Sabtu, 07 Maret 2026

Antrean BBM di Sumut Alarm Lemahnya Antisipasi Negara Hadapi Isu Global

Alfiannur - Jumat, 06 Maret 2026 18:04 WIB
Antrean BBM di Sumut Alarm Lemahnya Antisipasi Negara Hadapi Isu Global
Medan, MPOL -Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara, Seftian Eko Pranata, menilai fenomena antrean panjang BBM di sejumlah SPBU di Sumatera Utara yang dipicu isu konflik di Timur Tengah harus menjadi alarm serius bagi pemerintah dalam mengelola isu strategis yang berdampak langsung pada masyarakat.

Baca Juga:
Menurut Seftian, kepanikan publik yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa negara belum cukup sigap mengantisipasi dampak psikologis dari isu global terhadap masyarakat di daerah. Ketika konflik geopolitik berkembang da ikon memunculkan kekhawatiran terhadap pasokan energi, masyarakat membutuhkan kepastian informasi yang cepat, jelas, dan dapat dipercaya.

"Antrean panjang BBM di Sumatera Utara bukan sekadar persoalan distribusi energi, tetapi juga cerminan lemahnya antisipasi komunikasi negara dalam merespons isu global yang sensitif. Ketika ruang informasi tidak segera diisi oleh penjelasan resmi, maka rumor dan spekulasi akan mengambil alih dan memicu kepanikan publik," ujar Seftian di Medan (6/3).

Ia menilai fenomena panic buying yang terjadi di sejumlah SPBU pada akhirnya hanya akan menciptakan kelangkaan semu di tingkat distribusi. Padahal, jika pemerintah sejak awal menyampaikan kondisi stok dan kesiapan distribusi BBM secara terbuka kepada publik, kepanikan seperti ini dapat diminimalkan.

Seftian juga mengingatkan bahwa sektor energi merupakan sektor strategis yang sangat rentan terhadap gejolak geopolitik global. Oleh karena itu, pemerintah harus memiliki sistem komunikasi krisis yang lebih responsif agar masyarakat tidak terus-menerus berada dalam ketidakpastian setiap kali muncul isu internasional.

"Kita tidak bisa terus membiarkan masyarakat menghadapi situasi seperti ini setiap kali muncul isu global. Negara harus hadir lebih cepat memberikan kepastian, sehingga masyarakat tidak bereaksi berdasarkan ketakutan, tetapi berdasarkan informasi yang valid," tegasnya.

Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Ia juga berharap pemerintah segera memastikan distribusi energi berjalan normal serta memperkuat komunikasi publik agar stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat tetap terjaga.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Baringin MH Pulungan
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru