Taput, MPOL -Akibat
banjir dan longsor yang melanda Tapanuli Utara (Taput) mengakibatkan 612, 54 Ha areal sawah padi gagal panen total di sembilan kecamatan.
Baca Juga:
Kecamatan yang terdampak, Adiankoting, Pahae Julu, Pahae Jae, Parmonangan, Purbatua, Siatas Barita, Simangumban, Sipiholon dan Tarutung.
" Petani yang gagal panen itu berdomisili di 59 desa. Kerugian ditaksir Rp. 25.047.165.000. Untuk Padi gogo ditaksir kerugian Rp.397.800.000 yang ada di Sibalanga Kecamatan Adiankoting,"ujar Kadis Pertanian Taput melalui Kabid Tanaman Pangan Douglas Butar-butar kepada media ini, Kamis (18/12/2025).
Selain Padi, komoditi jagung juga rusak akibat diterpa
banjir dan longsor di 7 kecamatan, 37 desa di lahan seluas 237,59 Ha. " Kerugian mencapai Rp. 7.065.195.500," sebutnya.
Beberapa jenis komiditi lainnya juga gagal panen yang membuat warga petani pasrah dari kenyataan.
Termasuk tanaman cabai yang rusak di 9 kecamatan yang menelan kerugian mencapai Rp. 1.277.712.000. Bawang merah merugi hingga diperkirakan mencapai Rp. 2.037.000.000.
Bukan hanya itu, tanaman keras seperti karet, kelapa sawit, kemenyan, kakao, kopi, andaliman, durian dan pisang juga hancur.
" Diperkirakan kerugian dari semua komoditi yang rusak diakibatkan
banjir dan longsor mencapai Rp. 79.418.584.000 diatas lahan seluas 1.396 Ha, ' ungkapnya.
Pemerintah dalam hal ini tidak tinggal diam, dan berupaya memberikan solusi dari kerugian yang dialami masyarakat petani.**
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News