Taput, MPOL -Bangunan Hunian Sementara (
Huntara) merupakan solusi darurat bagi sebagian warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana longsor di Kecamatan Adainkoting Kabupaten Tapanuli Utara.
Baca Juga:
Selama menunggu
Huntara rampung, sebagian warga masih bertahan di pengungsian dan di rumah kerabat, dengan keterbatasan ruang dan fasilitas.
Kepala BPBD Taput Budiman Gultom mengungkapkan, sebanyak 5 unit dari jumlah total 40 unit
Huntara untuk korban bencana alam di Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, yang akan dibangun, telah berdiri di Dusun 1 Desa Sibalanga.
" Per hari ini, sudah ada sejumlah 5 unit
Huntara yang telah berdiri dari total 40 unit yang direncanakan akan dibangun," ucap Budiman kepada media ini, Rabu (8/1).
Katanya, untuk kelima unit bangunan, proses penyediaan jaringan listrik, air hingga kelengkapan lainnya masih terus dikerjakan.
"Sesuai informasi kita terima, pembangunan unit
Huntara ini ditarget rampung pada akhir Januari 2026," ujarnya.
Pantauan media ini di lokasi, rampungnya pembangunan unit hunian sementara ini sangat dinantikan puluhan warga terdampak bencana untuk segera dapat ditempati.
Sementara, kondisi proses pembangunan masih cukup panjang mengingat sejumlah unit bangunan baru berupa rangka, dengan dinding yang belum tertutup sempurna.
Di tengah medan tanah yang lembab dan cuaca yang kerap berubah, para pekerja tampak terus berjibaku menyelesaikan bangunan satu per satu.
Seorang pekerja proyek yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pembangunan
Huntara terus dikebut agar dapat segera ditempati warga.**
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News