Senin, 05 Januari 2026

Aksi lHeroik Gemdeman Evakuasi Korban Longsor Tapanuli Utara

Darwin Manalu - Selasa, 30 Desember 2025 19:06 WIB
Aksi lHeroik Gemdeman Evakuasi Korban Longsor Tapanuli Utara
Ist
Pengurus Gemdeman saat melakukan aksi heroik evakuasi korban longsor di Desa Pertengahan Kecamatan Parmonangan.
Taput, MPOL -Gemdeman (Gerakan Muda Mudi Desa Manalu) adalah sebuah organisasi kecil yang beranggotakan pemuda-pemudi yang ada di Desa Manalu Kecamatan Parmonangan Kabupaten Tapanuli Utara yang selama ini banyak membantu kegiatan kemasyarakatan dan sosial di desa tersebut seperti pesta perkawinan, kemalangan dan berbagai kegiatan suka dan duka lainnya.

Baca Juga:

Organisasi Gemdeman didirikan tanggal 28 Desember 2024 dengan kepengurusan saat ini terdiri dari Kepala Desa Manalu sebagai penasehat, Jufenius Sihombing sebagai pembina, Ebigel Manalu, Faisal Silaban, Krisfan Manalu, dan Putra Silaban masing-masing sebagai Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan Bendahara.

Meski baru berusia sekitar satu tahun, namun Gemdeman telah banyak membantu masyarakat setempat terutama yang ekonominya kurang mampu, hal ini sejalan dengan tujuan pembentukan Gemdeman, yaitu untuk meningkatkan jiwa gotong royong dan kebersamaan ditengah-tengah masyarakat Desa Manalu dan sekitarnya.

Uniknya, selama ini mereka melakukan kegiatan tersebut tanpa dibiayai pihak lain, mereka hanya menyisihkan uang saku mereka sebagai biaya operasional.

"Kami memang pernah mengajukan proposal kepada pemerintah, tapi tidak mendapat tanggapan," ucap Faisal, salah seorang pengurus Gemdeman.

" Mereka memang sering menolong masyarakat yang berpesta dan yang kemalangan terutama yang kurang mampu," imbuh Efendi Manalu, seorang tokoh masyarakat Desa Manalu.

Selanjutnya, menurut salah seorang anggota Gemdeman lainnya Glen Steven, menolong warga yang mendapat musibah, baik warga setempat maupun pendatang atau pengunjung, mereka lakukan dengan ikhlas, tanpa harus diminta.

Peristiwa paling heroik dan menegangkan terjadi pada akhir November 2025 lalu, tepanya tanggal 25, di mana curah hujan yg sangat tinggi melanda Sumatera Utara, khususnya di Kecamatan Parmonangan, Tapanuli Utara.

Akibatnya banjir dimana-mana, khusus di Kecamatan Parmonangan listrik PLN padam, sinyal gawai mati diakibatkan banyaknya longsor sehingga tiang listrik PLN bertumbangan, pasokan arus listrik ke tower seluler juga padam sehingga tidak dapat memancarkan sinyal sehingga gawai juga mulai tidak berfungsi atau jaringan lelet, bahkan pada sebagian wilayah mati total.

Situasi mencekam karena berbagai informasi beredar mengatakan banyak terjadi longsor yang menyebabkan jalan putus dan kabar lainnya ada yang meninggal dunia.

Tanggal 26 November 2025 pagi hari beredar informasi telah terjadi longsor dan menyebabkan korban jiwa di lokasi PLTMH PT Tamaris, yang terletak Desa Hutatua Kecamatan Parmonangan.

Dengan sukarela anggota Gemdeman berangkat dengan maksud melakukan pertolongan dan mereka berjalan kaki sekitar 4 km.

Sesampai dilokasi mereka melihat telah banyak disana regu penolong yang terdiri dari TNI, Polri, dan beberapa tim lainnya.

Melihat bahwa disana tim penyelamat telah cukup, tim Gemdeman menganggap bahwa itu sudah cukup ditambah adanya ketersediaan 2 unit alat berat, mereka memutuskan untuk pulang ke desanya.

Selanjutnya, pada sore hari ada lagi berita yang beredar, ada rumah penduduk di Desa Pertengahan yang rata dengan tanah dan menimbulkan korban jiwa, namun tidak ada yang melakukan tindakan karena semuanya masih takut terjadi longsor susulan, sementara tim penyelamat seperti yang hadir di lokasi PT Tamaris juga tidak ada.

Sesungguhnya, masyarakat yang ada di Desa Manalu Kecamatan Parmonangan tidak mengetahui persis bagaimana keadaan mereka di Desa Pertengahan.

Kabar yang mereka ketahui adalah bahwa di Dusun Sitonggi-tonggi Simarsalaon Desa Pertengahan, ada tanah longsor yang menimpa rumah warga, selebihnya informasi terputus, semua warga hanya bisa bertanya tetapi tidak ada seorangpun yang mampu memberi penjelasan.

Melihat keadaan ini, tanggal 26 November 2025 malam, Efendi Manalu mengajak beberapa orang anggota Gemdeman bersama pengurus berembuk tentang upaya apa yang bisa dilakukan ke Desa Pertengahan.

