Medan, MPOL -Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara (Sumut) menggelar Dialog Publik "
TNTN,
PT TPL dan
eks HGU" baru baru ini.
Baca Juga:
Sebelum hajatan digelar, Panitia Dialog terlebih dahulu menggelar upacara nasional dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Hening Cipta.
Saat ditanya kenapa sebelum Dialog Publik
TNTN,
PT TPL dan
eks HGU, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan hening cipta, Korwil
PMPHI Sumut, Drs
Gandi Parapat menyebut karena dialog yang digelar bertujuan baik.
"Wah,.. karena yang kami bicarakan masalah bangsa dan negara. Kan bukan harus pemerintah atau DPR yang bisa melakukan upacara nasional menyanyikan Indonesia Raya dan hening cipta serta membicarakan bangsa dan negara. Siapapun boleh apalagi tujuan baik", kata
Gandi Parapat.
"Jadi Rafiandi Nasution, mantan anggota DPRD Sumut dalam memimpin lagu Indonesia Raya dan Hening Cipta sangat terharu dan pasti ada pengaruhnya terhadap masalah di Taman Nasional Tesso Nilo (
TNTN)
dan kebun rakyat menjadi BUMN", sambung
Gandi Parapat.
Dalam
dialog publik tersebut Rafriandi Nasution cukup nyambung dengan pemikiran MS Kaban, tokoh Marhaen Effendi Manullang yang begitu semangat memberi dorongan agar MS Kaban jangan lelah menghadapi masyarakat.
Hadir juga senioran GAMKI Tuah Abel Sirait, Eben Panggabean dan peserta yang lain yang sangat memahami kehidupan masyarakat lemah, sehingga tidak terasa dialog menghabiskan waktu 3 jam.
"Jadi tolong jangan dikait-kaitkan karena himbauan orang kami bernyanyi dan hening cipta. Kami yang berdialog sangat menyadari kita ini harus memberi pemikiran menjaga dan menghormati seluruh perjuangan para Pahlawan", kata
Gandi Parapat.
Korwil
PMPHI Sumut tersebut menambahkan, kehadiran MS Kaban yang selalu memberi perhatian / pemikiran kepada lapisan masyarakat, termasuk terhadap masalah
TNTN,
PT TPL,
eks HGU yang mendunia, sangat positif bagi masyarakat termasuk bagi
PMPHI Sumut.**
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News