Kamis, 22 Januari 2026

770 Hektar Lahan Sawah Rusak dan Gagal Panen Akibat Banjir-Longsor di Taput

Darwin Manalu - Selasa, 20 Januari 2026 13:08 WIB
770 Hektar Lahan Sawah Rusak dan Gagal Panen Akibat Banjir-Longsor di Taput
ist
Kondisi lahan persawahan yang rusak dan gagal panen akibat banjir di Kecamatan Purbatua.
Taput, MPOL -Setidaknya hampir 770 hektar lahan persawahan rusak dan gagal panen di Kabupaten Tapanuli Utara akibat bencana banjir dan longsor dipenghujung tahun 2025 yang lalu.

Baca Juga:

Kondisi terparah terjadi di Kecamatan Purbatua, sedikitnya 170 hektar dengan usia tanam 30-90 hari disusul Kecamatan Adiankoting, Simangumban, Pahae Jae, Pahae Julu, Sipoholon, Parmonangan,Tarutung dan Siatas Barita.

Kecamatan Adiankoting, Sipoholon, Pahae Julu dan Purba Tua merupakan sentra penanaman dan produksi padi di wilayah itu termasuk penangkar benih unggul lokal, dimana petani disana umumnya menggunakan varietas unggul.

Otoritas pertanian di wilayah itu mengatakan jalan keluarnya akan membantu pengadaan benih varietas Inpari 32, sebab sedikitnya 4 kecamatan diatas menjadi sentra produksi padi dan benih, telah terpapar akibat gagal panen.

Kecamatan Purbatua misalnya, dalam setahun indeks pertanaman (IP)-nya bisa dua tiga kali dalam setahun, pada dua tahun terakhir telah gagal.

" Tidak ada lagi penangkaran benih yang berkelanjutan disana "kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Taput Doglas Butarbutar, Selasa ( 20/1).

Secara umum kata Douglas Butarbutar, Tapanuli Utara saat ini berhadapan dengan penurunan produksi padi.**

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Maju Manalu
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru