maruli Siahaan mengatakan sangat prihatin dan akan memberi bantuan.

‎"Karena ada pemberitaan dari media tentang adanya masyarakat miskin yang kondisi rumahnya tidak layak ditempati, saya langsung datang kunjungan ke Medan untuk melihat langsung. Saya prihatin dan saya akan bantu dengan membangun seperti rumah panggung," ucapnya.

‎"Saya juga dapat informasi bahwa kumpulan marga Nainggolan dan marga Samosir mereka sudah melakukan pengumpulan dana untuk membantu dalam rangka pembangunan," ungkapnya.

‎Sebelumnya, adapun pemberitaan di media mengenai keluarga miskin Pangihutan Nainggolan yang sangat membutuhkan uluran tangan untuk merenovasi rumahnya.

‎Kisah Pilu Keluarga Pangihutan Nainggolan (75) dan Aspita Samosir (72) istrinya, bersama dua orang anaknya, yang tinggal di Jalan Veteran Lorong 3 Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Jumat (22/05/2026).

‎Pasalnya, pasutri (pasangan suami istri), yang tinggal di rumah reyot dengan kondisi nyaris rubuh dan sering dihantam air pasang laut, harus tetap bertahan mendiami rumahnya tersebut.

‎Tak sampai disitu, Nainggolan juga mengalami sakit pada matanya hingga tidak bisa melihat, sedangkan istrinya mengalami gangguan pendengaran dan kedua anaknya diduga mengalami keterbelakangan mental.

‎Saat ditemui wartawan di kediamannya, Pangihutan Nainggolan mengatakan bahwa mereka sangat membutuhkan uluran tangan dan bantuan pemerintah terutama program bedah rumah.

‎"Sejak tahun 1987 kami sudah tinggal dirumah ini, saya tinggal bersama istri dan kedua anak saya. Semua kebutuhan sehari-hari kami tergantung dari hasil anak saya memulung, Saat ini kami sangat membutuhkan bantuan pemerintah," ungkap Pangihutan Nainggolan.

‎Sebelumnya, ucapnya lebih lanjut, usaha Pangihutan Nainggolan untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak dari pemerintah pernah dilakukan, rumahnya diusulkan untuk diperbaiki melalui program bedah rumah dari pemerintah kota Medan, namun hingga kini rencana tersebut belum terealisasi dikarenakan masalah surat rumah, pungkasnya.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Jalaluddin Lase
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru