Sabtu, 30 Agustus 2025

Direktur MATA Pelayanan Publik Sayangkan KIA Belum Sampai ke Sekolah, Walikota Medan Segera Panggil Kadisdukcapil dan Kadisdikbud

Josmarlin Tambunan - Rabu, 16 Juli 2025 00:50 WIB
Direktur MATA Pelayanan Publik Sayangkan KIA Belum Sampai ke Sekolah, Walikota Medan Segera Panggil Kadisdukcapil dan Kadisdikbud
Drs Abyadi Siregar.
Medan, MPOL: Program KIA (Kartu Identitas Anak) di Medan yang dinilai amburadol dan belum dimiliki anak-anak usia 0 tahun sampai 17 tahun hingga saat ini, mendapat sorotan dari Direktur MATA Pelayanan Publik, Drs Abyadi Siregar.

Baca Juga:
Abyadi Siregar, mantan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut itu mengatakan pengadaan KIA merupakan program pemerintah yang diatur dalam Kepmendagri No 2 Tahun 2016. Dalam Kepmendagri itu jelas disebutkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) bersama Dinas Pendidikan berkolaborasi untuk pengadaan KIA. Namun, jika sampai tahun ini KIA belum dapat dimiliki anak-anak di Kota Medan, patut disayangkan.

"Walikota Medan Rico Waas harus segera memanggil Kadisdukcapil dan Kadisdikbud Kota Medan untuk melakukan koordinasi mengimplementasikan Permendagri No 2 Tahun 2016 ini," jelas Abyadi.

Dia menekankan, setiap program atau pengadaan sudah pasti mengeluarkan dana. Dalam hal ini, KIA dicetak Dukcapil. Jika program ini tidak berjalan dengan baik tentu bisa menimbulkan kerugian negara. Artinya, program ini jangan sampai menimbulkan kerugian, karena itulah Rico Waas harus segera mengaplikasikan Permendagri No 2 Tahun 2016 tersebut.

Kalaupun terjadi kesalahan di dua instansi (Dukcapil dan Disdikbud) Medan akibat kurangnya koordinasi atau ketidak pahaman regulasi, menurut Abyadi, supaya Walikota segera memberikan tindakan.

Dalam masalah ini, sambung Kaper Ombudsman RI Perwakilan Sumut periode (2014-2019 dan 2019-2024) itu, Pemko Medan harus hadir. Rico Waas segera memanggil Kadisdikbud dan Kadisdukcapil agar permasalahan KIA dapat segera teratasi dan dimiliki anak-anak.

" Sepatutnya Medan menjadi acuan dari Kabupaten/Kota di Sumut. Jangan di kabupaten lain sudah jalan tapi Medan tidak, itu sangat memalukan. Rico Waas harus segera mempertemukan Kadisdikbud dan Kadisdukcapil bagaimana cara untuk mengimplementasikan," tegasnya.

Kalau Pemko Medan tidak sanggup menjalankan program itu, sebaiknya ditinjau kembali. Untuk apa membuat regulasi kalau tidak bisa diaplikasikan dilapangan. Regulasi itu supaya ditinjau kembali.

"Saya kecewa dengan walikota yang lama, yang tidak mengaplikasikan KIA karena program ini sudah terbilang lama (Permendagri no 2 tahun 2016), apakah ini tidak menjadi perhatiannya atau luput kah. Jangan Permendagri itu hanya mengotori regulasi kita, ini kan pelayanan publik ditengah masyarakat, program itu membutuhkan uang, jangan habis uang tapi hanya meninggalkan dokumen-dokumen yang tidak berarti," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, sejumlah kepala sekolah SD di 5 kecamatan (Medan Amplas, Medan Denai, Medan Kota, Medan Maimun dan Medan Area) mengaku belum menerima KIA dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, sehingga anak-anak belum memiliki KIA.

Mereka menyebutkan, KIA sangat perlu dimiliki anak-anak sebagai identitas diri karena mereka menganggap kalau KIA itu memiliki banyak fungsi, seperti halnya KTP bagi orang dewasa.

Sementara itu, sejumlah kepala sekolah lainya mengaku sudah lama menyerahkan dokumen atau identitas siswa ke bagian Pembinaan SD Disdikbud, dalam hal ini Erina Manik yang berurusan ke Disdukcapil untuk mencetak KIA. Namun, pihaknya juga sampai saat ini belum menerima KIA dari dinas.

"Setahu kami Erina Manik ditunjuk sebagai ketua tim untuk mengumpulkan dokumen siswa dari kepala sekolah (K3S) dan Erina sendiri yang mengantar dokumen itu ke Disdukcapil. Apakah karena kelalaian Erina Manik sehingga KIA tidak kunjung diterima anak-anak, ini yang menjadi perhatian Kadisdikbud pak Benny Sinomba Siregar. Jangan melindungi anak buah jika berbuat kesalahan karena kesalahan yang sama bisa terulang kembali," harap mereka.***

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Josmarlin Tambunan
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PKKMB Polmed 2025, Mahasiswa Baru Disambut Direktur, Alumni dan Dunia Industri
Rizki Lubis : Sosialisasi Program UHC Kota Medan Harus Lebih Gencar
Kodrat Medan Gelar Kejuaraan Tarung Derajat, Wakil Walikota Zakiyuddin Harahap Dukung Penuh
Walikota Rico Waas ajak LIRA Bersinergi Bangun Kota Medan
Reggy Juara I Turnamen Biliar Piala Walikota, Salomo Pardede: Harus Tetap Giat Berlatih
ESI Medan Gelar Muskot, dr Johannes Kevin Sinambela Terpilih Jadi Ketua
komentar
beritaTerbaru