Awalnya, terjadi pro dan kontra karena jarak dan medannya yang sangat berbahaya, namun akhirnya disepakati dan diputuskan untuk berangkat ke desa tersebut memberikan pertolongan dan mencari korban.

Maka keesokan harinya, tanggal 27 November 2025 sekitar pukul 07.30 WIB berangkatlah 9 orang anggota Gemdeman berbekal seadanya dengan satu tekat, memberi pertolongan yaitu Dodi Fransiskus Manalu (21), Faisal Alex Silaban (20), Ardi Gunawan Manalu (19), Rinaldi Rambe (23), Ebigel P Manalu (27), Alfredo Monang Efrem Sianturi (17), Crisvandoli Manalu (27), Haikel Jekson Manalu (21) dan Glen Steven Rogate Manalu (17).

"Kita berjalan kaki sekitar 20 kilometer, menyusuri sekitar 50 titik longsor, mendaki puluhan pebukitan dengan kondisi jalan yang sudah ditutupi tanah longsor, yang jika sedikit saja tergelincir bisa mengancam nyawa kami," ujar Glen Steven, salah seorang di antara anggota Gemdeman yang berangkat.

"Tapi kami yakin, karena tujuan kami untuk menolong, maka kami akan ditolong Tuhan," imbuhnya.

Setelah melakukan perjalanan yg melelahkan selama sekitar 10 jam, maka sekitar pukul 18.00 WIB, tim Gemdeman tiba di Dusun Sitonggi-tonggi Desa Pertengahan, lokasi longsor yang menimpa rumah warga.

Selama dalam perjalanan, berulangkali mereka terperosok ke lumpur, terjatuh dan beberapa kali nyaris mengancam nyawa mereka, namun berkat semangat ingin menolong, akhirnya mereka berhasil tiba di lokasi.

Karena hari sudah malam dan penerangan tidak ada, malam itu mereka hanya bisa berbincang dengan warga setempat di kantor Kepala Desa sambil membuat perencanaan keesokan harinya, dan pada saat itu tim Gemdeman mendapat informasi bahwa ada 7 orang warga yang tertimpa tanah longsor belum ditemukan.

Besoknya, Jumat, tanggal 28 November 2025, Tim Gemdeman beserta seluruh masyarakat bahu-membahu, ada yang menyumbangkan cangkul, parang, babat, tumbilang dan ada juga yang menyumbangkan sisa logistik mereka seperti beras, ikan asin, dan ternak.

Mereka melakukan penggalian tanah longsor yang ketebalannya sekitar 1 meter, dan dengan bekerja keras, akhirnya tim Gemdeman dengan dibantu warga setempat dan disemangati oleh Kepala Desa Pertengahan, Marto Manalu, berhasil menemukang 6 mayat, masing-masing Santiur br Marbun (71), Marni br Manullang (53), Bungkirno Manalu (34), Lasbutet br Sinaga (32), Reja Manalu (6), dan Ester Manalu (4), sedangkan satu orang lagi bernama Rina Manalu (1) tidak berhasil ditemukan, dan oleh masyarakat dan kepala desa karena tidak berhasil ditemukan lagi dinyatakan telah meninggal dunia.

Saat melakukan evakuasi, Tim Gemdeman mempergunakan perlengkapan seadanya, mayat yang ketemu dibersihkan, dibungkus plastik lalu dikebumikan saat itu juga.

"Kami tidak memperdulikan bau busuk dan rasa capek saat melakukan evakuasi," urai Ebigel Manalu.

Sampai selesainya Tim Gemdeman melakukan evakuasi korban hingga pengebumian, tidak ada bantuan pemerintah atau tim penyelamat lainnya.

Namun mereka sangat terhibur dan bangga karena saat melakukan evakuasi korban tersebut, Camat Parmonangan Rianto Lumbantobing beserta istri tiba di lokasi dengan berjalan kaki belasan kilometer, memberi semangat kepada tim Gemdeman meskipun masih dalam kondisi kelelahan.

Selesai melaksanakan evakuasi yang sangat heroik tersebut, tim Gemdemanpun diberangkatkan Kepala Desa Pertengahan kembali ke Desa Manalu dan bersamaan pulang dengan Camat Parmonangan.

Tiba di Desa Manalu, pahlawan tersebut disambut hangat warga dan mereka langsung menuju kediaman Efendi Manalu.

Di saat mereka beristirahat sambil minum, dengan pakaian yang masih penuh lumpur, Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara, Henry MM Sitompul, yang hari itu sedang berkunjung ke Parmonangan, memanggil mereka untuk mengapresiasi kinerja luar biasa yang mereka lakukan dan selanjutnya semua anggota tim dijamu makan bersama oleh Efendi Manalu bersama dengan beberapa warga lainnya.

Berselang beberapa hari berikutnya, tepatnya tanggal 9 Desember 2025, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, dipimpin Wakil Bupati, Deni P Lumbantoruan, berkunjung ke Desa Pertengahan dan melakukan acara tabur bunga sebagai ungkapan keprihatinan dan turut berduka cita serta menyerahkan bantuan.

Terima kasih Gemdeman, kalian adalah tim SAR yang sejati. Tuhan memberkatimu.
Penulis : Ketua Elsaka Medan, Lamtagon Manalu, S.Si, MSP dan Vrede JT Manalu,
Anggota GMKI Komisariat FH USU Medan.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Maju Manalu
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru